8 pt.2

1.6K 136 63
                                        

Siang ini Nayeon sedang membantu bibi Ahn memasak makan siang. Sedangkan Grey sedang di ajak neneknya ke sebuah Mall untuk membeli mainan dan bermain di playground.

Saat ini Nayeon sedang memotong bawang untuk membuat bumbu masakan. Namun sepertinya Nayeon kurang hati-hati dan mengakibatkan jari telunjuknya terkena pisau.

"Aw" rintih Nayeon.

"Nyonya. Nyonya kenapa?" bibi Ahn mendekati Nayeon.

"Ah... jari nyonya berdarah, biar saya ambilkan kotak P3K dulu" bibi Ahn.

'Kenapa perasaanku tidak enak. Semoga tidak terjadi apa-apa dengan orang yang aku sayang' batin Nayeon.

Tak lama kemudian bibi Ahn membawakan Nayeon kotak P3K. Bibi Ahn ingin mengobati luka Nayeon, namun Nayeon menolaknya dan menyuruh bibi Ahn untuk melanjutkan kegiatan memasaknya.

"Biar saya obati nyonya" bibi Ahn memegang tangan Nayeon.

"Tidak usah bi. Aku akan mengobatinya sendiri. Lebih baik bibi melanjutkan memasak saja. Sebentar lagi ibu dan Grey pasti akan pulang" Nayeon.

"Baiklah kalau begitu saya mulai memasak lagi" bibi Ahn pun kembali memasak.

Ternyata perkiraan Nayeon benar, sekarang ibu mertua dan putrinya sudah pulang.

Namun ada sedikit yang berbeda. Grey memasuki rumah sambil memanggil Nayeon dengan suara yang cukup keras. Sangkin kerasnya Nayeon sampai terkaget saat sedang memasang plester di jari telunjuknya.

"Ibu..." Grey berlari mencari keberadaan Nayeon sambil menangis.

'Grey kenapa?' batin Nayeon.

"Ibu di sini sayang" Nayeon mendekati Grey dan berjongkok untuk memeluk Grey yang terlihat menangis.

"Ibu... hiks... hiks..." Grey menangis di pelukan Nayeon.

"Grey ada apa? Kenapa Grey menangis?" tanya Nayeon yang sangat khawatir.

"Ibu... apa aku bukan anak ayah Jinyoung lagi?" tanya Grey di tengah tangisannya.

Nayeon yang mendengar pertanyaan dari Grey itu langsung berkaca-kaca.

"Kenapa Grey bertanya seperti itu..? Tentu saja Grey anaknya ayah Jinyoung" Nayeon berusaha menahan air matanya agar tidak menetes.

"Tapi kata ayah aku bukan anaknya lagi... Mulai sekarang aku tidak boleh memanggilnya ayah ataupun daddy lagi..." Grey.

"Itu tidak benar" Nayeon menggelengkan kepalanya dan menghapus air mata di pipi Grey.

Ny. Park hanya bisa ikut menangis melihat pemandangan seperti itu.







Flashback on





Setelah puas main di playground Ny. Park mengajak Grey menuju toys store untuk membeli mainan.
Tapi... Grey mengalami kejadian yang sama seperti ibunya saat di mini market. Dia melihat ayahnya bersama perempuan dan seorang gadis kecil.

Namun tidak seperti ibunya yang memilih pergi, Grey malah menghampiri ayahnya.

Sebenarnya Ny. Park sudah bilang kalau itu bukan ayahnya, tapi Grey tetap saja menghampiri orang yang menurutnya itu adalah ayahnya.

Ny. Park hanya bisa mengikuti Grey dari belakang.

"Ayah" panggil Grey.

Ketiga orang itu pun menoleh ke arah Grey.

"Ayah sedang apa di sini? Apa ayah sedang membelikanku mainan? Tapi siapa mereka?" tanya Grey tanpa henti.

"Siapa yang kamu panggil ayah hah?!" tanya Jisoo.

A Marriage || JinYeon StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang