Jinyoung pov.
Aku baru saja mendapat telfon dari bibi Ahn. Dia bilang Nayeon dan Grey berada di Korea. Bahkan sekarang mereka menuju kantor.
"Daddy"
Dan sekarang sudah benar-benar disini.
"Hai..." sapaku pada putriku.
"Apa Daddy tidak merindukanku?"
"Tentu saja Daddy rindu Grey" ucapku menenangkannya.
"Benarkah? tapi kenapa Daddy tidak pulang" tuntut Grey.
"Daddy sangat sangat sangat sibuk" bohongku padanya.
"Makanya kerjanya di LA aja. Walaupun sibuk Daddy masih bisa pulang" kata grey.
"Tapi Daddy lebih suku kerja disini" kataku
"Wae? padahal disana kan ada Mommy dan Grey. Kok Daddy lebih suka di sini?" katanya sambil memanyunkan bibirnya.
"Apa Grey sudah makan?" tanyaku.
"Sudah, tapi Grey ingin makan Ice Cream" jawabnya.
"Kalau gitu ayo beli Ice Cream. Oh iya Mommy tidak ikut kesini?" Aku bertanya pada Grey karena memang sedari tadi aku tidak melihat Nayeon.
"Mommy bilang ingin istirahat. Jadi aku kesini sama Grandma, tapi aku tadi kesini diantar bibi itu. Karena Grandma mau ketemu Grandpa dulu" jawab Grey.
"Oh... begitu"
"Grey ingin bermain ke taman hiburan?" tanyaku yang di balas anggukkan olehnya.
Aku pun mengajaknya ke taman hiburan yang lumayan dekat dari kantorku.
Jinyoung pov end
🔞🚫
MATURE CONTENT
UNDER 19 PLEASE SKIP
Pukul 21.00
Saat ini Nayeon sedang bingung. Karena baru saja mertuanya memberi kabar jika mereka akan ke daegu untuk perjalanan bisnis.
Padahal dia belum siap bertemu Jinyoung. Nayeon takut Jinyoung akan marah karena dia datang ke Korea tanpa meminta izin darinya.
Baru saja dipikirkan, Jinyoung sudah pulang sambil menggendong Grey yang sudah tertidur.
"Bibi Ahn..." panggil Jinyoung.
"Iya Tuan" bibi Ahn yang merasa dipanggil pun menemui Jinyoung.
"Tolong tidurkan Grey di kamarku" suruh Jinyoung.
"Baik Tuan" bibi Ahn pun menggendong Grey menuju kamar Jinyoung. Dan setelah menidurkan Grey, Bibi Ahn kembali ke kamarnya yang berada di lantai dasar.
Jinyoung yang melihat Nayeon sedang berdiri di dapur pun menghampirinya. Sementara itu, Nayeon yang menyadari Jinyoung semakin mendekat pun hatinya mulai tidak tenang.
"Kenapa kamu tidak mengabariku dulu sebelum ke sini?!" tanya Jinyoung penuh amarah. Bahkan sekarang tangannya sudah mencengkram lengan Nayeon kasar.
"A-ak-aku..." Nayeon mulai ketakutan.
"Kenapa?!!!" teriak Jinyoung.
"Ak-aku tidak punya pilihan lain" jawab Nayeon yang mulai berkaca-kaca.
"Pilihan? Apa kamu akan mati jika tidak ke sini?!!" Jinyoung.
"Bukan aku tapi anakmu! Mungkin Grey akan mati karena menindukanmu. Asal kamu tahu, Grey hampir satu minggu mengalami demam tinggi. Dalam tidurnya dia selalu mengigau memanggilmu. Dia selalu menangis ingin bertemu denganmu. Oleh karena itu aku membawanya kesini!" Jelas Nayeon penuh amarah.
KAMU SEDANG MEMBACA
A Marriage || JinYeon Story
Romansa"I Believe and I Know" JinYeon Story Again A Wedding (old title) by.ImYeowo00 or Seoyeona (old name) ?
