19. Never Get Loose 🍁

1.1K 155 10
                                    

Dua hal yang mendasari seseorang untuk berubah, Karena ia tau lebih dari yang ia mau atau ia terluka lebih dari yang ia duga.

-anonim

New York,
Di penghujung malam tiga puluh satu oktober.

🍁🍁🍁

Pernah tidak kalian merasa berada pada titik nadir?

Titik terendah dalam hidup. Di mana semua hal yang terjadi membuatmu lelah. Semua hal seakan menyulitkanmu?

Sedang berada di fase lelah. Di posisi yang serba tidak enak. Mau nangis gak bisa, mau marah gak bisa, mau ngeluh udah gak ada kata yang sanggup mewakili itu. Dan akhirnya hanya bisa mendem sendirian aja. Rasanya pingin pergi jauh dari posisi dan situasi yang semuanya terasa menyudutkan. Rasanya butuh napas karena saking sesaknya. Kemana aja. Sejauh apapun yang penting jauh dari masalah ini. Sejauh mungkin. Bahkan mungkin, ada yang berpikiran buat mati?

Ini sulit.
Setiap orang punya masalahnya masing-masing. Punya perasaan masing-masing. Yang bagimu mudah belum tentu demikian bagi orang lain. Begitupun sebaliknya.

Misalnya seperti kamu tidak mampu membaca kitab kuning, atau menghapal kronologi perang dunia, atau pelajaran fisika, bagimu sangat sulit. Tapi bagi beberapa orang sangat mudah, seperti menjentikkan ujung jari.

Atau misalnya kamu sangat jago di pelajaran matematika, perhitungan limit, dan sebagainya, bagimu itu mudah. Tapi bagi beberapa orang seakan membuat kepala mau pecah.

Kita tidak akan pernah tahu perasaan orang lain. Karena setiap orang punya cara pikir yang berbeda. Punya standar yang beda dan punya beban yang berbeda.

"Aku tahu kok perasaanmu, pasti kamu kuat kok."

Apa yang kamu pikirkan jika mendengar kata itu?

Aku yakin seratus persen, jika semua orang tidak akan berpikiran sama. Ada yang menganggap itu bentuk support, ada yang menganggap itu basa-basi, dan mungkin ada yang menganggap itu bullshit, sebatas omong kosong. Sepertiku.

Never dear,,,
Tidak akan ada orang lain yang tahu perihal apa yang kau rasakan. Mungkin ia pernah mengalami hal serupa, tapi beban, mental, sensitivitas, perasaan, dan orangnya berbeda. Dia bukan kamu. Dan kamu bukan dia. Setahu apa kamu tentang perasaannya? Apa kamu tahu apa saja beban yang selama ini ia pikul tanpa keluh? Apa kau tahu seberapa banyak luka yang menggoresnya dalam diam? Apa kau tahu apa saja yang sudah ia lewati selama ini? Apa kau tahu semua rahasia yang ia pendam sendiri?

"halah gitu doang"

"yang punya masalah bukan kamu doang"

"banyak kok yang ngalamin kayak gini"

"masalahku lebih berat lho.."

Hmm.

No guys, no!

Stop it. Jangan menjadi sok tahu dan sok kuat di depan orang. Kadang seseorang curhat hanya butuh didengarkan bukan untuk diremehkan. Kalau tidak bisa mensupport cukup dengarkan. Kalau tidak bisa menjadi pendengar yang baik, cukup senyum tulus dan berikan tatapan lembut. Usap bahunya, peluk dia.

Bukankah dalam posisi seperti ini seseorang perlu sandaran. Biarkan ia bersandar padamu. Sejenak saja hingga ia lega. Biarkan ia menangis dan menyendiri dalam kebisuannya. Kamu hanya cukup memahaminya. Ah lebih tepatnya, beri ia waktu untuk istirahat tanpa gangguan.

°

Alen menghela napas pasrah. Semilir angin malam yang dingin tak mampu membuat raganya beranjak dari rooftop gedung pencakar langit itu.

FEELING OF BEING AN ENEMY  [End]✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang