Percayalah, segala hal yang tidak logis akan terdengar logis jika yang mengatakannya adalah orang yang kamu cintai.Surabaya, 12 November
Kamu cukup tahu bahagia saja. Perihal luka, cukup aku yang rasa.
🍁🍁🍁
Suasana Pasar Turi Surabaya memang selalu ramai. Bahkan saat siang bolong dengan terik matahari yang menyengat seperti ini. Jujur, Surabaya memang tidak diragukan lagi panasnya. Apalagi untuk Vira yang baru saja pulang dari New York saat musim gugur menjelang musim dingin. Itu membuat Vira merasa seperti dipanggang dalam oven.
Vira mengusap pelipisnya yang berkeringat, lalu turun dari boncengan sepeda motor kakaknya, Reza. Vira masih canggung karena kemarin malam.
Semenjak sarapan pagi tadi, Reza seperti mendiami Vira. Bahkan tiba-tiba Reza bilang hendak kembali ke Jakarta hari ini juga. Reza memang cowok yang cenderung pendiam. Tapi Vira tidak sebuta itu sampai tidak bisa membedakan diam karena memang aslinya dan diam karena marah. Asumsi Vira semakin kuat setelah Reza mengatakan akan kembali ke Jakarta tanpa Vira. Vira terbelalak, apa maksud kakaknya?
Ayah dan Ibunya tadi langsung menatap Vira penuh selidik. Seolah Vira telah melakukan kesalahan yang sangat besar hingga Reza berlaku seperti ini. Yah, tidak salah juga. Vira memang salah kali ini, dan wajar Reza marah padanya. Ia sudah membuat kakaknya kecewa. Vira menatap gelisah ke arah Reza, seolah memohon pertolongan kakaknya itu. Reza enggan menatap Vira, membuatnya menghela napas sedih. Saat Vira hendak mengeluarkan alibi, Reza langsung menyahut.
"Reza ada kerjaan mendadak Bun, selama seminggu Reza harus mengurus proyek baru dan mungkin bakalan jarang pulang. Daripada Vira sendirian di Jakarta, mending Vira di sini dulu"ujar kakaknya lalu meminum air putih. Ia sudah selesai makan. Lalu Reza segera pamit ke kamar dengan alasan menyelesaikan kerjaan.
Vira bersyukur, orang tuanya langsung percaya. Dan tidak menyadari jika Reza sedang kecewa dengan Vira. Itu juga yang menjadi alasan saat ini Vira dan Reza panas-panasan masuk ke Pasar Turi. Baru kali ini, Vira dan Reza diam-diaman seperti ini. Semarah apapun Reza pada Vira, mungkin hanya bertahan paling lama setengah hari. Tapi kali ini berbeda. Reza bahkan hendak menghindari Vira selama seminggu dengan dalih kerja. Namun setidaknya, Reza sudah membantu Vira dengan tidak memberitahukan orang tuanya perihal malam itu.
-flashback °•
"Apa ini, Vir?" Vira mengerutkan keningnya,
"Apa sih kak?" dengan ragu ia menatap ponsel Reza yang di todongkan ke arahnya. Matanya tampak fokus menatap ponsel itu. Dengan mulut yang sedikit bergerak seolah mengeja tiap kata di sana.
Vira tercenung tanpa ekspresi. Ia melirik ke arah kakaknya yang masih menatapnya. Vira membuang pandangannya, menghindari tatapan selidik yang Reza arahkan padanya.
"Kenapa kamu nggak bilang?" suara Reza terdengar dingin di telinga Vira. Membuat Vira menatap Reza was-was.
"A-aku. Maaf kak" hanya itu yang mampu keluar dari bibir Vira. Rasanya semua terlalu sakit untuk diungkapkan.
"Aku nggak butuh maaf, Vir. Aku mau kamu jelasin sekarang" tegas Reza dengan suara penuh penekanan. Kakaknya benar-benar marah.
Vira terdiam, tak mampu berkata melihat kemarahan kakaknya. Ia hanya mampu menunduk, membiarkan hening tercipta diantara keduanya. Hingga tanpa komando, mata Vira basah karena tangisnya yang pecah. Air matanya terus mengalir tanpa ada isak di sela bibirnya.
"Jadi yang ada di berita itu benar? Itu kamu?" tanya Reza dingin seolah kalimatnya menggantung. Air mata Vira semakin deras mengalir, lalu perlahan ia mengangguk. Membuat Reza mengepalkan tangannya lalu memukul tembok disampingnya, melampiaskan amarahnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
FEELING OF BEING AN ENEMY [End]✔️
Espiritual[ KISAH ROMANS BEDA AGAMA ]💙 #1 dalam spiritual (10/07/21) #1 dalam beda agama (20/01/21) #1 dalam billionair (03/08/21) #1 dalam Traveler (26/03/20) #25 dalam i love you dari 1,53k (27/05/20) #25 dalam hijrah (12/08/21) #15 dalam enemy (01/06/20) ...