32. isakan sore

86K 4.4K 167
                                        


Tinggalkan jejak sebelum membaca⭐

Jamila merapikan tempat tidurnya yang baru,
Tempat tidur yang akan dia tempati dengan damar suaminya,
Ya suaminya bukan kakak iparnya,
Dulu dia selalu berpikir bahwa damar tidak akan bisa menjadi miliknya,
Dulu dia berpikir bahwa mencintai damar salah, dulu juga karna damar dia menerima bagas dan membuka hatinya untuk melupakannya,

Tetapi sekarang?
Damar adalah suaminya, dia bisa mencintainya tanpa perlu merasa bersalah,
Dia bisa melakukan apapun, dia bisa memasak untuk damar, karna damar memang suaminya!

Jamila tersenyum senang berjalan ke jendela kamar,
Dia melihat ke depan,
Halaman samping luas tanpa di tumbuhi rumput,
Sungai dekat dari sini, jadi Jamila bisa pergi ke sungai untuk mencuci,

Empat hari sudah sejak kejadian itu, damar masih seperti biasa, berbicara sedikit dan tidak menyentuhnya lagi setelah terakhir kali,

Jamila tidak tau pikiran damar, yang dia tau setelah berakhir hari dia datang bulan, dia akan membuat kemajuan dalam hubungan mereka, Jamila ingin melayani damar dengan baik, dia ingin menjadi istri yang lebih baik dari halizah,
Walaupun dia bukan yang pertama!!!

Jamila menggigit bibirnya sedih dengan pemikirannya,
Ya dia bukan yang pertama!
Halizah yang pertama, halizah sudah mendapatkan yang pertama, apapun itu dia yang pertama, mungkin juga hati damar masih menjadi miliknya, Jamila sadar akan itu,

Dia hanya sekelompok orang acak yang menyeludup masuk melalui pernikahan yang abnormal,
Dia hanya pelampiasan nafsu karna damar memang tidak mencintainya,

Tetapi ada semangat di hati ini untuk membuat damar berada disisinya, ada semangat untuk membuat damar mencintainya dengan tulus,

Jamila menghela nafas panjang menormalkan perasaan sedih dihatinya,
Dia berjalan berencana keluar duduk menunggu damar pulang,
Malam ini dia dan damar akan tidur di sini di rumah baru mereka,

Jamila hendak membuka pintu tetapi sebelum dia melakukannya pintu di depan matanya sudah terbuka oleh orang duluan,
Jamila berdiri melihat damar yang masuk melewati pintu, dia menutup pintu itu pelan dan berbalik melihat Jamila,

Hari sudah sore dan Jamila sudah mandi sedari tadi, dia melihat damar yang keringatan karna melihat-lihat sawah,

"Mas mau mandi?"
Tanya Jamila dia mengikuti damar ke dalam kamar,

Damar tak menghiraukannya pergi tanpa menjawab,
Jamila tak tersinggung sudah biasa dia di kacangi seperti ini, damar kadang membuatnya binggung, tak tau harus mengekspresikan apa tentangnya,

Terkadang damar sangat baik padanya,
Tetapi terkadang juga damar dingin tak tersentuh seperti sekarang,
Jamila tak mengerti,

"Mas mau mandi tidak?
Kalau iya Mila akan menyiapkan handuk dan baju, di rumah kita belum ada air di sumur"
Jamila memberitahu damar sekali lagi,
Ya sumur mereka masih digali, dua hari lagi mungkin sudah ada air,

Damar tak merespon ucapan Jamila,
Jamila hanya tersenyum kecut, kepercayaan diri untuk menaklukkan damar tadi ciut, hilang dibawa angin, bukan dia yang tidak ingin membuat kemajuan hubungan mereka, tetapi damar yang tidak ingin hubungan ini maju,

Dia sadar diri akan itu,
Jamila menggigit bibirnya erat menunduk tak ingin berbicara,
Dia berbalik berjalan ke dapur tak ingin melihat damar, takut bahwa hatinya tidak bisa diajak kompromi untuk menangis dihadapan pria itu,

Damar menghela nafas panjang saat melihat Jamila pergi darinya, dia memijit pelipisnya pening,
Saat dia melihat Jamila dia merasa sangat bersalah terhadap halizah istrinya,

Turun ranjang (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang