[ COMPLETED ]
Laurelia Vernande Gomez,
Tipe siswa dengan kemampuan rata-rata membuatnya tidak begitu dikenal dan dipedulikan. Namun takdir mempertemukannya dengan si pentolan sekolah, Maximus Alvarez Putra dan segala aksinya membuat namanya kian har...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
🔆 maximut 🔆
s e l a m a t ⚪ m e m b a c a
"Hellow," sapa Laurel yang baru saja masuk ke dalam mobil Max.
Seperti hari-hari sebelumnya, Max selalu menjemput Laurel untuk berangkat ke sekolah bersama.
"Itu apa?" tanya Max menyadari gadis itu tengah sibuk merapikan potongan-potongan triplek di tangannya.
"Hiasan buat gapura," jawab Laurel tanpa mengalihkan pandangannya pada triplek-triplek kecil itu. Tangannya sibuk merapikan kembali potongan kayu tipis itu.
"Kenapa kamu bawa pulang semua? Sini aku bantu beresin," ujar Max.
Laurel kemudian memindahkan beberapa potongan itu ke pangkuan Max. "Eh kamu tanding jam 5 kan?"
"Jadinya jam 4. Coach salah liat jadwal ternyata. Kamu nonton kan?" Max menoleh pada Laurel.
"Serius?" tanya Laurel kaget.
Max mengangguk. "Kenapa?"
Laurel menghela napas. "Nanti aku izin sama Phileo deh."
Max mengernyit tidak suka. "Emang ada apa sama Phileo?"
"Kemarin malam tiba-tiba dia bilang besok pulang sekolah mau lanjut kerja panit."
"Ngomongnya di pc atau grup?" tanya Max lagi. Muncul sifat posesifnya.
Laurel menatapnya ragu. "Pc."
"Udah dong mata kamu serem ih!" seru Laurel menyadari tatapan menyalang Max.