Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

26. Culik?

5.3K 232 5
                                        

Biasakan vote + komen :D

Happy Reading:*

"Udah tau identitas nya?" tanya seseorang di sebuah gedung yang gelap, disana sudah ada dua orang, yang mungkin merencanakan sesuatu yang buruk.

"Udah, anak SMA Brawijaya sendiri."

"Bagus dong, pokoknya gue mau anak itu segera gue temuin dan kasih pelajaran."

"Gampang, cuy! Ntar gue susun rencananya."

"Baik kalo gitu, moga aja lo bisa dipercaya."

"Lihat nanti hasil akhirnya, pasti memuaskan!"

"Gue pegang omongan lo."

•••••

"Lang, minta jawaban, dong!" bisik Reno memanggil nama Elang, memang sekarang mereka lagi ulangan dadakan yang diadakan Bu Titin, lantas murid-murid pun menahan kesal setengah mati.

Kalo sekarang murid-murid bingung mengerjakan soal, tetapi Bintang malah asik tertidur, ia sudah selesai mengerjakan, cuma butuh waktu beberapa menit tadi. Meskipum cowok ini nakal dan susah sekali untuk diatur, tetapi otaknya mempunyai kemampuan di atas rata-rata, padahal ia tidak pernah sekalipun belajar. Terakhir kali cowok rajin belajar adalah waktu masih duduk di bangku kelas 1 SMP.

"Minta-minta, pala lu! Makanya belajar!" cibir Elang.

"Kalo tadi ulangannya gak dadakan pasti gue belajar," sahut Reno.

"Tai lo, Ren! Mana mungkin lo betah belajar," sahut Gegha.

"Diem, anjing! Lo juga mau contekan, kan?"

"Iye-iye,"

"Nih gue kasih jawaban, tapi ada imbalan bro, kayak biasanya," ucap Elang dengan senyum yang sumringah.

"Gak jadi kalo gitu! Gue minta sama Bintang pasti dikasih gratis!"

"Tau lo, Lang. Udah kaya, masih aja kurang," sahut Gegha.

Memang Elang selalu begitu, ia pintar, namun kalo ada temannya yang meminta contekan ia tidak akan memberinya dengan sia-sia, ia akan meminta bayaran. Katanya biar ada gunanya dikit. Apa-apa sekarang tidak ada yang gratis.

"Sekali-sekali lah, cari kesempatan dalam kesempitan," ujarnya cengengesan.

"Mau gak? Tapi itu tadi ada syaratnya, kalo nggak mau ya udah," lanjutnya dengan tampang watadosnya.

"Gak ah, minta Bintang aja, ntar dikasih gratis,"

"Coba aja, bocah nya lagi tidur, diamuk lo,"

Memang keadaan Bintang sekarang sedang tidur nyenyak di atas tekupan lengannya.

"Eh, Tang!!!" ucap Gegha sambil menggoyang-goyang kan tangan Bintang.

"Tang, woi!!!"

"Bangun anying!"

Bintang merasa terganggu karena suara teman temannya yang berisik dan pukulan di tangannya lantas membuka perlahan matanya dengan kesal.

"APA, SIH ANJING, GANGGU AE LO!" ucap Bintang dengan suara yang cukup keras, bisa dibilang bu Titin mendengarnya dan bisa;bisa ia habis ini dihukum.

"Bintang! Kenapa kamu?" tegur bu Titin dari mejanya.

Bintang hanya tersenyum kikuk, "Eh ibu, enggak bu,"

Elang tersenyum licik kali ini, ia punya rencana yang bagus, "Bu, Bintang dari tadi Tidur mulu!" cepu Elang pada bu Titin, hal itu membuat Bintang langsung menginjak kaki Elang, yang membuat Elang meringis kesakitan.

BINTANG (GOLDEN) [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang