23. Broken family

5.9K 260 2
                                        

Happy Reading")

Pagi pagi sekali Bintang telah sampai dirumah Pelangi, sesuai dengan perkataan nya kemarin, ia akan melakukan apapun supaya terus dekat dengan Pelangi, walaupun Pelangi sudah berstatus sebagai pacarnya, ia akan tetap modus dengan Pelangi, karena belum sepenuhnya hati Pelangi untuk Bintang.

"Tumben lo kesini pagi-pagi, ada apa?" tanya Bumi baru bangun tidur yang membukakan pintu untuknya.

"Jemput adek lo, bang,"

"Oh, masih sarapan dia, kalo lo mau makan, masuk aja, anggep rumah sendiri," jawab Bumi.

"Gak usah deh bang, gue udah tadi di rumah, gue tunggu disini aja," jawab Bintang.

"Ya udah duduk situ, gue masuk dulu mau mandi, ada kelas pagi," ucap Bumi yang di angguki Bintang lalu masuk ke dalam rumahnya. Sedangkan Bintang mendudukkan tubuhnya ke kursi di teras rumah Pelangi.

Bumi sampai di meja makan langsung diberi pertanyaan oleh bundanya

"Siapa, bang?" tanya Rani, bundanya Pelangi dan Bumi.

"Bintang. Pacarnya Pelangi, ditungguin noh, Ngi," jawab Bumi kemudian berjalan ke atas tangga menuju kamarnya.

"Punya pacar kok gak bilang-bilang!" goda ayah Pelangi.

"Hehe, udah ya, bun, yah, aku mau berangkat sekolah dulu," jawab Pelangi mengalihkan pembicaraan dan menyudahi sarapannya.

Pelangi bangkit dari tempat duduk nya lalu salaman pada kedua orang tua nya.

"Hati-hati," ucap bundanya lalu pelangi pergi dari meja makan.

"Luka lo udah sembuh?" tanya Pelangi ketika sampai di depan rumahnya dengan melihat wajah Bintang yang sudah tidak babak belur lagi, mungkin cuma sedikit sisa sisanya yang lebam.

"Udah gue bilang, luka nya cepet sembuh," ucap Bintang yang diangguki pelan oleh Pelangi.

"Ayo! Berangkat, kan? Nanti telat," ujarnya lalu berjalan ke arah motornya.

"Naik," lanjutnya ketika ia sudah menyalakan mesin motornya.

Pelangi pun menuruti Bintang lalu mereka berdua pergi meninggalkan rumah Pelangi.

*****

"Nanti pulang bareng lagi," ucap Bintang ketika sampai di parkiran SMA Brawijaya.

"Iya, gue kesana duluan, ada temen temen," ucap Pelangi lalu berjalan ke arah ketiga temannya.

Bintang mengangguk kemudian berjalan menuju kelasnya.

"Tumben berangkat pagi amat," celetuk Elang ketika melihat Bintang yang baru saja memasuki kelas.

"Jemput do'i,"

"Bucin beneran lo, Tang?" sahut Reno.

"Bucin asalkan punya pacar ya wajar, dari pada elo, punya pacar kagak, bucin iya," ucap Bintang yang mengundang tawa dari teman-,temannya.

"Bacot babi!" sahut Reno tak terima.

"Lo ngupil mulu, Ge lama-lama jadi upil lo entar, " cibir Zitto ketika melihat Gegha yang sedang asyik mengorek lubang hidungnya tanpa henti.

"Jaga kebersihan," jawabnya yang masih asyik mengorek lubang hidungnya.

"Kebersihan gigi lo, habis ngupil di taruh di bawah meja gue, kan tolol" cibir Reno yang ditertawai keempat temannya.

"Penting meja gue aman," jawabnya acuh.

"Lagian enak juga ngupil, bener kata Zitto tadi, lama-lama gue jadi upil kan enak juga, bisa dicari orang banyak ditempat tersembunyi," lanjutnya ngawur.

BINTANG (GOLDEN) [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang