45. Jatuh Cinta?

5K 241 27
                                        

Happy Reading:D

"Jarang-jarang gue liat Bintang kayak kemarin," celetuk Reno.

Bintang, Elang, Zitto, Gegha, dan Reno sekarang sedang berada di kantin, untuk mengisi perutnya yang kelaparan.

"Bukan jarang-jarang, tapi gak pernah, cuma kemarin lebih tepatnya," ujar Zitto.

"Udah tobat beneran," sahut Elang.

"Masa iya gue juga gitu entar, ada orang yang bisa ngerubah gue?" ucap Gegha.

"Ada, pasti ada. Cuman lo belum nemu orangnya," ujar Bintang.

"Bintang!!!" teriakan seseorang dari ujung pintu kantin itu langsung membuat orang orang menatap kearahnya lalu ke pada Bintang.

Orang itu lari terbirit-birit menuju ke arah Bintang.

"Kenapa dah lo?" tanya Bintang ketika Toni datang menghampirinya. Seseorang yang teriak tadi itu adalah Toni.

"Gaswatttt Tang! Gaswattt!" ucap Toni dengan lebay nya.

"Kenapa dah? Lebay amat," cibir Gegha.

"Tadi pagi Beni anak kelas sebelas IPA lima dikeroyok sama anak SMA Cakrawala!!" ucap Toni menggebu-gebu.

"Kok bisa?" ujar Elang.

"Bisa, lah! Tadi pagi Beni berangkatnya lewat depan SMA Cakrawala, pas banyak banget anak-anak silver," ucap Toni.

"Biasanya dia gak lewat jalan itu, jalan yang biasanya dia lewatin lagi ada perbaikan," lanjutnya memperjelas.

"Ini sih namanya cari mati!" desis Bintang.

"Beni, temen sekelas lo, kan?" tanya Reno pada Toni yang membuat Toni mengangguk membenarkan.

"Nanti sehabis pulang sekolah kumpulin anak-anak di margol. Lang, beritahu si Bayu, nanti kita datang ke markas silver, suruh ngumpul juga nanti ada bentrok besar!" ucap Bintang.

"Siap bosku!" jawab Elang.

*****

"Bintang cuma ngeprank? Sumpah lo, Ra?" tanya Fifi pada Rara setelah Rara menceritakan kejadian kemarin sore.

"Beneran, tanya aja noh sama Pelangi," jawab Rara seraya melirik Pelangi yang sedang menghapus papan tulis.

"Eh anjir, kalo beneran gitu kan malu sendiri gue kemarin-kemarin hina-hina si Bintang terus," ucap Vivi.

"Nah iya, makanya juga si Bintang keliatan acuh dan santai," timpal Luna.

"Makanya kalo gak tau apa-apa jangan ngomong seenaknya sendiri," cibir Rara yang mendapatkan tonyoran dari Fifi.

"Kan elo juga yang hina hinu si Bintang!" ucap Fifi.

"Sadar diri dulu mbak," timpal Luna.

"Eh tuh Pelangi, gue tanya dulu," ucap Fifi ketika Pelangi kembali berjalan kearah bangkunya sehabis membersihkan papan tulis tadi.

"Kenapa?" ucap Pelangi ketika sudah berkumpul dengan temannya.

"Beneran lo cuma di prank Bintang?" tanya Fifi.

"Beneran, tau gitu gue gak terpengaruh," ucap Pelangi mencibir.

"Kalau lo tau alurnya kayak gini pasti juga gagal party nya. Lo juga seneng, kan di kasih party dadakan?" tanya Rara.

"Iya juga sih," jawab Pelangi dengan menggaruk tengkuknya tak gatal.

"Terus kalo Bintang sama Ananta?" tanya Luna.

BINTANG (GOLDEN) [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang