Annyeong yeorebun^^
Happy reading:*
Don't forget to vote and comment~
___________________
Matahari sedikit lagi terbenam, membuat langit yang berwarna biru mulai berubah menjadi jinga, warna kuning yang kontras dengan oranye membuat warna langit biru menjadi satu ikon yang tidak bisa dilewatkan.
Bayangan matahari yang berwarna jingga terpampang jelas di air yang tenang di danau Aret, menambah kesan cantik dan moments yang paling indah.
Di tepi sungai, sudah banyak orang-orang yang berdiri menatap indahnya momentum matahari terbenam, ada rasa damai dam tenang di rasakan setiap orang yang ada di sana, anak-anak kecil yang biasanya ricuh dan hiperaktif, terdiam terkesima akan indahnya sang Surya yang mulai akan bersembunyi dan berganti dengan sang bulan yang akan menerangi malam bersama bintang-bintang yang seperti bintik kecil yang menyebar di mana-mana.
Keluarga raja juga menteri, penasehat sekaligus petinggi-petinggi kerajaan, sudah siap dengan tugas masing-masing, anak-anak kecil memegang erat bendera bersimbol masing-masing.
Di antaranya ada Jisung, dan keenam teman sekaligus saudaranya yang berdiri berjejer di tepi pantai, di belakang mereka ada Taeyong dan lima anak laki-laki lainnya yang juga berdiri berjejer, dan para orang tua masing-masing di barisan jejeran ketiga.
Kini sang Surya tenggelam, menyisakan gelapnya malam yang di hiasi bulan dan bintang, tepat saat itu juga ribuan cahaya dari lampion-lampion mulai terlihat terbang mendekati mereka, semakin dekat lampion-lampion itu, semakin jelas pula suara-suara yang memohon, dan berharap.
Jutaan doa, impian, dan harapan dapat terdengar jelas di telinga penduduk negeri Dreamland, raut bahagia nampak jelas di wajah mereka.
Ada satu lampion yang terbang menjauh dari lampion-lampion yang lain, lampion itu terlihat akan redup cahayanya, jika lampion yang lain semakin dekat ke arah penduduk yang tengah menunggu di pinggir danau, lain halnya dengan lampion ini, ia terbang berbelok menjauh, cahayanya yang seakan akan meredup perlahan membuat ia tak terlihat karna cahaya dari lampion lain yang sangat terang.
Hiks
Suara isakan yang terdengar samar di pendengar sang putra mahkota.
Jisung.
Jisung kecil menengok kiri dan kanan nya, mencari sumber suara itu, memastikan jikalau ia salah mendengarkan suara.
Hiks
Terdengar lagi, kali ini sedikit lebih jelas di telinganya.
Suara isakan seseorang, yang entah berasal dari mana, Jisung kecil masih mencari-cari keberadaan suara isakan yang ia dengar barusan.
Lalu manik matanya tak sengaja menemukan siluet cahaya yang kedap kedip dari kejauhan.
Jisung kecil memicingkan iris matanya, mencoba memfokuskan pandangannya pada benda yang berkedap kedip di kejauhan sana.
Sampai ia mendengar kembali suara isakan itu, kali ini sangat jelas, saking jelasnya Jisung kecil dapat mendengar dan merasakan betapa piluhnya isakan seseorang tersebut, betapa sakitnya yang di rasakan sang empunya suara, hingga terbawa di negri yang penuh kedamaian, dan kebahagiaan, penuh dengan harapan, doa dan keinginan yang baik.
KAMU SEDANG MEMBACA
Park Jisung [ END | Revisi ]
Fantasy"My destiny is to die for the universe, and the course of my life is determined by the contents of the book of eternal life. " - Park Jisung. :: Start : 24 Jul 20🍂 :: End : 04 Apr 21🍁
![Park Jisung [ END | Revisi ]](https://img.wattpad.com/cover/204080357-64-k779570.jpg)