Happy reading..
::::::::::::::::::::::::::
Tap....
Tap
Tap..
Bunyi dari langka kaki seseorang, menggema di dalam lorong itu,
Lorong dengan pencahayaan yang tak begitu terang, hanya dengan lampu botol yang tergantung apik di dinding.
Seorang yeoja dengan balutan dress hitam, rambut pendek sebahu berwarna hitam, dan high heels yang di kenakan nya, membuat kesan elegan padanya.
Di tambah lagi, wajahnya yang cantik mempesona, iris matanya yang sipit, bibir tipis berwarna merah muda, dengan tambahan liepblom rasa ceri.
Ia terlihat sangat cantik mempesona, sungguh luar biasa cantiknya.
Yeoja ini berjalan bukan tampa tujuan.
Tujuannya itu adalah sebuah ruangan dengan pintu coklat tua, yang sekarang ini berada di depannya.
Tok. .
Tok...tok...
Ia mengetuk pintu itu tiga kali, dan tak butuh waktu lama, pintu itu terbuka dan menampakkan seorang namja tua, dengan balutan jubah abu-abu yang panjang.
Yeoja tersebut pun langsung membungkuk 90° ke arah nya
"Owh...rupanya kau sudah datang, masuk lah"ujar namja tua itu.
" Ghamshamida, tuan Cha."jawab yeoja tersebut sopan, sebelum masuk tak lupa ia membungkukkan badannya kembali, lalu masuk ke dalam ruangan tersebut.
Dalam ruangan yang sederhana bernuansa klasik ini, sudah ada dua orang berjenis kelamin berbeda duduk bersampingan, yang satunya di sofa tunggal, dan satunya di sofa panjang.
"Saya rasa kau sudah tau bukan tujuan saya memanggil kamu kemari."ujar namja tua itu, yang duduk di sofa tunggal.
"Yah, saya sudah, dan surat yang anda titipkan itu, juga sudah di antar oleh Hyuji"
Jawab yeoja itu.
Namja tua atau tuan.cha tersenyum simpul ke arah yeoja cantik itu, sembari menganggukkan wajahnya.
"Hhm, baiklah, mungkin kita hanya akan menunggu Hyuji saja, karna akan lama jika menunggu jwi(tikus) keras kepala itu"ucap tuan. Cha sambil terkekeh kecil, yeoja di sampingnya pun ikut terkekeh kecil.
"Baiklah, tuan. Cha....dan tuan. Cha berhubungan dengan tanda hitam di punggung Jisung itu.."tak sempat yeoja itu melanjutkan kalimatnya, sudah terlebih dahulu di potong oleh tuan. Cha
"Saya tau yang kamu maksudkan Hyujae, menurut saya mungkin itulah alasan dari semuanya"ucap tuan. Cha
Hyujae sebenarnya tidak mengerti dengan ucapan tuan. Cha barusan.
Sampai ketukan pintu membuat keduanya memusatkan atensinya ke arah pintu.
"Mungkin itu Hyuji yang datang"setelah berkata demikian, tuan Cha, membuat ancang-ancang untuk berdiri, tetapi tak jadi kerena, seorang yeoja lainnya sedang berjalan kearah mereka.
"Selamat malam tuan. Cha Daeseok yang baik hati dan tidak sombong...hehe, mohon maaf mungkin Hyuji yang manis, imut, nan cantik ini sedikit terlambat yah."ucap yeoja itu, Hyuji.
Hyujae langsung menatap Hyuji dengan tatapan datar, sedangkan tuan. Cha sendiri malah tertawa melihatnya, yah mungkin karna sudah terbiasa akan sikap kedua kembar ini, jadi tuan. Cha tak mempermasalahkan nya.
"Hahaha, tak apa tak apa, sudah duduk saja."ucap tuan. Cha
"Yah karna Hyuji sudah ada,...."sebelum melanjutkan kalimatnya tuan. Cha berdiri dari duduknya, berjalan menuju lemari kaca, membukanya dan mengambil suatu benda yang entah apa itu.
Tuan. Cha berbalik dan berjalan menuju ke arah sofa yang tadinya di dudukkinya tadi, ia duduk kembali di sofa tunggal, dan menaruh benda yang di ambilnya tadi di atas meja kaca di depan nya.
Sebuah peti?tetapi ukuran nya tidak terlalu besar.
"Apa isinya tuan. Cha"tanya Hyuji yang sedari tadi mengamati peti tersebut.
"Sebenarnya inilah alasan saya memanggil kalian kemari, peti ini adalah peti bersejarah dan peti ini sudah ada turun temurun dari nenek moyang terdahulu, dan ini ada hubungannya dengan tanda hitam pada Jisung, peti ini, sebuah peti suci, saya sebenarnya tidak pernah membuka peti ini, karna jujur saja saya tidak dapat membukanya, dan saya rasa hanya Jisung yang dapat membukanya."ungkap tuan. Cha
"Tapi sungguh kami belum pernah melihat peti ini sebelumnya, di dunia Victory bahkan di Dreamland pun selama kami ke sana tidak pernah melihat peti ini?"jelas Hyujae dan Hyuji.
"Itu karna, peti ini di rahasia!"jawab tuan. Cha, yang 100% berhasil membuat si kembar JaeJi binggung.
"Baiklah, saya akan menjelaskan nya lebih rinci.."ucap tuan. Cha, sebelum melanjutkan kalimatnya tuan Cha menyamankan posisi duduknya.
"Jadi peti ini adalah peti turun menurun, sesuai tradisi setiap putra kerajaan Dreamland harus menguasai kekuatan yang ada di peti ini, baru mereka dapat di nyatakan raja yang resmi kala ia berjabat sebagai raja nantinya, tapi!ada satu kendala yaitu, pada era raja woseo masih berkuasa, putranya nya yang sulung menyala gunakan kekuatan tersebut, dan menciptakan pertumpahan darah pada masa itu, jadi untuk berjaga-jaga raja woseo menyimpan peti ini, dan hanya anggota keluarga kerajaan yang bole tau, dan raja woseo menyegel benda ini, dan memberi mantra yang berbunyi' hanya ia sang penerus yang bisa, hanya ia sang penerus yang di karunia kan, kekuatan suci dan hati yang tulus murni' begitu
dan apa kalian tau, mantra ini di buat menggunakan simbol PIORIKS simbol dengan bentuk bunga melati dengan sayap di bagian kiri berwarna hitam."jelas tuan. Cha panjang lebar
Hyujae, dan Hyuji tidak dapat menyembunyikan kekagetan mereka, mendengar fakta yang tak mereka tau selama ini, Hyujae dan Hyuji menatap peti berukuran sedang yang ada di hadapan mereka ini, dengan pandangan kaget, kagum sekaligus ngeri mengigat karna benda ini, bisa menciptakan pertumpahan darah.
Belum selesai dengan keterkejutan tentang fakta mengenai peti yang ada di hadapan mereka, tiba-tiba mereka di kejutkan dengan suara auman harimau, yang entah berasal dari mana.
ROAARRRRRR........
________________________
Tbc
Hehehehe...ngegantung dulu okey..
Volmet gens
Babayy
KAMU SEDANG MEMBACA
Park Jisung [ END | Revisi ]
Fantasía"My destiny is to die for the universe, and the course of my life is determined by the contents of the book of eternal life. " - Park Jisung. :: Start : 24 Jul 20🍂 :: End : 04 Apr 21🍁
![Park Jisung [ END | Revisi ]](https://img.wattpad.com/cover/204080357-64-k779570.jpg)