STORY=52

906 141 25
                                        


   Happy reading
   Mian for Typo
  And don't forget to vote and coment.

____________________




     Tap...

  
       Ketujuh pemuda yang baru saja berteleportasi ini berdiri membatu dengan wajah yang kebingungan setengah mati.
  Bukan hanya ekspresi binggung yang ada pada ketujuhnya, melainkan dengan ekspresi wajah yang sangat amat terkejut setelah baru saja berpijak di tanah yang berbeda dengan di negeri ACESYAS.

    Jisung, pemuda itu kerap kali secara tak sengaja di tabrak oleh beberapa orang dari dua arah berlawanan, begitu juga dengan yang lainnya.

  Orang?

   Yah, mereka bertujuh entah bagaimana bisa sudah berada di antara kerumunan orang-orang yang terlihat sedang berdagang dan membeli, terlihat seperti pasar.

   Haechan lantas saja menatap tajam kearah Jaemin dan Chenle yang menatap Jaemin horor. Arti dari arah tatap keduanya begitu sangat nampak bahwa keduanya sedang meminta penjelasan dari Jaemin sendiri.

   "Jaemin....kau tak salah menyebutkan nama desa bukan?"tanya Jeno sedikit berbisik dari arah belakang.

   "T-tidaklah...kalian bahkan mendengarnya sendiri aku bergumam nama desa Arkot"balas Jaemin sedikit berbisik juga.

   "Lalu apa yang sebenarnya kau pikirkan Na Jaemin....!!!kenpa Kita langsung bisa ada di tengah kota beginiiii"gerutu Haechan tapi sedikit memelankan intonasi suaranya takut ada yang mendengar suara cempreng nanti dan mengundang kecurigaan dari orang-orang sekitar.

   "Y-yah i-itu..."

   "Ini memang nampak seperti kota bagiku, bukan lagi sebuah desa?"celetuk Jisung, ternyata matanya sedari tadi menelisik sekitaran yang ada di dekatnya.

   "Kan makanya aku menyebutnya tadi kota bukan desa, di lihat dari sekitaran tempat ini terlihat lebih maju untuk ukuran sebuah desa, ini lebih cocok di sebut kota?"Tungka Haechan.

  Memang faktanya, dilihat dari tokoh-tokoh yang menjual berbagai macam jenis alat keperluan dan juga sayur dan buahnya, ada juga tokoh yang menjual pernak-pernik, aksesori dan lain sebagainya.

   Bruukk..

   "Ah kalian ini!!kalian seharusnya tidak menghalangi jalan...sana minggir"

    "M-maaf....maafkan saya"

   "Cih, dasar turis"

   Renjun membatu dengan sejuta pertanyaan?

   Yah, yang tadi tak sengaja tertabrak oleh seorang pria adalah Renjun, Renjun tadi sempat membungkuk meminta maaf tapi melihat dari sisi lainnya pria tersebut nampak arogan, ia bahkan mendorong kasar bahu Renjun untuk berlalu dari hadapannya.

   "Orang tadi nampak sekali arogannya?''ujar Chenle
   "Kau tak apa-apa Hyung?"ucap Chenle lagi.
Renjun yang di tanya sontak tersadar dari lamunannya, dengan kikuk ia membalas ucapan Chenle barusan.

   "Sudahlah tak usah di pikirkan??lebih baik kita berjalan saja, sedikit melihat-lihat... juga sekaligus mencari keberadaan raja dan ratu Park"sela Mark dan di angguki yang lainnya.

  Mark memimpin jalan didepan, di barisan kedua ada Jisung dan Jeno, Jaemin posisinya tepat berada di tengah-tengah antara Jeno-Jisung dan Haechan, Renjun Chenle di paling belakang.
   Selama berjalan tak ada yang membuka percakapan satu sama lain, mereka semua terlalu fokus dengan sekitaran juga mencari keberadaan raja dan ratu Park.

Park Jisung [ END | Revisi ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang