}Slamat Idhul Adha bagi yang merayakan{^=^}
Menghargai dan di hargai gengss:)
Happy reading~
Mian for typo*
And don't forget to vote and comment:|
___________________
Perkelahian di antara Dreamculture dan si pria berjubah hitam itu tak ada henti-hentinya, para Dreamculture masih mencoba melawan sekuat tenaga yang mereka punya, menyerang, melawan bertahan dan mempertahankan.
Serangan demi serangan di lancarkan satu sama lain.
Jengah karena sedari tadi bersembunyi, Ten dengan segera maju untuk melawan si pria tersebut kala melihat Johnny dan Lucas yang terpental kebelakang membentur sofa di dekat Taeil, dengan segera Doyoung dan Renjun mundur untuk menyembuhkan luka Lucas dan Johnny walau hanya menutup lukanya sementara dan membawah Teail sedikit menjauh lagi dari mereka.
Sungguh Taeil merasa dirinyalah yang paling tak berguna, melihat teman sekaligus adik-adiknya melawan sang musuh tapi ia sendiri tak bisa melakukan apapun, seketika ia merasa bersalah atas betapa tak bergunanya dirinya.
"Jangan memikirkan hal yang tidak-tidak Hyung?"sahut Doyoung, ia bisa mendengar pikiran seseorang.
Taeil tersenyum lirih menanggapi ucapan Doyoung.
"Tapi itu benar!kalian yang berjuang keras melawan musuh, sedangkan aku....berdiri saja tak bisa"ucap Taeil lirih, memang benar adanya, saat ia hendak membuka segel di tubuh pria itu, kekuatannya malah di serap karna ia salah perhitungan, menjadikan ia lemas tak bertenaga.
"Kau salah jika mengatakan itu Hyung"sahut Lucas, ia sedang di obati oleh Renjun
"Kita semua sama, tak ada yang lemah dan yang lebih kuat, kita mempunyai bakat dan kemampuan sendiri-sendiri Hyung....jangan berpikiran kalau kau tak berguna, malah kau yang paling di butuhkan di sini"tungkas Johnny, ia sudah sedikit pulih
pemuda tinggi itu mencoba untuk berdiri lagi, dan melawan si pria itu lagi.
"Sudah ku bilang!!jangan berpikiran yang tidak-tidak Hyung"ucap Doyoung lagi, tatapan matanya tajam auranya dingin dengan seketika, saat mendengar suara pikiran Taeil yang masih saja merasa dirinya tak berguna.
Ia sangat tidak bisa menerimah apa yang di pikirkan Hyung tertuanya itu, mereka semua sama tak ada yang lemah dan lebih kuat, mereka semua mempunyai kekuatan yang berbeda-beda dan sama kuatnya.
Tak ada yang tak berguna disini.
Kembali pada yang lain,
Mereka semua dengan begitu ahli melawan si pria berjubah hitam itu.
Dari arah belakang Yuta sudah siap dengan pisau andalannya di bantu oleh Jeno , di lindungi oleh Jaemin dan juga Chenle, Yuta mencari kesempatan yang tepat untuk menusuk pria itu dengan pisaunya di kala Xioajun Kun dan Ten mengalikan perhatian pria tersebut.
Yuta mengisyaratkan sesuatu saat berkontak mata dengan Ten, dengan cepat juga Ten menangkap maksud Yuta.
Ten sedikit menjauh, ia berdiri tegak dengan mata yang terpejam, ia memfokuskan dirinya pada si pria, lalu sedetik kemudian Ten membuka matanya lalu tampaklah manik matanya yang berwarna keemasan, tatapan tajamnya tertuju pada si pria tersebut.
Melihat itu, langsung saja Yuta dengan cepat melesat ke arah si pria dengan Chenle dan Jaemin yang masih melindungi nya dari arah belakangnya juga.
Kira-kira satu meter dari si pria itu, Yuta merentangkan tangannya ke depan, hendak menunduk dada si pria.
Jeno seketika menambah kecepatannya menjadi mendahului Yuta, Jeno muncul tiba-tiba di depan pria tersebut dengan berancang-ancang untung menyerang, Xioajun di sebelah kiri langsung mengayunkan rantai pisaunya.
Merasa terancam si pria hendak membalikkan badannya, dan saat berbalik ia terpental membentur dinding tanah yang di buat Jaemin, dan jatuh tepat di bawah kubangan lumpur penghisap yang di buat Jaemin dan Chenle.
KAMU SEDANG MEMBACA
Park Jisung [ END | Revisi ]
Fantasia"My destiny is to die for the universe, and the course of my life is determined by the contents of the book of eternal life. " - Park Jisung. :: Start : 24 Jul 20🍂 :: End : 04 Apr 21🍁
![Park Jisung [ END | Revisi ]](https://img.wattpad.com/cover/204080357-64-k779570.jpg)