STORY=59

1.1K 155 40
                                        


Huufftt akhirnya bisa up:)

   Happy reading
   Mian for typo, and wait...part kali ini lupa ulan revisi, karna terlalu fokus sama Sequel di Book kedua:")
Jadi Mon maap kali ada beberapa yang salah kata, and mungkin ada yang di bingung kan.

Oky, Don't forget to vote and comment gais.
   Ulan lop yuu:)

___________________





     Setelah memasuki portal yang menghubungkan mereka ke suatu tempat yang di buka oleh tuan Cha sewaktu di zyambu, di sinilah mereka dia suatu tempat yang sangat-sangat asing di mata mereka, bahkan tuan Cha dan Wooyoung pun merasa asing dengan tempat ini, ini kali pertama mereka juga memijaki tempat tersebut.

   Tapi, dari semua itu tak memungkiri bahwa tempat yang di pijaki mereka ini sangatlah menakjubkan, sangat indah jujur.
  Pepohonan yang tumbuh rindang dengan dedaunan hijau yang menyegarkan mata, rerumputan juga tumbuhan yang tumbuh sebur menghiasi setiap sudut wilayah di tempat ini.

   Kerlap-kerlip berwarna warni menambah kesan magis yang sangat luar biasa menakjubkan.
   Benar-benar tempat yang bagaikan surga.

   "Apa ini benar tempatnya?"ucap Wooyoung, manik matanya tak henti menelisik setiap sudut yang bisa ia jangkau dengan manik matanya. Tak sering juga ia bergumam dalam hati menggagumi tempat ini.

 
   Tuan Cha mengeluarkan buku usang dari balik jubahnya, buku yang tak terlalu tebal itu ia buka di hampir pertengahan bukunya, tuan Cha menatap lekat apa yang tertulis di dalam buku usang tersebut.
   "Dari buku ini....ini benar tempatnya"ucap tuan Cha.
   Lalu kembali menutup buku tersebut dan menaruhnya kembali di balik jubah yang di pakainya.

    Taeyong seketika mengingat sesuatu, lalu dengan cepat ia menatap setiap anggotanya, melihat apakah semua anggota nya lengkap atau tidak.
  Setelah melihat semua anggotanya berdiri bersama dan tidak tertinggal satu anggota pun barulah ia bernapas lega, takut apa bila ada yang menjadi abu seperti kata tuan Cha.
Dan sepertinya itu hanya goyunan semata. Yah Taeyong lega melihat semua membernya lengkap.

   "Ada apa Taeyong?"tanya Taeil
  Taeyong pun lekas menatap Taeil lalu menjawab.

   "Ah, tidak apa-apa hyung....hanya memastikan kalau kita lengkap berempat balas"ucap Taeyong lalu menunduk lesuh.
   "Dreamis masih jauh dari kita, tidak mungkin ada yang hilang satu lagi di antara kita yang bersama"lanjutnya.
   Taeil menggaguk mengerti lalu menepuk punggung Taeyong memberikan semangat.

   Di satu sisi anggota lainnya tak henti-hentinya menelisik setiap penjuru tempat ini, menikmati dan menatap betapa indahnya juga betapa luar biasanya tempat ini.

   Asik dengan menikmati pemandangan yang asing tapi luar biasa, tiba-tiba seekor Phoenix merah melintas di atas mereka dan mengeluarkan suara yang nyaring membuat mereka semua tersentak terkejut, dengan cepat mereka mendongak ke atas menatap seekor Phoenix merah sedang terbang memutari mereka dengan sembari mengeluarkan suara yang nyaring.

    "Apa itu seekor Phoenix?"tanya Yuta
Lalu di angguki oleh Doyoung.

   "Dari jenisnya ku rasa itu benar Phoenix?"tambah Doyoung.

   "Warnanya merah!berarti Phoenix berelemen api"ucap Xiaojun.

   "Benar...dalam buku ada tertulis jika Phoenix ada dua jenis??Api dan Es....tapi sejauh ini, aku hanya mendapati Phoenix merah saja, sangat jarang dan sangat langkah mendapati Phoenix Es"sahut Winwin dari belakang.
    Semua menggangguk mengerti dengan ucapan Winwin, memang faktanya Phoenix berelemen Es sangatlah langkah.
  

Park Jisung [ END | Revisi ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang