STORY=16

1.7K 184 6
                                        

_____________

    Pukul 07.20 KST

  Di apartemen Jisung nampak hening, sangat hening, di ruang tamu bahkan terdengar jelas suara jarum jam yang tengah berputar, biasanya juga bakal ramai dengan suara-suara gadis yang tampak masih berumur tujuh belas tahun padahal tidak.
  Siapa lagi kalau bukan Hyuji yang meramaikan suasana sepi dan henning di apartemen seorang Park Jisung.

   Pemilik apartemen pun masih berkutat dengan seragamnya, ia sengaja tidak memakai almamater hitam miliknya membiarkan kameja putih polosnya dan tak lupa dasi yang sama dengan almamaternya.

   Selesai dengan seragam, Jisung mengambil tasnya yang sudah ada peralatan belajar sesuai jadwal hari ini, lalu mengambil jaket denimnya dan kunci mobil, yah, mulai hari ini dia memakai mobil ke sekolah, awalnya Jisung menolak tapi di paksa oleh Hyuji bahkan Hyujae pun ikut mamaksanya untuk mengunakan transportasi roda empat itu, dengan alasan hujan, heol bahkan Jisung bisa kesekolah tampa harus basah karena hujan, tapi tetap saja kedua gadis vampir itu tak kehilangan akal, berakhirlah Jisung yang ngeiyakan paksaan si kembar,  lalu motor Jisung!sudah pasti di bawa oleh si vampir kembar itu.

   Jisung keluar dari kamarnya, menuju dapur, ia ingin mengisi perutnya terlebih dahulu , ia mengambil roti tawar, lalu mengoleskan selai nanas di rotinya, ia mengambil cangkir, lalu menuangkan air hangat.

    Setelah sarapan dengan roti tawar, Jisung bergegas keluar dari apartemennya dan tujuannya adalah sekolah.

  Jisung berjalan santai sembari  tangann kananya di dalam saku mantel denim yang di pakainya, dan sebalah lagi memegang almamater miliknya, dan tas yang di gendong sebahu,
udara hari ini memang agak lebih dingin dari biasanya selepas hujan deras.
  Jisung berjalan menuju lift, setelah sampai ia menekan tombol di samping lift itu, lepas dua menit ia menunggu pintu lift di buka, ia segera masuk kedalam lift dan menekan tombol angka 1 yang adalah lobi apartemennya.

   Saat pintu lift hendak menutup kembali, tiba-tiba saja, ada sebuah tangan yang menghalangi, atau lebih tepatnya menghentikan pintu lift tertutup, dan saat pintu lift itu terbuka kembali kedua netra Jisung menampakkan sesosok pemuda yang sangat ia kenal, Taeyong.

  Ah kali ini, sepertinya Taeyong tidak sendiri, ada dua pemuda lainnya yang berdiri di belakang, yang satunya berambut dark blue, dan satunya lagi berwarna ligth brown.
  Yang Jisung tidak tau siapa!!, apa gunanya juga ia tau.

   "Eh, J-jisung"guman Taeyong

Kini rambutnya tidak lagi pirang, justru berwarna merah, membuat kadar ketampanan pemuda itu semakin bertambah.

   Taeyong masih berdiri di depan pintu lift, kedua temannya di belakang merasa heran, lalu tak lama Jisung bersuara.

   "Tak ingin masuk"ucap Jisung.
Taeyong tersentak kaget, ia tersadar dari lamunannya, ini bukan pertemuan pertama ia dan Jisung bertemu tampa sengaja di tempat yang sama walau di waktu yang berbeda, tapi tetap saja ini seakan dijavu baginya.

   "Ah...em, iya..iya"balas Taeyong, ia dengan cepat memasuki lift dan di susul oleh kedua temannya.

  Suasana di lift sangat canggung, untuk Taeyong sepertinya, karna kedua temannya itu tidak mengenal Jisung, dan Jisung sendiri pun seperti biasa, wajah datar dan tatapan dingin.

  Bagi Taeyong pribadi, sifat dingin Jisung dan aura suram yang ada di sekitarnya sedikit membuat ia memutar kembali memori yang ada di otaknya, di mana seorang anak laki-laki kecil imut, lucu kesayangan semua orang, tumbuh menjadi seorang lelaki yang tangguh dan hebat, lalu beralih lagi di mana sebuah memori ingatan yang sangat ingin Taeyong hapus dari ingatannya bahkan di semesta, memori ingatan tentang seorang anak kecil laki-laki yang menangis di tengah-tengah sekerumunan orang-orang yang menatapnya seakan mengintimidasi, bagaikan anak itu adalah bakteri yang harus di singkirkan dan di jauhi.

Park Jisung [ END | Revisi ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang