STORY=39

1.5K 154 24
                                        


   Hayoo sapa yang kaget ulan up...

    Happy reading~~

   Mian for typo

  And don't forget to vote and comment~~ulan rindu comenan kalian gengss:v

  Sangat di sarankan putar lagu
   Yang menurut kalain melow....atau sedih, pake aerphone biar lebih ngefeel.

   Ulan nulis ini pake lagu
After the haertbreak-brelle von hugel

   Bakal ngefeel banget dah pasti...

____________

   Malam semakin larut, dan dari sejam yang lalu Jisung belum juga mau memejamkan matanya anggota Dreamis sudah tidur sejam yang lalu juga.
Mark yang tidur dengan kepala yang menengadah ke atas, Haechan yang tidur dengan bersandarkan pada Mark, Jeno yang di sampingnya tidur dengan Renjun saling menumpuhkan kepala Renjun pada bahu Jeno dan kepala Jeno ada di atas kepala Renjun, dan terakhir Chenle dan Jaemin yang tidur berbaring di sofa yang satunya berdua.

   Jisung menatap lamat wajah damai hyung-hyungnya yang tertidur pulas, terlihat sangat damai tapi sayangnya kenyataan yang harus mereka hadapi sangat rumit dan jauh dari kenyataan.

   Jisung berpikir akankah semua permasalahan ini berakhir, dengan sebagaimana semua permasalahan yang sangat rumit untuk di pecahkan semakin bertambah banyak.
   Jujur saja, dari semenjak ia menginjakkan kakinya lagi di negeri ini perasaannya sudah tak enak, aura yang di pancarkan hutan ini seperti tidak ingin dirinya ada di sini, seperti sangat menolak dengan keras kehadirannya di sini.

  Seakan-akan,
Dia itu bagaikan bencana besar yang akan merusak seluruh semesta.
   Perasaan buruknya bertambah saat penyerangan dadakan oleh sekelompok pria-pria yang entah siapa mereka, dan dengan tanda aneh yang ada di tubuh Jaemin yang dengan tiba-tiba saja muncul, ia berspekulasi kalau ini adalah pertanda baginya kalau alam, terutama hutan ini sangat menolak kehadirannya disini
   Sangat tak ingin dirinya berada di radius yang begitu dekat dengan hutan ini.

   Jisung memejamkan matanya, tapi dia tidak tidur!dia tengah merasakan kembali aura dingin dan panas yang di keluarkan hutan ini.

   Dan benar saja, aura itu seperti berkata padanya kalau ia tidak di perkenankan berada di sini. Sangat di tolak.

   Apa mungkin ini karna statusku??pikir Jisung.

   Seketika ia tersenyum miris,
Miris akan takdirnya yang membuat ia menjadi seorang penghianat tanpa penyebab, ia ingin marah, ingin mengalahkan ia kecewa marah dan sedih kala mengingat
Dirinya kini tidak di terima di negerinya sendiri.

  Ia ingin marah, ingin menyalahkan orang atas kekesalannya, tentang kekecewaannya yang menyatu dengan amarahnya tapi!orang yang membuat ia seperti ini adalah Mark.


   Mark Lee.

  Salah satu pemuda yang sangat ia sayangi, seorang Hyung terbaik baginya, panutannya yang tak pernah marah walaupun ia salah.
    Kekecewaan, kemarahan dan juga kekesalannya tak pernah bisa mengalahkan rasa sayangnya cintanya pada keluarganya.
    Tak pernah bisa, dan tak akan pernah bisa walaupun sekuat apapun ia mencoba.

    Akhirnya Jisung memendam semua itu sendiri, memberikan senyuman terbaiknya untuk yang terakhir kali pada mereka, senyuman yang mengisyaratkan kalau ia tak apa, ia baik-baik saja. Sampai ia menghilang yang kala itu membawa beribu-ribu kesakitan di tubuh dan batinnya.

   Ia merelakan sayapnya untuk sesuatu hal yang bahkan bukan dia yang melakukannya.
  Dunia memang sangat kejam.

  Dulu....dulu seikali, ia sempat berpikir untuk mati, seorang anak yang kalah itu berumur tujuh tahun terduduk di sebuah hutan yang gelap, sepi dan sangat menakutkan.
   Anak kecil itu hanya di temani oleh rasa sakit di sekujur tubuhnya, bahkan dengan menangispun tak membuat sakitnya hilang dari tubuhnya.

Park Jisung [ END | Revisi ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang