Ulan comeback..
Seharusnya update kemarin yah, tapi mala kepending Hari ini...
Oky happy reading
Mian for typo.
And don't forget to vote and coment yeorebun...
__________________
Dreamis Dan Jisung melanjutkan perjalanan mereka ke desa Arkot, setelah pertarungan kecil yang sedikit memakan waktu lebih membuat mereka cukup lelah karena harus kembali berjalan.
"Teman-teman, kita istirahat dulu yah"usul Jaemin. Kakinya keram hingga hampir tak mampu lagi berjalan.
"Yah!sebaiknya begitu....kau terlihat lelah sekali"sahut Renjun saat melihat raut kelelahan dari Jaemin.
"Kita harus cari tempat berteduh kalau begitu"sahut Jeno ia celingak-celinguk mencari pohon yang lebih rindang lagi, tapi sepertinya tidak ada.
"Hhmm....tak ada pohong yang lebih rindang di sini?apa kita sudah dekat dengan desa Tiras?"ucap Haechan.
Mark menggidikan bahunya tanda tak tau.
Karna tak adanya tempat berteduh jadilah Jaemin terpaksa duduk di tanah yang ia buat sedikit naik untuk ia jadikan tempat duduk.
Yang lain pun ikut duduk di tanah seperti Jaemin.
Jisung mendongakkan kepalanya menatap langit yang di halangi dedaunan dari pohon-pohon. Ia mengerutkan keningnya kala mengingat-ingat sesuatu.
Mereka baru berjalan sekitar tiga sampai empat jam, pertarungan tadi memakan waktu sekitar 56 menit terhitung empat jam setegah dan mereka pun berangkat pagi. Tapi kenapa langitnya sudah menunjukan sore hari, harusnyakan masih siang hari.
Jaemin menatap raut wajah Jisung yang seperti berpikir keras lalu menatap langit-langit. Jaemin terkekeh kecil saat menyadari apa isi pikiran Jisung.
Tidak ia tidak mempunyai kekuatan untuk mendengar isi pikiran seseorang, ia hanya menebak saja secara spekulasi logikanya.
"Jam di negeri Dreamland dan di bumi itu berbeda Jisung"sahut Jaemin pada Jisung.
Sontak saja Pemuda Park itu menatap Jeamin dengan matanya yang melotot lucu.
Astaga!!sudah tujuh belas tahun tapi wajahnya tetap seperti anak tujuh tahun oh bahkan lima tahun.
"Maksudnya?"tanya Jisung, ia kira semua jam di semesta menunjukan hal yang sama.
"Jam di negeri dreamland berbeda dengan di bumi!!jam di negeri ini berputar lebih cepat dari yang di bumi"jelas Mark.
"Ah begitu"balas Jisung
Dalam pikirannya!!sepuluh tahun memeng cukup untuk ia tak mengenal negeri asalnya.
Diam-diam ia tersenyum miris sendiri.
Ekor matanya tak sengaja menatap Jaemin yang tengah mengurut kakinya, sepertinya kakinya benar-benar keram hingga perluh di urut seperti itu.
Tapi ada yang aneh!di bagian betis kiri Jaemin terdapat tanda hitam yang aneh, dan sepertinya juga ia seperti menahan panas saat selapak kirinya bersentuhan dengan kaki kirinya.
Sontak saja Jisung mendekati Jaemin.
Jaemin sendiri yang melihat Jisung mendekatinya menatap pemuda itu binggung.
"Kakimu kenapa Hyung?"ucap Jisung
"Kakiku keram"balas Jeamin sembari tersenyum lebar.
"Tidak bukan itu!!"sahut Jisung yang membaut mereka semua kebingungan.
"Ini!!betis mu kenapa....tanda hitam apa ini"lanjut Jisung sembari memegang betis kaki kiri Jaemin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Park Jisung [ END | Revisi ]
Fantasy"My destiny is to die for the universe, and the course of my life is determined by the contents of the book of eternal life. " - Park Jisung. :: Start : 24 Jul 20🍂 :: End : 04 Apr 21🍁
![Park Jisung [ END | Revisi ]](https://img.wattpad.com/cover/204080357-64-k779570.jpg)