Mian slow up.
Ulan lagi unmood buat nulis:(
Happy reading
Mian for typo
And don't forget to vote and coment yeorebun..
_________
Masih dalam situasi yang sama di dalam gelapnya goa yang di masuki oleh Mark, Jisung , Jeno , Haechan , Renjun dan juga Chenle.
Sudah terhitung tiga jam mereka berjalan masuk ke dalam goa ini, tapi belum juga menemukan jalan keluar, oh! Jangankan jalan keluar, tanda-tanda keberadaan Jaemin sekalipun tak mereka temukan selama tiga jam berjalan.
"Aku jadi tidak yakin kalau ini hanya goa biasa"seru Renjun memecahkan keheningan mereka semua.
Mereka sekilas menatap Renjun sembari berjalan dan kembali menatap ke arah depan
Sesekali Renjun, Jeno dan Haechan menelisik dinding-dinding goa yang terlihat dari pantulan cahaya dari api milik Mark.
"Aku rasa juga begitu, dinding tanah dari goa ini terlihat sangat tebal tapi tebing yang kita lihat di luar tidak sebesar yang kelihatannya, tidak mungkin juga goa ini mengarah kebawah tanah....kita berjalan lurus secara horisontal bukan vertikal"seruh Haechan menambahkan ucapan Renjun.
"Goa ini memang tampak aneh?mungkinkah goa ini memang bukan goa biasa"tanya Chenle.
"Aku juga tidak tau pasti, tapi sepertinya goa ini memang tidak biasa"sahut Mark membenarkan, ia juga sedari tadi berpikiran begitu.
"Aku pikir, ini adalah kekuatan manipulasi!seperti ada seseorang yang membuat illusi mata yang membuat goa ini tampak panjang tapi sebenernya kita hanya berputar-putar di dalamnya"ucapan Jisung sontak membuat mereka semua menghentikan langkah masing-masing dan menatap tepat ke arah Jisung.
"B-benarkah itu?"ucap Haechan terkejut, ia tidak berpikir soal kekuatan memanipulasi dan juga illusi mata.
"Aku baru menyadarinya setelah Renjun Hyung berkata kalau goa ini tak biasa....dan dari situ aku mulai curiga akan sesuatu, dan kurasa kecurigaan ku benar adanya"seru Jisung kembali, membuat mereka semua mendesah frustasi karena tidak menyadari akan hal itu.
Chenle dan Haechan dengan tiba-tiba menempel telapak tangan mereka pada dinding goa tersebut, berniat mencoba merasakan kalau ada suatu aliran kekuatan yang mengalir atau tidak.
Dan saat mereka berdua menjauhkan telapak tangan mereka ada dua keanehan yang terjadi
"Aku tidak merasakan apapun tapi aku melihat sesuatu"ucap Haechan.
"Aku merasakan sesuatu tapi tidak melihat apapun"ucap Chenle
Selesai melontarkan ucapan mereka keduanya saling menatap dengan kening mengerut, yang lainnya malah menatap mereka terkejut apa lagi dengan ucapan dari keduanya.
Mark jadi teringat saat pertama kali bertemu dengan tuan Cha.
Saat itu tuan Cha menyebutkan ada banyak barang peninggalan raja Woseo yang tersimpan di ruangan dimana mereka berbincang pertama kali, saat itu mereka tidak melihat apapun bahkan satu barang apapun yang tampak seperti peninggalan raja pertama negeri dreamland.
Tapi lain halnya dengan Chenle dan Haechan.
Heachan yang dapat melihat barang tersebut dan Chenle yang bisa merasakan kekuatan dari barang-barang tersebut.
Sama persis seperti sekarang tapi dengan objek yang berbeda.
"Itu adalah salah satu kelebihan yang di berikan simbol yang kita miliki"ucap Mark meniru perkataan tuan Cha tempo hari.
"Hah!!apa??"seru Jeno yang tidak mendengar jelas ucapan Mark.
"Kelebihan dari simbol yang kita miliki"ulang Mark secara singkat agar yang lain dapat mengerti.
KAMU SEDANG MEMBACA
Park Jisung [ END | Revisi ]
Fantasy"My destiny is to die for the universe, and the course of my life is determined by the contents of the book of eternal life. " - Park Jisung. :: Start : 24 Jul 20🍂 :: End : 04 Apr 21🍁
![Park Jisung [ END | Revisi ]](https://img.wattpad.com/cover/204080357-64-k779570.jpg)