STORY=50

1.1K 148 18
                                        


    Mian gengs harus di unpublis, yg udah baca ngak usah baca lagi ngak apa-apa^°^
   Cuman di revisi bagian akhir kok:-D

   Happy reading
  Mian for typo
    And don't forget to vote and comment

_________________






      Masih di negeri ACESYAS, Jisung dan yang lainnya di tempatkan d satu kamar yang sama, sebenarnya Yeonjun sudah menawarkan kamar masing-masing untuk mereka tapi ketujuh pemuda itu memilih satu kamar saja untuk mereka bertujuh. Dan Yeonjun mengiyakan permintaan mereka tentunya.

Kamar yang di sediakan Yeonjun memiliki tiga kasur, dua di antaranya berukuran sedang dan satunya lagi berukuran besar, Jaemin dan Haechan menempati kasur sedang begitu pula dengan Renjun dan Chenle, dan sisanya yaitu Mark Jeno dan Jisung menempati kasur besar. Mereka nampak tertidur pulas dan nyenyak, tapi sepertinya tidak dengan Jisung, pemuda bersurai pirang kabur itu nampak tidak tertidur, Jisung memang memejamkan matanya, tapi hanya menutup matanya tidak benar-benar tidur, ada sesuatu yang nampak menggangguk pikirannya sedari tadi.
Badanya terasa lelah dan letih, ia membutuhkan istirahat ia ingin tidur, tapi satu persoalan yang kini menghantui pikirannya seakan-akan tidak memberikan ia waktu untuk beristirahat sejenak, pikirannya memaksa ia terus berpikir, berpikir dan berpikir.
Ia tau. Sangat tau, semua perkara dan permasalahan tentang dirinya dan mereka belum terselesaikan, jalan yang harus ia tempuh masih sangatlah panjang, bahkan mungkin ia belum melangkah maju, masih berdiri di tempat yang sama tanpa adanya pergerakan maju yang pasti.

Ia juga paham, semua teka-teki ini tak akan terselesaikan dengan sendirinya, kekuasaan gelap yang mengubah negeri bahkan jalan takdir di semesta tak akan hilang dengan sendirinya, tak akan berakhir tanpa ada yang mengakhiri.

Tapi ia butuh istirahat, semua makhluk yang bernapas butuh istirahat, makhluk yang di katakan abadi pun punya batas kekuatan mereka.
Tapi otaknya benar-benar tidak bisa berkompromi dengannya.

Awalnya, Jisung berganti giliran ke kamar mandi dengan Haechan yang membersikan tubuhnya yang lengket karna debu dan keringat, giliran Jisung yang paling terakhir. Dan saat ia keluar dari kamar mandi, ia mendapati rambutnya yang kini berwarna pirang , saat menatap pantulan dirinya di kaca besar di kamar yang mereka tempati ini. tak terlalu pirang sebenarnya, warna rambut Jisung yang berwarna coklat dengan sedikit pirang di depannya berganti dengan pirang keseluruhan.
Jisung mengerutkan keningnya, ia kebingungan dengan hal-hal yang terjadi padanya, ia terkejut tentu saja. Jisung mengarahkan pandangannya pada hyung-hyungnya dan mendapati mereka sudah tertidur pulas, Jisung jadi tak enak hati untuk membangunkan mereka hanya karena perkara warna rambut yang berganti dengan sendirinya, jadi lah sekarang ia diam dengan pikirannya yang berkecamuk mencari jawaban tentang apa yang terjadi padanya.

Jisung menatap keluar jendela, langit masih menampakkan warna gelap, dengan titik-titik putih bercahaya, Jisung bangkit dari tidurnya dan berjalan keluar kamar. Berniat mencari angin malam agar pikirannya sedikit lebih tenang dengan segala macam hal yang masih menjadi tanda tanya besar dalam dirinya.

Jisung berjalan menelusuri lorong panjang yang di depannya, ia seperti Dejavu sekarang, berjalan lurus tanpa adanya tujuan dan singgahan. Jisung tersenyum miring mengingat hal itu. Akan tetapi langkah kakinya terhenti saat melihat salah satu pintu di lorong ini sedikit terbuka dan memperlihatkan sedikit cahaya keemasan dari sela pintu yang terbuka. Jisung berjalan mendekat ke arah pintu tersebut, dan sedikit mengintip dari sela pintu yang terbuka itu.
Manik mata sipit milik Jisung mendapati Yeonjun yang berdiri di depan sebuah tungku besar yang ada di tengah ruangan tersebut, dari tungku itu keluar cahaya keemasan seperti dengan manik mata Yeonjun sekarang, tak berselang lama. Manik mata Jisung mendapati Yeonjun tengah menatapnya, dan benar saja. Yeonjun tengah menatap kearah.

Park Jisung [ END | Revisi ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang