STORY=37

1.2K 136 9
                                        


   Double up..

    Happy reading..

  Mian for typo
  And don't forget to vote and comment.

_____________








   Tok

Tok..

   Terdengar ketukan pintu yang di ketuk oleh seseorang membuat anak-anak adam yang tenga sibuk dengan aktivitas mereka terbuyarkan dengan asal suara.

    Wooyoung yang tengah meneliti sesuatu menoleh kecil ke pintu ruangan lalu beralih lagi pada beberapa kertas dan buku di mejanya.

  Mingi yang duduk dekat dengan pintu masuk pun berdiri dari duduknya dan membukakan pintu.
  Saat pintu itu terbuka, tampaklah Yeosang bersama sengan Hyujae dan Hyuji yang berdiri di ambang pintu, tak butuh waktu lama Mingi mempersilakan mereka masuk kedalam yang ternyata juga ada Taeyong, dan Jaehyun bersama anggota Ateez lainnya.

   "Oh kalian...masuklah"ucap Mingi, ia sedikit menggeser tubuhnya untuk memberikan jalan agar ketiganya dapat masuk.

  Yeosang juga Hyujae dan Hyuji berjalan masuk kedalam ruangan pribadi Wooyoung yang tak terlalu luas dan tak terlalu besar juga, ruangan yang penuh dengan barang-barang penelitian milik Wooyoung sendiri, buku sejarah dan berbagai jenis buku lainnya. Di dalam ruangan ini juga tersedia sofa yang empuk untuk di duduki, meja juga bangku-bangku tunggal seperti yang di pakai Wooyoung saat ini.

  Yah!setiap anggota Ateez memiliki ruangan pribadinya masing-masing di kastil zyambu ini, begitu juga Hyujae dan Hyuji juga memilikinya!jangan tanya kalau Jisung juga mempunyainya, karna sudah pasti dia juga punya.

   Tuan Cha segaja memberikan fasilitas pribadi untuk mereka masing-masing karena menurut beliau mereka semua membutuhkan fasilitas individu untuk mereka menggunakan kemampuan mereka.

  Hyujae berjalan mendekat ke arah Wooyoung yang tengah fokus melihat isi buku yang sangat tebal di depannya, begitu banyak kertas yang sudah penuh dengan tinta hitam yang di torekan pemuda Jung tersebut.

    Sementara Hyujae mengarah pada Wooyoung, Yeosang dan Hyuji memilih mendudukkan dirinya di sofa dekat dengan pintu, tempat yang sama pula dengan Mingi.

   "Sudah mendapat sesuatu?"tanya Hyujae pada Wooyoung.

   Wooyoung sendiri tak merespon lebih, hanya gelengan kepala yang ia berikan sebagai jawaban dari pertanyaan Hyujae barusan
   Melihat Wooyoung yang sangat fokus dengan buku di depannya, Hyujae jadi sungkan sendiri kalau harus menambah kerja pemuda Jung tersebut, biar bagaimanapun Wooyoung sahabat kakaknya dari kecil walau berbeda bangsa, ia akan sungkan diri sebagaimana ia di depan kakaknya.

    Yah, peran Yeosang sebagai seorang kakak di mata si kembar sangat berarti, bagaimana tidak Yeosang lah satu-satunya orang yang selalu membantu mereka kala kesusahan, menjadi pengganti ayah yang kala itu sangat sibuk dengan berbagai aktivitas di kerajaan dan seorang ibu yang mana sudah tak ada.
    Tak heran jika Hyuji dan Hyujae sungkan dan takut pada Yeosang.

   Tapi sayang sekali, ini bukan kisah tentang peran seorang Kang Yeosang dari bangsa Vampir di mata adik-adiknya, sayang sekali bukan!!

   Sriiingg....

  Sebuah kertas melayang di depan Hyujae dan Wooyoung, sontak mereka semua menatap kertas itu.
  Tangan Hyujae terangkat memegang kertas tersebut dan dapat ia lihat sebuah gambar pola random, Hyujae sempat mengerutkan keningnya menatap gambar yang sepeti di coret-coret itu.

Park Jisung [ END | Revisi ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang