Kayaknya buat chap flashback ulan tunda dulu, ada chap yang kelupaan soalnya.
Happy reading~~mian for typo.
______________________________
Kobaran api yang sangat besar, membakar dan menghanguskan sebuah pemukiman di sebelah barat daya dari kerajaan dreamland, api yang membakar luas itu membuat kepanikan warga pemukiman itu, tak sedikit orang-orang tak bersalah tewas dalam kejadian tersebut. Banyak yang kehilangan orang-orang terdekat sanak saudara mereka.
Tangisan pilu terdengar di mana-mana, anak-anak, bahkan di orang dewasa sekalipun, terdapat rasa marah, sedih dan panik menjadi satu di dalam diri setiap orang yang masih bertahan dalam peristiwa tersebut.
Di lain sisi, di saat para penduduk ketakutan, ada satu orang yang seakan sangat bahagia melihat penderitaan banyak orang.
Tapi dari sini dapat disimpulkan, kalau ialah yang menjadi dalang dalam kebakaran ini, tawanya terdengar di sela-sela teriakan para penduduk, ia tertawa seakan kejadian di depan matanya itu adalah peristiwa yang sangat menyenangkan dan membahagiakan, tak ada sedikitpun rasa bersalah dan penyesalan pada dirinya.
"LARILAH.... HAHAHA!!"teriaknya sembari tertawa terbahak-bahak melihat satu persatu penduduk pemukiman itu lari ketakutan karena ulahnya.
Entah apa yang ada di pikiran orang itu, sampai ia tega membuat orang-orang yang tak bersalah itu menderita.
"YAAA....HAHAHA"teriaknya lagi.
Tampa sengaja matanya menangkap sosok kecil yang bersembunyi di reruntuhan bangunan yang telah hangus terbakar tak jauh darinya, sosok kecil itu meringkuk ketakutan sembari bergumam memanggil nama ibunya, wajahnya basah karena air matanya, matanya bengkak karena menangis, jika seseorang melihatnya pasti akan merasa iba, tapi tidak untuk pria berbadan besar berotot yang melayang di udara itu.
Ialah orang itu, dalang dari kebakaran itu.
Smirknya muncul di wajahnya, entah apa lagi yang ia pikirkan, tapi ketahuilah apapun yang akan ia buat, semuanya akan menjadi buruk, karna tak ada titik baik pada dirinya, lihat saja tangannya yang terangkat, di ikuti seorang anak kecil laki-laki yang tengah menangis ketakutan, anak kecil itu memberontak di udara sembari memegang lehernya yang seperti tercekik itu.
Tak lama terdengar suara teriakan seorang wanita dan seorang pria.
"Anakku!!ANAKKU TIDAK"tangisan wanita itu pecah saat melihat anak laki-lakinya yang masih kecil hampir kehabisan nafas.
"TOLOONG LEPASKAN PUTRAKU.... JANGAN SAKITI DIA"teriak pria yang ada di samping wanita yang tengah menangis bersujud.
Mereka berdua bersujud di tanah, sembari memohon agar pria kekar itu melepaskan putranya yang tengah menderita itu.
Anak laki-laki yang baru berumur delapan tahun itu memberontak dan menangis melihat Ayah dan ibunya yang juga menangis di bawahnya.
"tak akan aku lepaskan hahaha...."ucap pria kekar itu, lalu cekikan di leher anak kecil itu semakin kuat.
"t-t-tolong....to-tolong!!a-yah h-hiks"ucap anak itu, nafasnya tercekat tak mampu ia untuk bertahan.
"TIIDAAK... TIDAK ANAAKKU"tangisan ibu dari anak itu kembali pecah.
"JANGAN KU MOHON...JANGAN SAKITI DIA...JANGAN BUNUH ANAKKU.....IA TAK BERSALAH"kini teriakan ayah anak kecil itu terdengar, ia dan istrinya terus menerus memohon, tangisan mereka tidak dapat di bendung lagi, saat melihat putra kecil mereka yang tengah tersiksa itu.
Si pria kekar itu bukannya iba, atau melepaskan cekikannya ia malah tertawa terbahak-bahak melihat permohonan kedua orang tua dari anak kecil yang tengah ia cekik itu, dan menambah kuat cengkraman di leher anak kecil itu, dapat di lihat kalau anak kecil itu mulai kehilangan nafas, ia meronta-ronta untuk dilepaskan, sampai akhirnya ia mulai kehilangan kesadaran dirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Park Jisung [ END | Revisi ]
Fantasy"My destiny is to die for the universe, and the course of my life is determined by the contents of the book of eternal life. " - Park Jisung. :: Start : 24 Jul 20🍂 :: End : 04 Apr 21🍁
![Park Jisung [ END | Revisi ]](https://img.wattpad.com/cover/204080357-64-k779570.jpg)