STORY=21

1.7K 171 12
                                        

   Happy reading^^

  Mianhae for typo^°^

  Don't forget to vote and comment.....

_____________________________

    Jisung memposisikan Taeyong di punggungnya, ia menggendong tubuh kurus Taeyong yang kini mulai terasa dingin, Ten dengan tatapan sulit di artikan mengikuti Jisung dari belakang.

    Jisung memfokuskan kembali tatapannya, dan tak butuh waktu lama manik mata berubah menjadi warna biru laut, Jisung tak bisa menggunakan tangannya, kedua tangannya ia gunakan untuk menopang tubuh Taeyong di punggungnya agar tidak jatuh, jadilah ia menggunakan pikirannya untuk membuka portal.

   WHUSSS

   
  Sebuah lingkaran kebiruan muncul di hadapan mereka bertiga, langsung saja Jisung berjalan masuk kedalam portal itu dan di ikuti Ten di belakang.

  Saat ketiganya tidak terlihat lagi, portal itupun menghilang seketika dari jangkauan mata memandang.

__

   

    Dan disinilah ketiganya, Jisung yang memang hampir setengah hidupnya ia habiskan dengan datang kemari sudah sangat hafal tempat dan daerah sekitar saat melewati portal miliknya, tapi beda lagi dengan Ten yang selama ini tidak menyangka akan ada tempat seperti ini, bahkan dengan kekuatan berpindah dimensi yang ia punya Ten tak pernah sekalipun menginjakkan kaki di tempat seperti ini, dan ini kali pertama ia melihat tempat ini.

    "Ayoo"ucap Jisung, ia membuyarkan lamunan Ten yang masih menelisik bentuk luar dari zyambu.

   Yah, Jisung membawa Ten dan Taeyong ke zyambu, ini kali pertamanya ia membawa orang lain selain ia dan si gadis vampir kembar.

   Ten mengikuti kemana langkah kaki Jisung membawahnya, sembari matanya kembali menelisik tempat yang baru pertama kali ia datangi ini, jujur saja Ten terkesima dengan tempat ini, bangunnya ya memang tak terlalu besar layaknya istana pada umumnya, jika di bandingkan dengan rumah mewah di bumi, bangunan ini mungkin dua kali lipat besarnya, arsitektur gedung yang tampak sangat tua tapi memberikan kesan klasik dan elegan di saat bersamaan, tumbuhan-tumbuhan yang hidup di sini pun tampak sangat hijau, bahkan di sini ada tanaman obat-obatan langkah yang butuh bertahun-tahun lamanya menemukan tumbuhan obat itu, sungguh Ten di buat terkejut dan terkesima di saat bersamaan.

   Ten asik dalam dunianya sendiri, sampai ia tak sadar jika mereka sudah sampai di tujuan.

   Di depan mereka bertiga terdapat pintuh tak terlalu besar tak terlalu kecil juga untuk ukuran manusia,

   "Tolong ketuk pintunya"ucap Jisung lagi.

    Ten pun tampa banyak bertanya langsung mengetuk pintu itu tiga kali.

  Tok

Tok...tok..

  Ceklek...

   Saat pintu di buka, entah untuk ke berapa kalinya Ten di buat terkejut lagi, di depannya kini berdiri seseorang yang sudah sangat lama menghilang dari Dreamland dan tiba-tiba saja ada di depannya Ten pun kembali diam seribu bahasa.

   "Ayo masuk dulu!ayoo"ucap orang itu.

  Jisung langsung saja masuk kedalam saat tuan Cha menyuruh mereka masuk, tapi berbeda dengan Ten yang malah membatu di tempat

   "Ten ayo masuk"ucap tuan Cha pada Ten.

  "P-paman"lirih Ten, matanya berkaca-kaca, menatap sesosok yang sudah sangat lama ia rindukan setelah kedua orang tuanya,

Park Jisung [ END | Revisi ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang