STORY=55

989 141 11
                                        

      

  

    Gomawo for 55,3k + readershuhu mian Ngak bisa banyak-banyak up hiks:(

  Happy reading
  Mian for typo and don't forget to vote and coment

_____________




    "Kelahiranmu saat itu bertepatan dengan di mulainya erah Pioriks Zein, Pioriks Zein sendiri adalah julukan untuk takdir dari salah satu kehidupan yang mulia yang di anugerahi oleh Roh semesta, seperti artiannya Zein iyalah Anugerah"jelas ayah Jisung.

    Jisung mendengarkan dengan saksama kata demi kata dan kalimat demi kalimat.
  Jisung memutuskan menghabiskan malam hari ini bersama ayahnya juga dengan beberapa kisah lalu juga sejarah lalu yang belum sempat ia ketahui, Dreamis tengah ikut dengan penasehat Nam entah kemana Jisung juga tidak tau, ibunya tengah pergi ke tokoh yang di kelola beliau selama berada di sini, awalnya ia sudah di suruh beristirahat bersama Dreamis yang di kamar yang telah sang ibu siapkan
   Tapi sebelum ia beristirahat, Jisung ingin mendengarkan setidaknya beberapa potongan-potongan sejarah masa kecil dan juga silsilah turun temurun nya yang belum sempat ia ketahui sepuluh tahun silam.

    "Lalu??apa ada arti dalam kelahiranku itu?maksudku.....apa ada sesuatu di balik lahirnya aku ke dunia"tanya Jisung, ia pernah memikirkan ini dulu, adakah sesuatu yang berhubungan dengan kelahirannya, sesuatu yang mungkin sangat berarti atau sangat istimewa dalam kelahirannya.
    Mengetahui kalau ia lahir pada generasi erah Pioriks baru sangat membuatnya terkejut, maka dari itu pemikiran kalau ada sesuatu di balik lahirnya ia muncul seketika dalam benaknya.

    "Kelahiranmu sudah di ramalkan oleh seorang wizard dari, kelahiranmu berkaitan juga dengan ramalan Gidiloc, apa kau tau ramalan itu.....ramalan itu muncul..."

   "Saat rotasi bintang Nadiv, aku sudah tau....aku sebelum kesini bertemu dengan salah satu orang yang hhmm....lumayan tau, dia menceritakan ku tentang ramalan itu, tapi tidak dengan artinya"ucap Jisung memotong cerita ayahnya.
    Ayahnya sedikit terkejut, tapi untungnya Jisung sudah mengetahui soal ramalan itu, ia jadi penasaran siapa orang itu.

   "Oh begitu yh!!hhmm, soal artinya ayah juga tidak tau....bahkan tidak ada yang tau selain dia si Wizard itu"ucap ayahnya Jisung.
   Jisung nampak berpikir sejenak lalu berucap kembali.
   "Ramalan Gidiloc itu muncul Beratus bahkan berjuta-juta tahun lalu buhkan, buhkan kah seorang wizard tidak memiliki umur yang sepanjang itu?"celetuk Jisung, ucapannya itu sontak membuat sang ayah berpikir, perkataan Jisung ada benarnya juga tidak mungkin wizard hidup dengan umur yang layaknya seorang vampir.

    "Kau benar juga....."ucap ayah Jisung.

  Ceklek....

    Pintu kamar kedua orang tua Jisung terbuka, menampilkan seorang wanita cantik dengan senyum manisnya berjalan masuk dan merangkul juga mencium puncuk kepala Jisung.

   "Ibu sudah pulang"tanya Jisung.

  "Yah, di tokoh ternyata ada beberapa yang memesan bunga untuk acara pernikahan....jadi mereka memesan pada kita untuk lusa dan akhir pekan nanti"ucap ibu Jisung seraya dengan senyum nya.

  "Waa...bagus kalau begitu"balas ayah Jisung

  Kemudian mereka bercengkrama bersama, bercerita hal-hal random di selingi tawa dan candaan terlihat seperti keluarga bahagia yang tentunya sangat harmonis, baik Jisung dan kedua orang tuanya sangat merindukan moment-moment indah seperti ini.
    Sampai suasana menjadi sedikit tegang dengan ucapan sang ibu.

   "Di tokoh.....ibu sempat menemuiku"ucap sang ibu pada ayah Jisung.
   Jisung diam menyimak dengan pikiran yang berkecamuk bingung, apa kata "ibu" yang di ucapkan ibunya barusan itu adalah neneknya?ibunda dari sang ibu.
    Benar juga, sejak kecil ia tidak pernah bertemu dengan sosok ibu dan ayah dari ibunya, bahkan ibu dari ayahnya ia tidak tau, yang ia tau ayah dari ayahnya Jisung yang berjabat sebagai raja sebelum ayahnya yang sudah tiada.

Park Jisung [ END | Revisi ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang