____________________
Masih dalam rangka festival lampion,
Setelah menunggu lama, mempersiapkan dekorasi-dekorasi yang beragam warna dan segala macamnya,
Kini festival yang diselenggarakan setiap tahun sekali itu, kini resmi di mulai.
Dengan pidato singkat yang dibawakan oleh raja, yang mana di dampingi oleh sang ratu dan juga sang putra, tak lupa dengan para perdana menteri, petinggi-petinggi, dan juga beberapa penjaga yang mengawal dari belakang
Setelah pidato selesai, baru di sambung oleh tari-tarian dari penari-penari istana yang terpilih untuk mengambil bagian dari festival itu.
Selama musik masih mengiringi para penari tak sering beberapa orang ikut bergabung menari bersama.
Bahkan sampai anak-anak kecil pun ikut serta di sana.
Mereka semua nampak bahagia dan senang, mereka semua sungguh menggunakan waktu ini sebagai waktunya mereka untuk having fun, tak ada duka dan gunda yang muncul di wajah dari setiap orang, hanya ada kesenangan, kebahagiaan dan kegembiraan yang tak dapat mereka ungkapkan dengan kata-kata, mereka semua berpesta seakan tidak ada lagi hari esok
Tapi bukankah itu bagus, dari raut wajah mereka yang sangat terlihat gembira, itu berarti bahwa mereka menikmati festival tersebut dengan kegembiraan yang nampak kentara.
Berpindah ke arah lain.
Tak hanya orang-orang kalangan menengah yang tengah menikmati meriahnya festival lampion ini, kalangan atas pun nampak sangat menikmati betapa meriahnya perayaan tersebut, salah satunya para bangsawan, dan orang-orang penting.
Terutama sang Raja, pemimpin negeri Dreamland yang bijaksana, beserta anak dan istrinya.
Beliau tengah berjalan-jalan dengan anak dan istrinya tercinta, sembari menikmati kemeriahan yang tengah berlangsung, beliau tengah berjalan sembari mengendong anak kecil laki-laki berumur dua tahun, awalnya mereka berniat untuk mengunjungi sebuah kedai yang lumayan terkenal akan betapa nikmatnya menu-menu yang disajikan kedai tersebut.
Berhubung juga pemilik kedai itu adalah kenalannya, bisa di bilang sahabat beliau.
Akan tetapi sang raja mungkin harus menunda terlebih dahulu keinginannya untuk mengunjungi kedai yang ia maksud, sebab melihat gelagat putranya yang sedari tadi melihat kesebuah kedai kecil yang tak jauh dari sana, ia menyadari nya tapi ia tidak tau kemana arah pandangnya putra semata wayangnya itu.
Anak laki-laki itu sedari tadi melihat kearah kedai itu, anak yang masih berusia dua tahun itu, bahkan tidak berkedip sama sekali, melihat kedai itu mulai sedikit menjauh seiring mereka berjalan.
Sadar dengan kemana arah pandang manik mata kembar putranya tujuh, sang ibu pun mengikuti arah pandang putranya.
Dan ia tau sekarang.
Jisung kecilnya ingin mainan.
Yah, kedai kecil itu menjual beberapa macam mainan, mulai dari yang kecil sampai yang berukuran sedang.
"Jisung..."panggil sang ibu, beliau menepuk-nepuk pelan lengan kecil nan gembul sang anak.
Sadar dengan tepukan sang ibu, anak kecil itu pun, memalingkan wajahnya dari kedai ke wajah ibunya yang tengah tersenyum kepadanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Park Jisung [ END | Revisi ]
Fantastik"My destiny is to die for the universe, and the course of my life is determined by the contents of the book of eternal life. " - Park Jisung. :: Start : 24 Jul 20🍂 :: End : 04 Apr 21🍁
![Park Jisung [ END | Revisi ]](https://img.wattpad.com/cover/204080357-64-k779570.jpg)