Langit yang sedang cerah dan tersenyum sepertinya tak sama dengan suasana mendung hati Cho Kyuhyun, Pria itu terlihat lebih seperti seorang pria yang tak terima karena di tinggal kekasihnya diam-diam untuk menikah dengan pria lain.
Kelam-nya raut wajahnya yang terpancar bercampur dengan segala kepanikan adalah dua hal yang berteman dalam diri Kyuhyun dua hari ini.
"Kau bisa membangkitkan rasa sakit kepala-ku jika terus berjalan mondar-mandir seperti itu di hadapanku, Tenanglah sedikit Cho Kyuhyun".
Pria itu menatapnya buas, Layaknya seekor raja hutan yang baru saja di lepas pada area pemukiman warga.
"Setidaknya dalam dua hari ini kita tak mendapat berita buruk tentang Yu Ra, Gadis itu pasti baik-baik saja dimana pun dia berada sekarang".
"Tutup saja mulutmu sialan. Kehadiranmu sama sekali tak membantu".
Cho Kyuhyun selalu sama.
Pria ini tak berubah sama sekali.
Bicara-nya yang terkadang frontal dan sikapnya yang dingin juga peringai-nya yang buruk adalah perpaduan sempurna dalam diri pria ini.
"Wajahmu. Wajahmu tak perlu frustasi seperti itu, Bukankah kau membawa Han Yu Ra ke dalam hidupmu untuk misi balas dendam-mu? Lalu kenapa jika gadis itu menghilang sekarang? Bukankah lebih baik karena kau tak perlu menggunakan tanganmu sendiri untuk melenyapkannya? Dia sudah mengilang dengan sendiri".
"Yah, Choi Young In-ssi. Diamlah jika kau tak ingin kehilangan kepalamu".
Pria yang disebut namanya itu hanya tersenyum sembari menelan jus jeruknya.
Choi Young In, Asisten pribadi sekaligus orang yang bersahabat lama dengan pria otoriter ini. Pria ini hampir dikatakan mengetahui semua tentang Kyuhyun termasuk dengan cerita yang pria itu bawa sampai detik ini keatas pundaknya.
"Lalu kau tak perlu menelepon-ku sialan hanya untuk masalah ini jika hanya menyuruhku untuk diam". Kyuhyun menatapnya bengis, Ia melanjutkan, "Kau mengganggu waktu liburku dengan kekasihku".
"Yak—".
"Baiklah, Baiklah aku mengerti. Ouwh, Tak perlu memasang raut seperti itu. Wajahmu terlihat semakin menyeramkan".
"Dan lagi aku menyuruhmu ke Hongkong untuk bekerja menggantikanku menghadiri acara sialan itu bukan untuk berlibur".
Young In tersenyum sebentar kemudian berjalan kearah dimana Kyuhyun berdiri sejak tadi, "Rekaman yang kau berikan padaku, Aku sudah menganalisis-nya". Kyuhyun menatapnya penuh harap, "Gadis kecilmu jelas terlihat naik keatas mobil itu namun ada yang aneh".
"Apa? Katakan".
Mendengus asal, Young In melanjutkan, "Mobil itu jelas sudah terparkir disana selama satu jam. Seolah memang menunggu kedatangan Yu Ra".
"Ye?".
"Dari rekaman lain yang kulih—".
"Yah, Rekaman lain apa? Aku hanya memberimu satu rekaman dan itu hanya dari kamera pengawas diluar area kamar Lee Mi Young".
Menghela nafas dan mencoba untuk bersabar, Young In melanjutkan dengan menekan rahangnya, "Untuk itu jangan memotong kalimatku dulu tuan menyebalkan, Sungguh aku ingin menenggelamkanmu ke dasar samudera sekarang".
Dengan suara yang masih datar Kyuhyun berkata, "Lanjutkan".
Menghela nafas sekali lagi, Young In berkata, "Rekaman dari kamera pengawas yang kau berikan padaku itu tak cukup, Aku melihat ada sesuatu yang janggal dari rekaman itu lalu aku melihat jika di waktu yang sama ada mobil lain yang terparkir tak jauh dari mobil yang menunggu Yu Ra jadi aku berusaha mendapatkan rekaman dari sisi mobil yang terpakir itu".
ANDA SEDANG MEMBACA
Love Punishment, End.
RomansJadi apa yang akan kau lakukan jika orang yang selama ini berada paling dekat denganmu justru menjadi alasan kehancuran kebahagiaanmu, Apa kau akan memilih untuk membunuhnya? Atau membiarkannya tetap berada di sampingmu untuk menghancurkannya secara...
