"Yu Ra-ah".
Dengan sangat perlahan Young In melebarkan senyumnya ketika melihat kedua mata gadis ini yang terbuka pelan, "Kau sudah sadar". Itu bukan pertanyaan, "Hahhh aku luar biasa senang".
Yu Ra belum memberikan banyak respon padanya, Gadis itu hanya mengedipkan mata sesekali sembari menggerakkan kedua bola matanya seperti mencari seseorang.
Apakah...
"Kau membutuhkan sesuatu? Atau butuh kupanggilkan dokter untuk memeriksa keadaanmu?".
Yu Ra menggeleng teramat pelan, "Kenapa aku ada disini?".
"Ye?".
"Seharusnya aku bersama ayah dan ibuku yang berada di surga sekarang".
Apa yang harus ia katakan sekarang?
Tepat ketika ia akan berucap kembali, Pintu ruang rawat Yu Ra terbuka dan memunculkan Kyuhyun dengan wajah yang pria itu tekan menjadi sangat datar.
"Artinya Tuhan belum memberi izin padamu untuk mati". Seru Kyuhyun dingin.
"Yak, Cho Kyuhyun jaga bicaramu. Dia baru saja sadar, Jangan membuatnya tertekan".
Kyuhyun melirik padanya sebentar lalu berkata, "Bukan urusanmu. Lagipula bukankah kau harus di kantor sekarang? Kenapa masih bersantai disini?".
"Wah, Lihatlah siapa yang bicara". Young In mendengus sebentar lalu melanjutkan, "Jika bicara siapa yang harus berada di kantor itu kau sialan dan siapa yang menyuruhku berjaga disini semalam? Aku bahkan tak sempat mengganti pakaian-ku".
Kyuhyun tak menghiraukan ucapannya, Pria itu kembali menatap Yu Ra datar dengan berkata, "Kau sudah cukup kuat untuk pulang kembali?".
"Yak, Cho Kyuhyun". Sahut Young In.
"Kenapa kau suka sekali menyusahkan dirimu sendiri? Bukankah seharusnya kau senang melihatku hampir meregang nyawa? Kenapa bersusah dan membuatnya rumit dengan membawaku kesini?".
"Yu Ra-ah—".
Yu Ra mengacuhkannya dan lebih memilih untuk kembali berkata sembari menatap Kyuhyun, "Kenapa memberikanku pengobatan jika pada akhirnya aku juga akan berakhir mati di tanganmu? Aku sudah meringankan tugasmu dengan menyayat nadi-ku sendiri, Kenapa membuat usahaku berakhir percuma?".
Kyuhyun mengepal sebelah tangannya sembari menatap lekat Yu Ra dan Young In tak perlu menjadi bodoh untuk tak memahami apa arti tatapan mengerikan Kyuhyun.
Gadis ini seharusnya tak perlu mengusik emosi Kyuhyun yang sudah sangat menipis setelah kejadian semalam.
Semalam Kyuhyun pulang dengan membawa sebilah pisau yang membuat satu garis goresan pada tangannya, Ketika ia bertanya, Pria ini hanya berkata baru saja membunuh pamannya.
Otaknya semalam langsung ingin meledak sesaat Kyuhyun mengatakan kalimatnya itu.
Ia bergegas mencari tahu kebenaran kalimat Kyuhyun yang mengatakan telah membunuh Park Gyu Tae dan ia bersyukur sesaat setelah salah satu informan-nya mengatakan jika Kyuhyun hanya melukai sebelah bahu pria brengsek itu tanpa membunuhnya.
"Kupikir setelah hampir mati konyol kau akan berubah tapi mulutmu Han Yu Ra". Lanjut Kyuhyun datar.
Yu Ra hanya diam menatapnya dengan pandangan sangat terluka, "Ku asumsikan kau sudah cukup baik untuk bisa kubawa pulang kembali".
"Yah, Cho Kyuhyun. Apa perkataan dokter padamu kurang jelas? Dokter itu jelas mengatakan masih harus memantau perkembangan kondisi Yu Ra setelah proses transfusi yang dilakukan tadi pagi, Kau juga sangat tahu itu sebab kau ikut terlibat di dalamnya jadi kau belum bisa—".
ANDA SEDANG MEMBACA
Love Punishment, End.
RomanceJadi apa yang akan kau lakukan jika orang yang selama ini berada paling dekat denganmu justru menjadi alasan kehancuran kebahagiaanmu, Apa kau akan memilih untuk membunuhnya? Atau membiarkannya tetap berada di sampingmu untuk menghancurkannya secara...
