Yu Ra tersenyum bahagia serta tak henti bergumam untuk bersenandung kecil, Suasana hatinya sedang sangat baik pagi ini. Seluruh rangkaian pemeriksaannya telah usai dan dokter sudah mengizinkannya untuk keluar dari rumah sakit, Tak ada lagi yang lebih membahagiakan hari ini selain kondisi dirinya yang dinyatakan telah beransur membaik.
Dokter hanya mengingatkan padanya agar tak terlalu membebani tubuhnya untuk bekerja terlalu keras, Keluar dari rumah sakit bukan berarti ia bisa bebas bergerak. Dokter masih menekankan padanya agar lebih banyak beristirahat lagi supaya kondisi tubuhnya benar-benar seratus persen pulih. Dokter itu juga masih memberinya beberapa macam obat yang masih harus ia konsumsi termasuk beberapa vitamin di dalamnya serta tak boleh mengonsumsi makanan-makanan yang tak sehat dulu, Ia hanya boleh mengonsumsi makanan yang dapat mempercepat proses metabolisme tubuhnya membaik.
Semuanya tak masalah, Ia bisa melakukannya asal bisa secepatnya keluar dari rumah sakit.
Berada di rumah sakit terlalu lama membuat tubuh dan otaknya seperti lebih melambat untuk memproses kesembuhan jadi pilihan ia keluar rumah sakit lebih cepat dua hari dari jadwal yang ada adalah keputusan tepat dan ia harus banyak berterima kasih pada Choi Young In untuk masalah ini.
Cho Kyuhyun? Cih, Pria itu adalah orang yang paling bersikeras mengeluarkan dirinya dari rumah sakit.
"Kenapa menatapku seperti itu?".
Yu Ra tersenyum lebar lalu bergelayut pada lengan kiri Young In dengan berkata, "Kau benar-benar malaikat-ku oppa. Aku sayang sekali padamu".
Young In menghela nafasnya malas, "Kau harus berjanji untuk cepat pulih, Kau tidak tahu apa yang kupertaruhkan untuk mengikuti keinginanmu keluar rumah sakit lebih cepat dari jadwal yang ada".
"Memang apa yang kau pertaruhkan? Kau memberi sejumlah uang pada dokter itu?".
Young In menatap wajah Yu Ra yang polos menatapnya dengan perasaan sedikit kesal, Gadis ini benar-benar.
"Jika bisa melakukan hal seperti itu maka aku akan lebih memilih memberi dokter itu uang, Ini lebih mengerikan dari sekedar menyogok dokter itu".
"Aku jadi penasaran".
Young In mengangguk sembari kembali memasukkan beberapa pakaian Yu Ra ke dalam sebuah tas, "Cho Kyuhyun, Pria sialan itu. Kau juga tahu bagaimana peringai-nya, Dia menolak keras keinginanmu keluar rumah sakit lebih cepat. Dia bahkan mengancam akan menghancurkan mobilku jika aku menuruti keinginanmu".
Yu Ra bergerak antusias dengan berkata, "Lalu bagaimana caramu meyakinkannya? Aku ingin tahu, Ceritakan padaku oppa".
"Han Yu Ra, Lebih baik kau membantuku membereskan barang-barangmu ini ok?".
Yu Ra menggeleng lalu menggoyangkan lengan Young In sedikit keras sembari menampilkan raut memberenggut, "Ceritakan padaku oppa. Ayooo ceritakan, Oppaaaa. Aku ingi tahu emm? Oppaaaa".
Menarik nafas dalam sembari memejamkan mata sebentar, Young In mengangguk kemudian kembali menatap Yu Ra lurus, "Apa kau tahu terkadang kau bisa semenyebalkan ini?".
"Ng, Aku tahu jadi ceritakan".
"Ouwh". Yu Ra tersenyum lebar, Young In melanjutkan, "Aku mengatakan padanya, Jangankan menghancurkan mobilku. Dia juga boleh menghancurkan rumahku dan mengambil semua uang-ku jika keputusan ini salah, Aku memastikan dan menjamin padanya kau akan lebih cepat sembuh jika berada dilingkungan yang membuatmu nyaman, Jika suasana hatimu terus senang, Itu akan membantu alam bawah sadarmu untuk mengirimkan sinyal ke otakmu untuk lebih cepat sembuh bila hatimu terus bahagia".
"Lalu? Kyuhyun ahjussi menyetujuinya begitu saja?".
"Menurutmu bagaimana?". Young In melanjutkan ketika Yu Ra hanya kembali tersenyum, "Pria itu mungkin berteman baik dengan batu jadi otaknya juga keras seperti batu, Dia masih tetap pada keputusan yang sama lalu aku kembali berkata aku akan tetap mengeluarkanmu dari rumah sakit hari ini sebab aku ini kakakmu dan kau adalah adikku jadi aku berhak sepenuhnya atas dirimu".
ANDA SEDANG MEMBACA
Love Punishment, End.
RomanceJadi apa yang akan kau lakukan jika orang yang selama ini berada paling dekat denganmu justru menjadi alasan kehancuran kebahagiaanmu, Apa kau akan memilih untuk membunuhnya? Atau membiarkannya tetap berada di sampingmu untuk menghancurkannya secara...
