Hari ini, Fia terbang ke Amerika untuk menyelesaikan kuliahnya yang tinggal satu semester. Seperti janji Reyfan kemarin, cowok itu ikut dengan Fia untuk menjelaskan pada Xander tentang perjodohan mereka.
Setelah susah payah dengan menyertakan debat yang agak panjang, Reyfan diizinkan pergi dengan Fia ke Amerika. Tapi dengan syarat dari Adrian dan Phillip bahwa mereka berdua tidak boleh melakukan sex selama disana. Dan Reyfan hanya diberi waktu dua hari setelah itu kembali ke Indonesia.
Ya, walaupun mereka sudah bertunangan bukan berarti mereka boleh melakukan sex. Jangankan berhubungan badan, tinggal bersama selama dua hari di apartment Fia saja perlu banyak pertimbangan bagi Phillip dan Adrian.
Dua hari yang lalu mereka berdua telah resmi bertunangan. Rencananya setelah Fia menyelesaikan kuliahnya dan lulus, maka setelah itu mereka baru menikah.
Setelah turun dari pesawat, mereka berdua menaiki taxi untuk sampai ke apartment Fia. Gadis itu menyandarkan kepalanya di dada Reyfan. Cowok itu pun mengelus lengan Fia dengan lembut.
"Yang"
"Hm?" Jawab Reyfan.
"Pokonya kamu janji. Apapun yang nanti aku sampaikan atau lakukan ke Xander sebagai perpisahan kamu gaboleh cemburu"
"Hm, i'll try it"
"Janji ya? Gaboleh marah apalagi kamu tonjok dia"
"Ya gimana si? Kamu tau kan rasa cemburu aku tu gede"
"Fan, aku bakal putusin dia. Dia tu cuma pacar, sedangkan kamu tunanganku. Ngapain cemburu coba"
"Iyaa sayangkuu. Gemes"
Tangan kiri Fia menggenggam tangan kiri Reyfan. Mereka mengenakan cincin yang serasi. Fia tersenyum melihatnya. Setelah pertengkaran hebat hingga perpisahan selama 3 tahun lebih, akhirnya mereka menyatu kembali dengan kabar bahagia.
Setelah sampai didepan apartemen, mereka berdua turun dari taxi lalu menaruh semua barang mereka didalam apartemen. Fia menata kembali isi kopernya ke almari.
"Yang, beli snack yuk" ajak Reyfan tiba tiba.
"Kamu laper? Kan tadi udah makan"
"Nggak laper. Pengen nyemil aja. Ada minimarket ngga si deket sini?"
"Ada kok jalan bentar nyampe. Aku juga mau beli tampon"
"Loh? Kamu dateng bulan?!" Tanya Reyfan panik. Cowok itu langsung bangkit dari posisinya yang semula terlentang di ranjang Fia.
"Nggak, kan persediaan disini. Aku dapetnya masi lama kok. Kenapa si kok kaget gitu?"
"Ya nggak, masa dua hari kita berduaan satu apartemen kamu malah dapet. Kan ga lucu"
"Lah? Emang kenapa kalo aku dapet?"
"Ya ga bisa mantap mantap dong kita"
"Ish! Kamu mah mesum"
Reyfan mengedipkan sebelah matanya dengan menggoda. Cowok itu masih memegang ponsel Fia yang dirampasnya tadi saat sedang di taxi. Reyfan membuka obrolan Fia dan Xander. Cowok itu membaca sejak dari chat awal sampai akhir.
"Yuk, beli snack" kata Fia menarik tangan Reyfan.
"Iya iya bentar"
"Ish, buruan. Baca chat nya sambil jalan" protes Fia karena Reyfan bergerak lambat.
"Iya sayang ni aku jalan"
Setelah sampai di sebuah minimarket, Fia mengambil keranjang lalu mengisinya dengan dua pack besar berisi tampon. Satu pack regular tampon dan satu pack super plus tampon. Dia juga menambahi belanjaannya dengan satu pack period pads dengan heavy flow.
KAMU SEDANG MEMBACA
ILEY
Teen Fiction"I love you" "Dih, sarap" "Makasih sayang, makin cantik aja lo" "Sakit jiwa ya lo?" "Ngga, selama lo baik baik aja" "Lah?" "Because you're my soulmate" "Sinting" "Yea because of you, you're always making me horny" "SUCH A PERVY IDIOTIC ASS!!" ~ILEY...
