19. My lover

8.5K 201 15
                                        

"Nggh"

Lenguhan seorang gadis yang bangun dari tidurnya itu terdengar agak serak. Dia merasa ada sasuatu yang agak aneh. Tidak seperti pagi biasanya. Apa karena hari ini libur sekolah?

Ah, bukan. Tapi ia tidak tau pasti apa yang membuat perasaannya tidak nyaman. Dia akhirnya turun dari ranjang dan mengikat rambut panjangnya menjadi satu.

Setelah mencuci muka, menyikat gigi dan buang air gadis itu turun ke bawah untuk sarapan bersama kedua orang tuanya dan kedua saudara kandungnya.

"Pagi sayang, yuk ikut sarapan" sapa Fikki yang sedang menuangkan susu untuk Fia yang baru saja turun. Fia hanya tersenyum membalas mamanya dan langsung duduk disamping Ferrel.

"Fia, abis sarapan kamu siap siap ke kantor bareng papa" kata Adrian sambil mengencangkan dasi nya. Fia langsung menoleh dengan ekspresi seolah olah bertanya 'untuk apa?'

"Ikut aja pokonya" mendengar balasan papanya, Fia hanya mengedikkan bahu dan menurutinya.

"Emm, sebenernya sih lo mau gue ajak ke rumah Angel. Katanya dia kangen sama lo" kata Ferrel pada adiknya.

"Mm, yaudah lah. Bilangin ke kak Angel maaf, besok besok aja deh" Fia melahap sesendok nasi goreng ke mulutnya.

"Oke, terserah deh" jawab Ferrel tidak peduli.

××

Fia menggandeng Adrian masuk ke ruang CEO. Seperti biasa banyak pegawai yang menyapa anak gadis dari CEO Nel's group ini. Selain berwajah manis, dia bertalenta juga ramah kepada siapa saja yang bekerja di perusahaan ini.

"Fia, papa mau nemuin client di ruang rapat dulu" Adrian meninggalkan ruang CEO menyisakan anak perempuannya itu. Gadis itu menghela napas panjang. Dia melihat dari balik jendela.

Awan berwarna agak hitam di luar sana. Mendung seperti mengekspresikan perasaan Fia sekarang. Apa mungkin karena ini perasaan Fia tidak enak?

"Permisi, papa Adri-"

Mendengar suara lelaki di depan pintu, Fia terkejut dan menoleh. Lelaki tersebut langsung menghentikan kalimatnya saat matanya tertuju ke gadis di depannya.

"Papa ke ruang meeting, kalo mau kes-"

"Fi, jalan yuk"

Reyfan memotong kalimat Fia. Dia menggaruk leher belakangnya sambil tersenyum. Fia memandang ke arah Reyfan mengerjapkan matanya singkat.

"Ha?"

Kata gadis itu meminta Reyfan mengulangi perkataannya seolah olah dia tadi tidak mendengar dengan jelas.

"Emm, jalan? Yuk?" ulang Reyfan memenuhi permintaan gadis di depannya itu. Fia mengembangkan senyum manisnya mendengar tutur tersebut.

"Udah lo rencana in ya?" kata Fia melihat Reyfan dari atas hingga bawah.

Cowok itu mengenakan kaos abu abu kehitaman dengan sneakers hitam. Sangat menampakkan kalau sebenarnya dia tidak berniat mengurus pekerjaan disini. Reyfan hanya tertawa kecil dan menyerahkan ponselnya ke Fia.

Ting!
Ponsel itu berbunyi menandakan sebuah pesan masuk. Tertera disana nama 'Papa Adrian' yang membuat Fia mengernyit geli. Gadis itu menggeser chat itu ke atas dan berniat untuk membaca obrolan mereka dari awal.

Reyfan melangkah mendahului Fia "yuk sambil jalan" katanya. Fia pun mendongak dan mengejar pria itu.

"Eh, gue belum bilang papa. Tunggu dulu dong"

"Udah, papa tu percaya sama calon menantunya" balas Reyfan dengan mata berkedip. Fia hanya melirik sinis lelaki yang sudah berjalan mendahuluinya itu. Dia menggelengkan kepala lalu menyusul dari belakang.

ILEY Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang