Selamat berhalusinasi ria🤗
____________________________________
"Aku cinta kamu, dan aku harap kamu menyadari itu."
~Syra Pandhita~
🕸🕸🕸
"Buka baju lo!" suruh Syra.
Regan menegakan tubuhnya, ia tersentak kaget dengan ucapan Syra.
"Apa? Jangan mesum!" ucap Syra yang mengerti maksud dari respon Regan.
Syra melirik seragam putih Regan yang kini sudah berubah menjadi merah darah di bagian dadanya.
"Ck, cepet buka!" suruh Syra lagi, kini ia sedikit memaksa.
Regan tersenyum jahil menatap Syra, gadis itu terlihat sangat serius, yang justru membuat Regan ingin meledeknya.
"Lo nafsu sama gue, Ra?" tanya Regan usil.
Mata Syra membulat sempurna.
"Sumpah! Kotor banget otak lo!"
Regan terkekeh puas melihat wajah kesal Syra, tangannya bergerak membuka satu demi satu kancing bajunya. Hingga terlihat penampakan luka basah yang banyak mengeluarkan darah dari dada tegap Regan.
"Aaargghh.. shitt!" erang Regan kecil.
Syra menatap risih luka Regan, ia mengernyit kecil, perlu Syra akui, Regan sangat kuat, bahkan ketika lukanya sudah tidak bisa dibilang ringan lagi, cowok itu masih tetap tenang.
"Jadi? Lo mau ngapain?" tanya Regan membuat Syra terpelonjak.
Plakk
Sebuah tamparan mendarat mulus di pipi kanan Regan. Syra menamparnya lumayan keras hingga membuat pipi cowok itu kebas sejenak.
"Hukuman karena lo udah berani meluk gue tadi," ujar Syra menjelaskan maksud tamparannya.
"Lo nyuruh gue buka baju cuma buat nampar?" tanya Regan.
"Ya enggak, gue tuh mau.." Ucapan Syra terpotong ketika melihat tangan Regan terangkat, hendak menyentuh luka basah di dadanya.
"Regan, jangan dipegang!" Secepat kilat Syra memegang punggung tangan Regan, sehingga pergerakan cowok itu terhenti. "Jangan dipegang, nanti infeksi," lanjut Syra panik.
Regan menatap lama gadis di hadapannya ini, dengan tangan mungil yang kini berada di atas tangannya. Senyum Regan terangkat.
"Kalo yang ini boleh dipegang kan?" gumam Regan. Ia menggerakan satu tangannya lagi, menaruhnya di atas tangan Syra. Menjepit tangan gadis itu dengan lembut. Mengelusnya penuh rasa cinta.
Hati Syra berdesir seketika, aliran darahnya melambat merasakan sentuhan hangat tangan Regan yang kini menggenggam tangannya erat.
"Gue selalu suka mata lo, Ra. Karena dari situ, gue bisa tau perasaan lo yang sebenarnya," ungkap Regan.
Syra memejamkan matanya, mengatur nafasnya, mengontrol hatinya dan berusaha jujur akan perasaannya.
"Gue harap lo bisa ngerti tanpa gue kasih tau, Gan," batin Syra lirih.
"ASTAGFIRULLAH! KALIAN LAGI NGAPAIN?!"
Pintu perpustakaan terbuka, dan menampakan seseorang di baliknya.
🕸🕸🕸
BRRAKK
Seluruh murid kelas 12 FISIKA 1 dikagetkan dengan gebrakan keras akibat ulah Vinkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
REGAN'S
Teen Fiction-FOLLOW SEBELUM BACA :* Ketika cinta berujung malapetaka. Tentang Regan Xavier Granaga. Sang ketua perkumpulan penghancur kejahatan. Berpegang teguh pada semboyan "Brantas sampai tuntas". GANNESA! dan tentang Syra Panditha. Gadis yang membeci dunia...
