Selamat berhalusinasi ria😍
_____________________________________
"Gue heran, kenapa ya gue tuh cantik banget," ucap Vinkan dibalik cermin ruang ganti, "bosen gue cantik mulu," lanjut Vinkan sambil memoleskan lipstik di bibirnya.
Nanda bergidik ngeri, sedangkan Syra terkekeh kecil di tempatnya. Hari ini adalah jadwal olahraga kelas 12 KIMIA 2 di jam pelajaran terakhir. Dimana hari sedang panas-panasnya, dan kulit harus rela bersahabat dengan matahari.
"Cantik ko jomblo," ejek Nanda. Gadis itu berjalan melewati Vinkan, memasukan seragam putih abunya di loker miliknya.
"Itu yang masih jadi rahasia ilahi, padahal kurang apa coba gue," sahut Vinkan sambil mengibaskan rambut panjangnya.
"Otak lo yang kurang. Ketinggalan kali di rahim emak lo," celetuk Nanda tanpa dosa.
Vinkan mengelus dadanya, ia menganggap bahwa Nanda adalah makhluk titipan tuhan untuk menguji kesabarannya setiap hari.
"Iri bilang, sahabat," ucap Vinkan sinis kepada Nanda.
Nanda mengambil lipstik dari tangan Vinkan, mengoleskan tipis di bibir mungilnya. Kemudian ia menguncir rambut nya, hingga terbentuk kuncir kuda dengan poni yang menutupi keningnya. Ciri khas seorang Ananda Zea Arnia.
"Sorry ya, Gue cantik, pinter, tajir, dan gue sombong," bangga Nanda sambil mengembalikan lipstik kepada Vinkan.
Vinkan mengambil lipstik nya dengan kasar. "Tajir ko beli lipstik aja ga mampu," ejek Vinkan tepat di telinga Nanda.
Nanda melotot tak terima. Sedangkan Syra yang sedari tadi hanya menonton terbahak tak tertahan.
"Selagi ada temen, ngapain harus beli," jawab Nanda sambil mengikat tali sepatunya.
"Eh sialan, jadi selama ini lo manfaatin gue?" sewot Vinkan.
"Manfaatkan selagi ada," ujar Nanda.
"Laknat amat punya temen," kesal Vinkan.
Tawa Nanda dan Syra pecah saat itu juga. Candaan receh seperti itu saja sudah membuat ketiganya bahagia.
"Udah ah, ke lapangan sekarang, atau gue tinggal! Berantem mulu kerjaannya," ujar Syra sambil sesekali terkekeh kecil.
"Iya iya bentar, gue tambel lipstik dulu," tawar Vinkan, kemudian berbalik menghadap cermin, mengoleskan lipstik lagi ke bibirnya yang sudah terkesan menor.
Bruuukkk
"Ya allah bibir gue!"
Vinkan menyentuh miris bibir nya yang tercoret lipstik hingga melenceng dari tempatnya akibat seseorang yang dengan tega menubruknya.
Vinkan mengendus kesal, ia melotot tajam ke arah cowok berkulit hitam di depannya sambil berkacak pinggang.
"Woi, Tatang! Kaki lo punya mata ga sih! Ganggu orang lagi dandan aja," bentak Vinkan kepada Tedi.
Tedi tengah sibuk menutup bagian depan celananya yang robek. Cowok itu mengangkat kepalanya karena sadar ia telah menabrak seseorang.
"Eh sory.." ucap Tedi tak melanjutkan ucapannya, ia malah terbahak ketika melihat Vinkan dengan bibir menor dan goresan lipstik yang melampaui pipi cubby nya.
"Ebuseettt, bibir lo ngapa ping? Abis nyium ubur-ubur atau abis casting jadi ondel-ondel?" celoteh Tedi.
Nanda dan Syra terbahak mendengarnya, terlebih mereka melihat bibir Vinkan dari pantulan cermin. Terkesan seperti joker betina.
KAMU SEDANG MEMBACA
REGAN'S
Fiksi Remaja-FOLLOW SEBELUM BACA :* Ketika cinta berujung malapetaka. Tentang Regan Xavier Granaga. Sang ketua perkumpulan penghancur kejahatan. Berpegang teguh pada semboyan "Brantas sampai tuntas". GANNESA! dan tentang Syra Panditha. Gadis yang membeci dunia...
