Part 4

171 16 14
                                        

Galen kini sedang rebahan di kamarnya. Hari minggu sangat cocok untuk bangun saat siang. Apalagi hanya malas-malasan di kamar, bermain game, atau hanya scroll handphone. Saat ini Galen hanya tiduran di kasur. Kadang bangun sebentar buat minum lalu tidur lagi.

Hingga datang sahabat Galen yang bernama Aksara, sahabat paling dekat dengan Galen. Dia juga sering ke rumah Galen. Jadi jika langsung masuk itu sudah biasa. Dia menganggap seperti rumah sendiri.

Dia membuka pintu kamar Galen, terlihat olehnya jika Galen sedang tidur. Ide pun muncul di kepalanya. Dia mengambil spidol di meja. Aksara yang jahil pun, mencoretkan spidol ke wajah Galen. Hasil coretannya membentuk wajah kucing yang menjijikan.

Di hidung di buat lingkaran, di samping kanan maupun kiri bibir Galen dia buat garis-garis menyerupai kumis kucing. Tak lupa dia juga memfoto hasil karyanya. Dia juga membangunkan Galen.

"Hahahaha!" tawa Aksara begitu Galen bangun. Dia tertawa hingga memegangi perut.

"Ha?" Galen yang baru bangut mengusap-ngusap mata, menatap Aksara bingung.

"Nggak-nggak hahaha, buruan lo mandi habis itu main game lah," tawa Aksara masih belum berhenti.

"Apaan sih lo kagak jelas, ogah gue main game enakan juga tidur." Galen hendak melanjutkan tidurnya, namun tangannya sudah ditarik Aksara agar dia cepat ke kamar mandi.

"Bodo!" Aksara mendorong Galen ke kamar mandi.

"Sial lo!" umpat Galen, dia mengambil handuk serta bajunya.

Saat di kamar mandi, tidak sengaja Galen menengok kaca. "SIALAN LO AKSARA JAWA!" umpat Galen dari kamar mandi.

Segera dia membasuh muka hingga coretan spidol hilang dari wajahnya. Galen mandi tak henti-hentinya dia mengumpati Aksara. Sedangkan Aksara, dia rebahan di kasur Galen. Memakai headset sambil bermain handphone. Seakan-akan dia tidak pernah salah.

Aksara masih jomblo sama seperti Galen. Kalau dia udah punya pacar pasti sekarang tidak di rumah Galen. Pernah dulu dia punya pacar hingga jarang main bersama Galen. Karena lebih memilih bersama pacarnya.

Galen keluar kamar mandi dia menatap tajam Aksara. Sedangkan yang ditatap tak menghiraukan sama sekali.

"Lah lo udah keluar aja," pernyataan Aksara, dia melepaskan headset.

Galen tak menganggapi ucapan Aksara. Dia memilih mengambil handphone nya yang ada di meja.

"Cie marah utututu hahaha," goda Aksara pada sahabatnya itu.

"Bodo amat, pulang sono lo!" ucap Galen menanggapi Aksara.

"Gitu aja marah lo, kayak anak cewek aja," Aksara terkekeh, melihat Galen marah padanya.

"Bodo."

"Main ML kuy!" ajak Aksara pada Galen.

"Y." Galen terlihat cuek setelah dia tadi dikerjai oleh Aksara.

"Cuek amat bang wkwkwk," Aksara kembali menggoda Galen.

"Suka-suka gue lah!" nada bicara Galen naik satu oktaf.

"Ngegas anjir."

"Lo kagak ada makanan, Len?" tanya Aksara pada Galen.

"Sok-sokan tanya biasanya aja langsung buka kulkas." ucapan Galen membuat Aksara cengengesan tidak jelas.

Aksara keluar dari kamar Galen. Dia menuju dapur mencari makanan. Dia mencari di kulkas, tetapi kulkasnga kosong. Aksara melihat lemari yang ada di dapur itu. Namun tak ada satupun makanan yang ada di sana. Yang ada hanyalah sayuran, dan sedikit buah. Minuman pun tidak dia temukan. Aksara kembali ke kamar Galen.

GALEN Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang