Yuri memasuki kontrakan dengan helaan nafas berat. Usai penjelasan panjang lebar itu Chenle akhirnya mengantar Yuri pulang sampai di depan gang kontrakannya saja. Atas permintaan Chenle karena takut Chaeryeong akan melihatnya.
"Eh, udah pulang."
Minju dan Chaeryeong yang duduk di sofa ruang tamu membalik badan kearah pintu saat Ryujin bicara.
Tatapan mata Yuri langsung mengarah pada Chaeryeong. Dia tidak menyangka kalau ternyata sahabatnya itu adalah orang terpandang juga. Belum lagi fakta bahwa ia adalah tunangan seorang pemuda yang menyukainya yaitu Chenle.
Membayangkan bagaimana perasaan Chaeryeong selama ini membuat Yuri jadi ingin menangis.
"Hiks...."
"Eh, eh, kok malah nangis," panik Ryujin meletakkan bukunya ke meja ketika Yuri mulai menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Minju dan Chaeryeong juga ikut berdiri menghampiri Yuri. Ryujin segera memeluk sahabatnya itu dan menariknya masuk ke dalam rumah. Tangis Yuri semakin pecah.
"Lo kenapa? Dijahatin siapa hah? Tadi pulang sama siapa?" tanya Minju bertubi-tubi.
Yuri terus menggelengkan kepalanya. Ia tatap Chaeryeong yang sedaritadi tidak mengatakan apa-apa namun mengusap rambut gadis itu berniat menenangkan.
"Chae...hiks..hiks.."
Chaeryeong mengusap rambut gadis itu. "Kenapa?"
Ditanya begitu tangis Yuri semakin pecah. Chaeryeong dengan sigap kembali memeluk gadis itu meskipun dia diliputi kebingungan.
"Maaf. Maafin gue, Chae."
"Maaf kenapa?"
"Maaf karena gara-gara gue—gara—hiks—hiks.."
Minju sepertinya mulai paham. Ryujin menepuk-nepuk punggung gadis itu. "Udah duduk dulu. Tenangin diri dulu, Yur."
Keempatnya duduk bersamaan di sofa. Chaeryeong masih setia memeluk Yuri. Kelopak matanya mulai berair seperti hendak menangis.
Setelah merasa tenang, Yuri melepaskan pelukannya dan beralih menggenggam erat kedua tangan Chaeryeong. "Chae, gue minta maaf."
"Soal apa, Yuri? Lo gak ada salah," kata Chaeryeong balas menggenggam tangan Yuri.
"Chenle udah jelasin semuanya ke gue."
Sementara Chaeryeong hanya menatap Yuri. Bibirnya tidak mengucapkan apapun. Ia tak menyangka bahwa Chenle melakukannya padahal jelas-jelas ia yang menolak keras untuk memberitahukan semuanya.
"Kenapa gak bilang sama gue? Kita tuh satu rumah dan bisa ngobrol kapan aja meskipun lo juga sering ke rumah orangtua lo." kata Yuri masih dengan tangisannya. Gadis itu kemudian memandangi kedua sahabatnya yang lain dengan tatapan nanar. "Kalian juga tahu?"
Minju dan Ryujin saling melirik satu sama lain. Seolah sedang bertelepati, keduanya serentak menganggukkan kepala dua kali.
"Maaf, Yur," kata Ryujin merasa bersalah. Tidak bisa mengatakan hal lain selain maaf karena hanya itu yang ada di pikiran Ryujin. Begitu pula dengan Minju.
"Kenapa orang-orang pada bohongin gue?" tanya Yuri. "Gue seolah-olah jadi orang bodoh disini tahu gak. Dibohongin Kak Seungmin, dibohongin Chenle, dan sekarang? Gue dibohongin sama kalian juga."
Tangis Yuri semakin pecah. Ia hempaskan genggaman tangannya dari tangan Chaeryeong. Suaranya juga semakin keras seperti terdengar putus asa. Dua hari berturut-turut mendapatkan kejutan besar di hidupnya membuatnya memikirkan semuanya terus-menerus.

KAMU SEDANG MEMBACA
Sweet Chaos (✅)
FanfictionYuri pengennya masa-masa kuliah itu nggak terlibat cinta-cintaan dengan siapapun. Namun semuanya berubah ketika tiga cowok sengaja ingin masuk dalam kehidupannya. Start : 09 Maret 2020 End : 03 September 2020