👻💕 pergerakan

199 47 16
                                    

Yuri menyunggingkan senyum usai melihat hape. Hatinya melambung tinggi pagi ini walau tadi dia harus kesal sewaktu rebutan kamar mandi dengan Ryujin. Dia kembali mengangkat hape, membaca isi chat nya dengan seseorang. 










Kak Seungmin : pagi, yuri. 

Kak Seungmin : hari ini jangan lupa buat latihan ya

Kak Seungmin : jam tiga sore di sekre

Kak Seungmin : bisa?

Yuri : bisa kok kak

Yuri : biasanya kalo latihan selesai jam berapa?

Kak Seungmin : kira-kira jam enam udah selesai kok

Kak Seungmin : itu kalo anggota pada ontime sih

Yuri : ok kak

Kak Seungmin : hyunjin gak ganggu kamu kan?

Yuri : gak kok kak :)

Yuri : malah kakak tuh yg gangguin pikiran aku mulu (deleted)

Kak Seungmin : kalo dia gangguin kamu bilang kakak ya

Kak Seungmin : entar kakak hajar dia

Yuri : yaudah entar aku suruh hyunjinnnya yang gangguin lagi (deleted)

Yuri : biar kakak lindungin aku gituh ^_^ (deleted)

Yuri : ahh jangan deh si hyunjin mukanya kayak psikopat (deleted)

Yuri : ok kak :)

Kak Seungmin : sampai jumpa nanti Yuri :)

Yuri : sip kakak :)














"Senyam-senyum mulu kayak orang gila."

Yuri tersentak begitu James sudah nyeletuk disampingnya. James menoleh kemudian terkekeh, "Selaw neng. Gak abang lihatin itu chat kamu sama pacar kamu."

"Apaan sih bukan pacar juga," ujar Yuri. Dalam hati mengamini semoga kejadian. Amin paling serius dah pokoknya. 

"Hallah sok malu-malu tai. Hayo, itu dari siapa?" tanya James mulai mendekat. Senyum jahil cowok itu terlihat jelas.

"Diem gak," kata Yuri sembari mengepal tangannya lalu diangkat tepat di depan muka James. "Gausah bikin kesel. Masih pagi."

"Yee, gak asik lu jadi adek," ucap James mengalah. Menjauhkan wajahnya. Sampai kemudian dia menoleh begitu ada seseorang yang masuk. "Gue cabs dulu, adik kecil," katanya mengusap puncak kepala gadis itu sampai rambutnya berantakan. Yuri hanya bisa mencibir kesal. 

Meskipun orang yang pertama kali ia kenal adalah Bimo, tapi James adalah orang yang paling akrab dengan Yuri. Pemuda berkacamata itu lebih sering menjahili gadis itu. Yuri jadi merasa memiliki seorang abang padahal dia adalah anak sulung. 

Lagi asiknya bikin kopi, Yuri merasa hapenya bergetar. Gadis itu merogoh saku celananya, kemudian mengambil hape. Ada sebuah pesan masuk. 










Julioyy : yur, gue hari ini gak ke kafe ya.

Julioyy : telat bangun padahal masuk pagi.

Julioyy : ke kampusnya naik ojol aja atau gak dianter abang kafe.

Julioyy : okey?













Sweet Chaos (✅)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang