Chapter 48|| BERANGKAT||

24.9K 963 248
                                        


Hai hai,SUDAH SATU BULAN LEBIH AKU GA UPDATE YA AMPUN😭

MAAFKAN AKU KAWAN KAWAN

Maap kalo banyak typo ya,karna ga aku baca ulang hehe.

DAN

HAPPY READING

"Berangkat jam berapa?" Tanya Nana menyendokkan nasi kedalam mulutnya. Fano yang tengah memainkan ponselnya itupun mendongak.



"Jam 8 sayang, nunggu temen-temen dulu" kata Fano tersenyum dan mendapat anggukan dari Nana.

Tak beberapa lama,bel rumah berbunyi. Secara langsung Geo dan Sasa langsung memasuki rumah tersebut padahal belum disuruh sama yang punya rumah.

Dasar tidak ada akhlak. Xixi.

"ASSALAMMUALAIKUM,SASA DATENG NIH. MANA RED KAMPRET NYA?" Teriak Sasa menggelegar hingga Geo,Fano,dan Nana menutup kupingnya.

"Kok kampret sih yang? Karpet dongo" koreksi Geo.

"ih kamu tadi bilang apa? Kamu ngatain aku dongo? Tau ah aku ngambek!" Kesal Sasa.

"Aku teh pengen seblak!" Ujar Nana tiba-tiba.

"Yaudah hayu!" Sarkas Fano.

"Hayu!!" Kata Geo ikut-ikutan.

"HAH!" Teriak Sasa lagi. Geo yang disampingnya itupun mengelus dadanya sabar.

"Sayang jangan teriak-teriak ih. Ini dirumah orang" nasihat Geo.

"Siapa kata ini rumah setan anjim" timpal Nana.

Geo menggaruk kepalanya yang tidak gatal,adu mulut dengan dua perempuan itu? ia yakin ia kalah.

Geo dan Sasa mendudukkan tubuhnya di sofa panjang ruang tamu. Nana bangkit dan menuju dapur untuk mencuci piring. Fano diam mengamati kegiatan istrinya.

"Biasa aja anjir ngeliatin Nana,dia emang gitu. Bohay" timpal Sasa cekikikan. Dasar.

Fani hanya melirik sekilas dan menatap Nana yang sudah berjalan menuju tempatnya duduk.

"Ini kita tinggal nunggu Bilal sama Caca kan?" Tanya Geo.

"Lho? Tania sama Arion ga jadi ikut kah?" Bingung Sasa.

"Jadi. Arion udah otw kesini" kata Nana memberi tau.

10 menit kemudian.

"Haiii semuaaa" sapa Caca dengan senyum diwajahnya.

"Tumben,seneng amat lo? Kenapa?" Heran Sasa.

"Enggak apa-apa sih. Seneng aja gitu" ujar Caca masih dengan senyumannya.

"Jangan-jangan lo gila ya?" Kata Nana.

"Ih enggak lah!, Yang lain belom dateng?" Tanya Caca mendudukkan dirinya.

"Belum" jawab Sasa seadanya.

"Oh. Arion jadi ikut?" Tanya Caca ragu.

"Jadi. Kenapa? Lu suka sama Arion?" Tanya Nana dengan tatapan mengintimidasi.

"Ehh---" ucapan Caca terpotong akibat kalimat salam dari Bilal.

"assalammualaikum" ucap Bilal sembari menggandeng tangan Tania.

My Cold HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang