Thirty Three

1.1K 114 11
                                        

Kevin mengatupkan rahang begitu menyaksikan berita infotainment yang sedang ditayangkan salah satu stasiun TV, narasi yang disampaikan oleh host infotainment tersebut membuat telinganya panas seketika

"Komandan Kevin Elang Mahendra yang tersohor ketampanan nya ternyata adalah Putra Tunggal pengusaha Reynaldi Mahendra dan akan segera menjadi menantu dari Antoni Wijaya calon walikota di pilkada mendatang, dikabarkan oleh Kinan Wijaya selaku tunangan Kevin mereka akan menikah secepatnya dan akan mengadakan resepsi besar besaran serta mengundang para pejabat tinggi di negeri ini ........"

Tak ingin mendengar lebih lanjut pria itu langsung menekan tombol off pada remote,

Kevin mendecih geram, Kinan sudah keterlaluan,  diluar rekan kerjanya hanya gadis itu yang tau soal kehidupan pribadinya, bahkan Jessica sendiri belum pernah ketemu dengan orangtuanya

Drrt..drrt

" Apa maumu" desis Kevin geram begitu mengangkat panggilan diponselnya

Disebrang sana Kinan tertawa senang

" Ini baru awal  Vin, dan aku tidak main main dalam 2x24 jam kalau kamu gak menikahiku, kupastikan berita yang berikutnya lebih buruk dari ini"

Kevin menampilkan senyum smirk meskipun dia sangat tahu Kinan tak bisa melihat ekspresinya

" Silahkan saja nona Kinan Wijaya, berita buruk apa lagi yang akan kau sampaikan, bahwa kau hamil begitu? ku ingatkan sekali lagi jangan sampai aksi nekatmu ini menjadi boomerang untuk dirimu sendiri"

Kinan tersenyum sinis, tentu saja dia tidak akan membiarkan rencananya gagal,  dia akan melakukan berbagai cara untuk menghalangi Kevin,  dia tidak akan mundur sedikit pun, nyatanya Kevin tidak melakukan apa apa hingga sekarang

" Silahkan saja Vin, kita lihat siapa yang akan menang" ujar Kinan lagi sambil tertawa licik, Kevin sedikit bergidik mendengar tawa yang mengerikan itu, sepertinya Kinan sudah sakit jiwa

Setelah memutuskan sambungan, Kevin segera mengambil kunci mobilnya dan bergegas menuju parkiran, pesan yang dikirim Hans
Membuatnya cemas

" Kau harus kesini sekarang Vin"

Dan begitu dia menghubungi balik, Hans tidak menjawab begitu juga dengan Jessica, Morgan maupun Michelle. Sepertinya sesuatu tengah terjadi

Kevin memacu mobil nya dengan kecepatan sedang,  dia  tidak memakai mobil dinas melainkan mobil pribadi jadi gak memungkinkan baginya menerobos kemacetan jalanan dengan cepat

Pikirannya melayang pada Jessica, apa mungkin gadis itu  dalam kesulitan,  entah kenapa dia terkesan menjadi pria baperan , seharusnya dia tidak begini, karena sama saja itu melemahkan dirinya sendiri, tapi dia terlalu mencintai gadis itu, dia tidak tau bagaimana mengungkapkan dengan kata kata betapa berartinya seorang Jessica dalam hidupnya kini

semoga semuanya baik baik saja

Memasuki parkiran Metro Raya , Kevin melihat keramaian di lobi kantor,  orang orang dengan seragam dan name tag bertuliskan nama stasiun  TV berjejer siap dengan kamera masing masing

Jadi ini rupanya, efek dari pemberitaan tadi  membuat para pemburu berita mendatangi kantornya, mereka pikir Kevin masih dinas disana,

Tapi setidaknya itu lebih baik, kalau mereka tau Kevin bertugas dimarkas pusat, tentu akan sangat menganggu dan bukan tidak mungkin dia akan ditegur oleh pimpinan tertinggi

Kevin sebenarnya malas jika harus berurusan dengan media, tapi tuntutan pekerjaan yang membuatnya mau tak mau harus maju memberikan informasi terkait kasus kasus yang sedang terjadi dan sekarang dia melakukan hal yang sama bedanya kali ini dia harus mengklarifikasi masalah pribadinya.

Duo Inteligent Police (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang