Three

1.3K 140 36
                                    

Kevin memarkirkan mobil disebuah  rumah mewah, kalau bukan karena permintaan  Kinan, kekasihnya, dia enggan bertandang selarut ini, mana dia harus dinas besok pagi

"Sayang, kangeen" ujar sosok cantik menghampiri Kevin yang baru turun , siapa lagi kalau bukan kinan

" Aku juga sayang,," Kevin memeluk gadis itu dan mengecup puncak kepalanya

" Masuk yuk "

Kevin mengangguk dan mengikuti langkah Kinan

" Mama sama papa udah pada tidur ya" tanya Kevin begitu mereka sudah duduk diruang tamu , dimana Kinan bersandar manja di pelukan pria itu

"Udah dari tadi sayang, kita aja yang masih melek dijam segini"

" Tuh tau, masih juga minta ketemuan"

Mendengar itu sontak Kinan melepas pelukannya,

" Jadi kamu gak ikhlas nih "
Rajuknya sambil memanyunkan bibir, membuat Kevin gemas dan mengacak  rambut gadis itu

" Ikhlas kok sayang, jangankan ngapelin tengah malam, begadang semalam suntuk aku rela, asal sama kamu" Kevin mengeluarkan rayuan

" Gombal"

" Tapi seneng kan"

Kinan tak menjawab, dia kembali memeluk Kevin

" Flight kamu besok kan, jam berapa?"

" Sore"

" Kenapa mendadak sekali bukankah jadwal  shownya masih  dua Minggu lagi"

" Ini show pertamaku diparis sayang, jadi aku harus pastikan semuanya Perfect "

" Tentu saja, aku yakin shownya bakal sukses" Kevin memberi semangat

" Apa kamu gak bisa menyusul ku sayang, kitakan belum pernah liburan bersama" Kinan mendongak menatap mata Kevin

" Kamu kan tau sendiri belakangan ini aku lagi banyak kasus, jadi aku belum bisa mengambil cuti"

Kinan mendengus

" Kenapa kamu gak jadi pengusaha aja sih yank, jadi abdi negara itu susah, banyak kerja ketimbang liburan"

Kevin terkekeh,

" Suatu saat kita pasti akan libur bersama, kamu sabar ya" ujar Kevin sambil mengelus rambut indah kekasihnya

dia mengabaikan ucapan Kinan soal menjadi pengusaha, meskipun ayahnya seorang pengusaha tapi Kevin tak pernah menaruh minat untuk mengikuti jejak beliau, justru dia lebih tertarik menjadi abdi negara seperti halnya sang kakek yang juga seorang polisi dan menjabat sebagai komisaris jendral di akhir masa jabatannya

" Kamu hati hati ya, maaf aku gak bisa mengantar kebandara," ujar Kevin begitu dia pamit pulang

Kinan mengangguk, dia memilih menundukkan kepala menahan bulir kristal yang menggenang di pelupuk matanya

" Hei  jangan sedih sayang, semangat dong,  kamu kan pengen go internasional, jadi harus siap dengan konsekuensinya"

" Kalau aku kangen gimana" cicit Kinan dengan suara bergetar,

" Kan bisa video call sayang, jangan nangis lagi ya, "ujarnya sambil mengusap airmata diwajah gadis itu

Kinan memeluk Kevin dengan erat

" Andai saja kamu tau vin, bukan jauh dari kamu yang aku tangisi, maafkan aku vin, maaf" batin kinan

***

Mata rheina berkaca kaca saat melihat Jessica  yang sudah rapi  dengan seragam polisi wanita yang dikenakannya ,

putrinya itu terlihat anggun berwibawa mengingatkannya pada mendiang suaminya

Duo Inteligent Police (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang