Fourty Two

1.1K 118 18
                                        

Jessica memandang Kevin yang sedang duduk ditepi ranjang, pria itu tampak tak bisa menyembunyikan kesedihannya sambil menatap mommy yang tertidur pulas

Jessica sangat mengerti perasaan Kevin, anak mana yang sanggup melihat penderitaan yang pernah dialami ibunya.

Mendengar penuturan Kevin,  Jessica juga dilanda simalakama, tak mungkin memilih salah satu diantara dua yang sama pentingnya, tapi melepas kasus Jackson bukanlah pilihan tepat, karena sebagai abdi negara, mereka punya tanggung jawab penuh untuk  menjaga sumpah.

Saat berkecamuk dengan pikirannya, Jessica dikejutkan oleh gerakan Kevin yang tiba tiba  beranjak dari duduk dan berjalan keluar dengan tergesa gesa,  ekspresi Kevin yang  gusar membuat Jessica penasaran dan bergegas mengikuti langkah pria itu

Kevin membuka brankas di lemari yang ada di kamarnya dan mengeluarkan dua benda hitam yang sangat dia kenal, sepertinya itu koleksi pribadi, karena terlihat sangat  modern dibanding senjata yang selalu mereka bawa

Pria itu membuka kedua revolver otomatis, lalu mengisi penuh dengan peluru

" Aku mohon jangan gegabah Vin, apa yang akan kamu lakukan," tahan Jessica mengingatkan

" Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi, aku akan menghabisi keparat itu sekarang juga," desis Kevin geram

Jessica menggeleng

" Vin, tolong kendalikan diri kamu,"

" Maafkan aku Mila, aku gak bisa diam saja, Jackson sudah berani mengancam Daddy, bukan tidak mungkin dia juga akan melukai mommy ," ujar Kevin sambil menyelipkan pistol pistol itu dipinggangnya, menutupinya dengan jaket bomber hitam yang dia pakai

" Vin, tolong pikirkan lagi, kalau kamu mengambil tindakan sendiri bukan tidak mungkin akan membahayakan yang lainnya, kamu tau sendiri Jackson itu licik dan kejam" lanjut Jessica sambil terus membuntuti Kevin yang sudah menuruni anak tangga

Kevin menghentikan langkahnya dan menatap Jessica dengan seksama

" Lalu apa yang harus aku lakukan , berdiam diri memenuhi keinginan Jackson, membiarkan sepak terjangnya dan menghabisi kita semua?"

Jessica menghela napas, dia harus sabar, gak boleh terpancing dengan emosi Kevin.

" Bukan itu, kita harus bicarakan ini dengan yang lain, kita atur strategi agar kita bisa segera membekuk Jackson tanpa mengorbankan tanggung jawab kita sebagai polisi, kamu gak lupa kan kalau kita ada kode etik"

Kevin menghembuskan napas panjang

" Selama ini aku sudah menjaga kode etik Mila, tapi apa kenyataannya, Jackson makin semena mena, kamu gak lupa kan kalau kamu pernah hampir dihabisi tapi aku gak bisa memenjarakan dia karena ancamannya dan sekarang dia mengancam mommy,  nanti entah apa lagi yang akan dia lakukan"

Kevin kembali melanjutkan langkahnya

" Aku mohon Vin, ada Melina disana setidaknya pikirkan nasib sahabatku, " sergah Jessica lagi dengan suara cukup keras, napasnya tersengal karena harus mengimbangi kecepatan gerak pria itu

" Kamu gak perlu cemas , mungkin saja Melina sudah menjadi bagian dari mereka, nyatanya tidak ada sesuatu yang terjadi padanya bukan"

Jessica terkejut mendengar ucapan Kevin dia tidak mengira Kevin bisa berpikir sepicik ini

Dengan sedikit berlari dia menghampiri Kevin , menarik lengannya agar berhenti

Plakkk,

Kevin terkesiap, pipinya terasa perih karena tamparan gadis itu

Duo Inteligent Police (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang