Fourty Four

1K 120 19
                                    

Apakah ini mimpi? Tapi mengapa  terasa sangat nyata?  Tubuhnya seolah melayang dengan ringan, hidungnya juga  menangkap aroma yang sangat dia kenal, lembut dan menenangkan

Perlahan Jessica  mencoba  mengerjapkan mata yang terasa berat saat dibuka dan netranya menangkap sosok yang tak asing,

" Kamu ngapain, kok aku digendong mau dibawa kemana?" Cecar nya  bingung tapi tak urung dia menenggelamkan kepalanya dalam ceruk leher Kevin sambil melingkarkan kedua tangannya

Kevin tersenyum melihat tingkah Jessica yang belum terlalu sadar  bahkan gadis itu terlihat sangat nyaman dan kembali memejamkan mata

" Sst, kamu tidur lagi ya, aku akan bawa kamu pulang" bisik Kevin

Tak ada jawaban, hanya dengkuran halus  menandakan gadis itu sudah   terlelap

Hans membantu Kevin membuka pintu mobil sementara dibelakang Michelle membawa barang barang Jessica

Dengan hati hati Kevin menidurkan Jessica di jok sebelah kemudi yang sudah diposisikan, tak lupa dia juga memasangkan safety belt

" Kau yakin dengan apa yang kau lakukan Vin " ucap Morgan memastikan begitu Kevin menutup pintu mobilnya

Kevin tersenyum

" Aku sudah tidak peduli lagi Gan, yang pasti aku tidak rela jika Mila harus diurus oleh pria itu"

Mereka memang sudah merencanakan semuanya. Begitu mengetahui hasil rontgen kaki Jessica baik baik saja dan tidak mengkhawatirkan karena hanya keseleo, Kevin pun mengatur siasat

Sebenarnya Jessica sudah diperbolehkan pulang, tapi sikap lebay Alan membuat Jessica tertahan, Alan memintanya  untuk stay satu malam dirumah sakit, takut terjadi hal yang tak diinginkan katanya beralasan.

Karena tak bisa membantah , Jessica pun menyetujui saja, tapi disatu sisi dia merasa sungkan jika harus berduaan dengan atasannya itu, dia juga tak ingin membuat Kevin salah paham, dan akhirnya dia meminta Morgan untuk tinggal, Alan sendiri tidak punya alasan untuk menolak karena memang sedari insiden  yang dialami Jessica tadi  Morgan selalu bersama mereka

Mendapat kesempatan baik untuk  melaksanakan rencana Kevin , Morgan pun menawarkan secangkir kopi yang dibelinya di kantin rumah sakit pada Alan dan tanpa curiga, pria itu  menerima lalu menyesap minuman yang sudah dibubuhi obat tidur hingga tandas

Begitu targetnya tak berdaya setelah  terjerat umpan, Kevin dan rekannya lansung beraksi membawa Jessica setelah memberitahu pihak rumah sakit tentunya agar tidak dikira menculik pasien

"Lalu Alan bagaimana?" tanya Michelle

" Biarkan saja dia tidur disana sampe pagi, aku sudah memberitahu pada suster" ucap Hans sembari terkekeh tidak bisa membayangkan reaksi pria itu setelah mengetahui kalau mereka lah dalang dari kejadian malam ini

" Aku akan membawa Mila ke mansion, lebih aman jika aku bisa mengawasi Mila dan mommy sekaligus" ucap Kevin memberi tahu

" Baiklah, sampai ketemu besok" ucap Morgan seraya berlalu

" Tunggu Gan"

Morgan menghentikan langkahnya

" Aku minta maaf soal kejadian tadi siang, aku benar benar sedang emosi, aku pastikan Melina akan baik baik saja dan kita akan menyelamatkannya sama sama" ucap Kevin meyakinkan

Morgan  mengangguk, dia sudah mengetahui masalah yang Kevin hadapi dari Hans dan dia mengerti posisi sahabatnya itu

Morgan kembali mendekat dan memeluk Kevin sambil menepuk nepuk punggungnya memberikan dukungan

Duo Inteligent Police (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang