Fourty Five

999 117 24
                                    

" Sayang, yang sakit kaki ku, bukan tangan," sungut Jessica begitu Kevin bersikeras menyuapi, bukan masalah suapannya, dia malu karena saat ini mereka sedang berada di meja makan, ada daddy, mommy dan juga para maid yang lalu lalang.

" Gak papa sayang, aku pengen manjain kamu masa gak boleh" ucap Kevin mengindahkan penolakan gadis itu, dia kembali menyodorkan sendok meskipun Jessica masih mengatupkan bibirnya

" Gak usah malu nak, Mom dan Dad juga pernah muda kali," ucap Karin seolah mengerti pikiran Jessica.

" Mom kamu benar, malah mom sering banget manjain dad didepan keluarga," timpal Reynaldi mengedipkan sebelah mata pada istrinya

Karin mencebik," Memang dasarnya kamu yang manja"

Reynaldi tertawa melihat ekspresi istrinya, dia mengecup pipi  Karin sekilas

Sumpah siapapun yang melihat kemesraan dua paruh baya ini bakal gigit jari

" Tuh kan, kita kalah mesra sama mereka sayang, masa disuapin aja  malu ayok,,,aaaaaaa" imbuh Kevin semangat, terlihat dari senyum khas yang terukir dibibirnya.

Dan Jessica tak bisa lagi menolak, dia menerima suapan Kevin dan mengunyah dengan pelan,

" Maaf den, ada rame rame diluar, sepertinya baku hantam den, " lapor Bi Suti yang muncul tiba tiba dengan napas tersengal

Mereka semua mengerutkan kening

" Kalian tunggu disini, jangan keluar, Bi Suti kunci semua pintu masuk, " titah Kevin sambil bersiap, tak lupa dia memeriksa peluru dalam revolver dipinggangnya, untuk berjaga jaga. Saat ini Kevin memang sudah memakai seragam lengkap, karena dia hendak berangkat dinas.

" Daddy ikut Vin,"

" Daddy disini aja, temani mommy dan Mila," cegah Kevin

" Vin...kamu hati hati ya nak" ucap Karin cemas, dulu dia selalu berani menghadapi apapun, tapi sekarang faktor usia dan ketakutan akan hal buruk menimpa keluarganya membuat dia sangat mudah khawatir terlebih trauma yang dirasakan belum sepenuhnya hilang.

Kevin menyadari perubahan diwajah mommy, dia  mendekat  dan mengecup kening wanita itu dengan lembut

" Don't worry mom, semua akan baik baik saja"

Karin tersenyum tipis mencoba menenangkan diri, dia tau putranya sangat bisa diandalkan

" Hati hati Vin," Jessica mengingatkan, Kevin mengangguk dan bergegas keluar

Kevin berpikir Jackson mulai meneror kehidupannya tapi begitu melihat apa yang terjadi dihalaman mansion yang luas dia menghela napas sambil menggelengkan kepala.

Alan nampak berjibaku dengan orang orang Daddy-nya dan tentu saja Alan terdesak karena perkelahian tidak imbang. Satu versus beberapa orang.

Buk..
Buk..

" Hentikan, dia tamuku " ujar Kevin dengan suara keras, membuat para bodyguard itu menarik tangan mereka dari tubuh Alan

" Maaf tuan Kevin, pria ini bersikeras memaksa masuk meskipun kami belum mengizinkan dan menantang kami berduel, sungguh kami tidak tau kalau dia adalah tamu anda" sesal salah satu bodyguard tersebut

" Tidak apa apa, anggap saja pukulan kalian bonus untuk dia," ucap Kevin sarkas

Alan menyeringai sambil mengusap bibirnya yang sedikit berdarah

" Seharusnya kau memberitahu ku kalau mau bertamu, jadinya kau tidak perlu mendapatkan penyambutan seperti tadi" lanjutnya lagi, meskipun dia tahu pasti alasan pria itu datang sepagi ini.

Duo Inteligent Police (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang