Jackson menyunggingkan senyum penuh arti saat melihat seseorang yang menunggu diruangan kantor miliknya
" Ada angin apa gerangan seorang Reynaldi Mahendra repot repot datang ke gubuk kami" ucapnya sarkas sambil berjalan ke kursi kerjanya dan duduk disana
Reynaldi menahan sabar, dia berusaha tidak terpancing oleh ucapan Jackson, bagaimanapun dia tidak ingin melakukan hal buruk yang nantinya akan dimanfaatkan oleh pria itu
" Kurasa benda ini milikmu" jawab Reynaldi sambil menyerahkan sebuah kotak beludru merah hati yang diselipi pita diatasnya
Jackson memicingkan mata pada benda yang diletakkan diatas meja, jadi benda itu tidak sampai pada orang yang seharusnya menerima
" Aku memberikannya untuk adik yang sudah lama sekali tak bisa kutemui, apa itu berlebihan,?"
Reynaldi mengepalkan tangan menekan emosi yang terus membuncah
" Jangan sebut dia adikmu, apalagi dengan mulut kotor mu itu, bahkan kalian tak punya hubungan darah setetes pun" desisnya geram
" Jangan lupakan fakta Rey, hanya karna kau menjadi suaminya"
Reynaldi menyunggingkan senyum sinis
"Tak ada fakta yang aku lupakan tuan Jackson, tapi sejak puluhan tahun lalu kau sudah hilang dari memori kami, jadi dengan segala hormat, jauhi keluargaku atau aku akan membuat hidup mu kembali tak berguna"
Jackson terdiam kemudian Reynaldi berjalan keluar ruangan
" Dengan senang hati Rey, tapi aku punya permintaan "
Reynaldi menghentikan langkahnya
" Aku tak perlu memenuhi permintaan mu"
" Tapi aku memaksa karena kau tau aku gak pernah main main"
Reynaldi menghela napas, dia tau Persis siapa pria ini
"Katakan"
Jackson tersenyum penuh kemenangan
" Minta putra mu untuk tidak ikut campur seperti yang dilakukan mendiang kakeknya"
Deg
***
Kalau tidak mengingat pesan mommy ingin rasanya Jessica pergi sekarang juga,
" Jangan pergi sebelum kalian menyaksikan semuanya"
Entah apa maksud mommy mengatakan itu begitu Jessica dan Fajar hendak menyusul Kevin yang sedang berbincang dengan Bintang di taman dekat kolam renang
Dan inilah salah satu alasannya, mommy tak ingin mereka salah paham, meski pun begitu Gadis itu remuk saat melihat pemandangan dimana Bintang mencuri ciuman dari bibir Kevin
Bibir yang selama ini selalu menyentuhnya sekarang dinikmati wanita lain, jantungnya menggelegak ingin menumpahkan amarah, tapi lidahnya terasa kelu, bahkan dia gak sanggup hanya untuk sekedar mengumpat
Jessica melirik pada pria yang juga tak kalah terluka disebelahnya, bahkan pria itu meneteskan airmata, suami mana yang sanggup melihat istrinya bermesraan dengan pria yang notabene adalah sepupu nya sendiri
Siapa yang harus disalahkan, nyata nya pria itu sendiri juga memberi andil dalam kesalahan ini, dia tidak tegas hanya karena cintanya mengalahkan akal sehat yang dia miliki
" Terima kasih kak, aku sadar aku gak akan pernah bisa memiliki kakak, maaf kalau aku terkesan menuntutmu beberapa hari ini, aku hanya merindukan mu, " ucap Bintang setelah menyudahi ciuman sepihak mereka
KAMU SEDANG MEMBACA
Duo Inteligent Police (END)
FanfictionKevin Elang Mahendra , hanya bisa pasrah saat sang atasan memintanya menerima Jessica kiara Mila bergabung dalam Tim Khusus yang dipimpinnya,, gadis angkuh dan sok pintar yang sudah menjatuhkan wibawanya
