" sangat disayangkan , padahal hubungan mereka sangat manis, bahkan Kinan rela memberikan segalanya untuk Kevin, wajar saja Kinan berbuat seperti itu, wanita mana yang rela dicampakkan setelah madunya diambil" gumam Alan sambil menatap pada Jessica yang tengah menelisik berkas ditangannya
Jessica pura pura tidak mendengar gadis itu tau Alan sengaja mengeluarkan argumen untuk memancing reaksinya
" Kau punya kekasih Jess?" Tanyanya lagi
" Tentu saja, " sahut Jessica pendek
" Kalau boleh tau apa profesinya"
" Itu urusan pribadi saya, jadi saya gak perlu mengatakannya bukan?"
Alan mengedikkan bahu
" Gak masalah , sebagai rekan saya hanya ingin mengingatkan, semoga pacarmu tidak seperti Kevin"
" Maksud bapak"
" Saya akui Kevin itu punya pesona luar biasa, tapi pria seperti itu suka memanfaatkan wanita, dia akan manis diawal dan begitu mendapatkan sari wanita itu, dia akan mencampakkan nya begitu saja, seperti Kinan, semoga saja kekasihmu tidak seperti dia"
Jessica berusaha keras menekan emosi yang sudah membuncah, dia tidak terima dengan apa yang dikatakan Alan
" Sepertinya bapak tidak mengenal Pak Kevin dengan baik, setau saya memang mbak Kinan sudah melakukan kesalahan yang fatal, bukankah dia terlibat dengan Jackson dan bapak tidak lupakan dia orang yang ikut dalam penyekapan saya"
Alan tak berkutik,
" Dan sejauh mana hubungan mereka dulu, saya rasa kita tidak perlu nyinyir, mereka dua orang yang sudah dewasa, dan saya rasa bapak juga pernah mengalami nya, "
Skakmat
Alan mendecih, niatnya ingin mengorek sejauh mana hubungan diantara Kevin dan Jessica malah berbalik padanya
" Mungkin yang harus kita lakukan sekarang adalah fokus pada kasus Jackson dan sindikatnya bukan mencampuri urusan pribadi oranglain" lanjut Jessica
" Kau benar, tapi Jackson itu bukan orang yang sembarangan , perlu strategi matang untuk bisa membuktikan keterlibatannya, salah langkah fatal akibatnya untuk institusi"kilahnya memberikan alasan
" Tapi kalau kita diam dan tidak melakukan apapun sampai kapanpun kita tidak akan pernah mendapatkan bukti"
Alan tertawa sinis
" Apa kau sedang meragukan ku nona, tenang saja aku bukan Kevin, rencana ku jauh lebih hebat, " ucapnya percaya diri
Jessica memutar bola matanya, begitu Alan membelakangi karena sedang mengangkat telpon diponselnya
" Baiklah, aku akan segera kesana" gumam Alan sambil memutuskan sambungan, pria itu memasang jaket dan mengambil kunci mobilnya,
"Siapkan semua berkas pelimpahan itu dan letakkan dimejaku, setelah itu kau boleh pulang" titahnya pada Jessica yang masih sibuk dengan pekerjaannya
" Baik pak " jawab Jessica tanpa menoleh
Dia menarik napas lega akhirnya pria menyebalkan itu pergi dari hadapannya
***
"Maaf Chell, aku baru mengatakannya sekarang, dan aku rasa kau tau alasannya" ucap Kevin memandang Michelle yang duduk disofa sebrangnya
" Aku mengerti Vin, sebenarnya aku tau dari awal kalau kau menyukai Jessica, tapi aku berusaha menampik karena aku berharap kau dan Kinan terus bersama sampai aku menyadari bahwa memaksamu untuk setia pada Kinan adalah kesalahan, terlebih setelah apa yang Kinan lakukan, aku minta maaf Vin, "

KAMU SEDANG MEMBACA
Duo Inteligent Police (END)
FanfictionKevin Elang Mahendra , hanya bisa pasrah saat sang atasan memintanya menerima Jessica kiara Mila bergabung dalam Tim Khusus yang dipimpinnya,, gadis angkuh dan sok pintar yang sudah menjatuhkan wibawanya