Fifty Two

969 105 36
                                        

Mood ditengah kemacetan jalanan, demi ide yang tiba tiba melintas dikepala, cuss😜

***

"Ok Lex, pastikan kau segera mendapat kan informasinya, kalau bisa secepat mungkin"

".....…........"

" Baiklah, terima kasih,"

Kevin menutup pembicaraan diponselnya dan meletakkan benda itu diatas meja lalu menghempaskan punggungnya pada sandaran kursi, sesekali dia tampak memijit pelipis.

Dia benar benar gundah, terlalu banyak misteri yang menyelimuti belakangan ini, mulai dari Alan yang hilang, Mama Jessica yang masih belum pulang,  dan terakhir kehadiran Kinan yang datang tiba tiba.

Kevin  mencurigai Jackson ada hubungan dibalik ini semua tapi minimnya bukti yang mereka miliki dan posisi Jackson yang sangat disegani oleh para pemangku jabatan membuat dia kesulitan untuk menggeledah pria tersebut. Ditambah lagi kabar tentang transaksi ilegal mafia itu juga dibatalkan, membuat dia kehilangan  peluang untuk bisa segera mengungkap kebusukan Jackson.

Bisa saja dia nekat mengambil tindakan sendiri  tapi resikonya fatal, dia bisa diberhentikan ataupun diskors dari jabatannya karna bertindak tanpa sepengetahuan institusi. Justru itu akan  membuat Jackson merasa menang dan makin bebas berkeliaran . Itulah yang menjadi alasan kenapa sampai saat ini Kevin  masih menahan diri agar tidak mengambil keputusan yang salah.

Kembali ke Mama Jessica, barusan Alex mengatakan kalau  grup ibu ibu  di komplek kediaman Jessica memang sedang mengadakan kegiatan sosial dibeberapa daerah, tapi belum diketahui apakah Tante Rheina ikut didalam rombongan tersebut.

Kevin merasa semakin aneh, menurut keterangan Alex daerah yang dikunjungi tersebut merupakan kota kota besar, jadi kecil kemungkinan disana tidak ada jaringan, tidak masuk akal jika kegugupan Tante Rheina kemaren karena sinyal buruk ,  Kevin juga heran, dia  tidak pernah melihat Jessica video call dengan mamanya, padahal itu sudah jadi kebiasaan Tante Rheina jika sedang jauh dari putri semata wayangnya itu.

Kevin belum menceritakan masalah ini pada Jessica, dia mengelak saat gadis itu bertanya tadi malam, dia hanya tidak ingin Jessica kepikiran dengan alibinya yang belum tentu benar.

Drt..
Drt..
Drt

Kevin kembali mengambil benda pipih yang bergetar, telpon dari Michelle

" Vin, cepat kesini, Jessica tiba tiba pingsan" serbu Michelle tanpa jeda

" Jessica kenapa Chell?" cerca Kevin ikut panik, dia bergegas mengambil kunci mobil tanpa memutuskan sambungan

"  Gak tau, tadi pulang dari tugas lapangan dia lansung ambruk gitu, sekarang dokter lagi periksa"

" Kenapa gak dibawa kerumah sakit sih"

" Ya pertolongan pertama dulu lah Vin, sekarang dia udah siuman kok cuma masih lemas "

" Aku mau bicara dengan Jessica Chell

" Dia lagi tidur Vin, barusan dikasih obat sama Dr.Vincent, kamu buruan aja kesini"

" Ok Tunggu, aku udah dalam perjalanan"

Begitu menutup telepon, Kevin memacu cepat mobilnya menuju Metro Raya, kalau sudah menyangkut Jessica, dia benar benar kehilangan ketenangan, rasa takut Jessica kenapa napa membuat dia gusar berlebihan padahal Michelle mengatakan kalau gadis itu sudah lebih baik, tetap saja dia khawatir.

Sesampainya di Metro Raya,  Kevin bergegas turun, dia meminta salah satu petugas yang berjaga di pos untuk memarkirkan mobilnya, setengah berlari dia lansung menuju klinik yang ada diarea tersebut.

Duo Inteligent Police (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang