Fifty Three

1.1K 122 16
                                        

Bintang mendorong pintu kamar dengan hati hati begitu mendengar suara Jessica yang mempersilahkannya masuk.

Sambil tersenyum wanita itu berjalan kearah tempat tidur dimana Jessica terlihat sedang bersandar nyaman, tak ada Kevin disana, mungkin pria itu sedang keluar.

" Ini aku bawain bubur buatan Tante, mau dimakan lansung atau gimana?"

Sebenarnya Jessica tidak ada selera makan saat ini, tapi karna mommy sudah susah payah membuatkan, dia harus menghargai

" Lansung makan aja, " jawab Jessica seraya memperbaiki posisi duduknya

Bintang pun meletakkan nampan yang dibawanya keatas bantal yang ada dipangkuan gadis itu, Jessica  memandang kearah bubur dengan seksama, sebuah senyum terbit dibibirnya

Bintang deg degan , dia tidak sanggup melihat Jessica menyantap bubur tersebut, tapi kalau dia lansung pergi, akan menimbulkan banyak pertanyaan nantinya. Dia pun memutuskan untuk menemani terlebih dahulu, lagipula racun itu tidak akan lansung bereaksi.

"Bubur ayam ini makanan favoritku," ujar Jessica sambil mengaduk menu dimangkoknya

" Sama, aku juga sangat suka "

" Dan kamu tau hal konyol yang baru saja kupikirkan?" Tanya Jessica kemudian

Bintang menggeleng

" Aku membayangkan kalau bubur ini adalah makanan terakhirku"

Mendengar itu seketika jantung Bintang berpacu cepat, apa mungkin Jessica ..., tidak,tidak, bahkan dia sudah sangat hati hati tadi , dia bisa pastikan tidak ada seorang pun yang melihatnya memasukkan ramuan itu, Bintang berusaha menenangkan diri dan bersikap biasa

" Maksud kamu?" tanyanya pura pura tidak mengerti

Jessica mengedikkan bahu, "Entahlah, aku merasa akan ada sesuatu yang terjadi, tapi apapun itu, setidaknya aku akan menikmati makanan kesukaanku disaat terakhir" ujar Jessica lagi

Bintang tersenyum kecut, tidak tau harus bersikap bagaimana, dia mencoba mengusir ketakutan yang mulai mendera, mungkin memang orang yang berada diujung nyawa selalu mendapat feeling tapi tidak mampu menjelaskan secara gamblang. Hanya kata maaf yang tak terucap terus dia rapalkan dalam hati, maafin aku Jess, maaf.

" Aku akan kembali kedapur, kebetulan Tante Karin juga menyiapkan bubur untukku, kalau aku kelamaan disini takut keburu dingin" ujar Bintang beranjak, dia tidak ingin terus disana dan mendengarkan ucapan ucapan Jessica yang membuatnya terus merasa bersalah

" Tentu saja , bubur tidak akan nikmat jika disajikan dalam keadaan dingin"

Lagi lagi Bintang tersenyum getir, dia pun berjalan pelan keluar kamar, baru saja tangannya membuka pintu , dia berhenti sejenak dan menoleh pada Jessica yang masih menatap pada mangkok didepannya tanpa niat untuk menyuap

" Apapun yang kamu sembunyikan, jangan sampai mengorbankan nurani kamu, apalagi sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ibu" ucap Jessica menyadari Bintang masih memperhatikannya

Deg

Bintang memejamkan mata, detik kemudian dia sangat terkejut, Jessica menumpahkan isi mangkok kedalam nampan lalu mengaduk aduk acak hingga tak berbentuk dan terlihat menjijikkan

Lutut Bintang seketika lemas melihat aksi gadis itu

" Aku tidak tau ada apa didalam sini, tapi aku rasa dalam bubur ini sekarang tercampur sebuah konspirasi mematikan" lanjut Jessica lagi sambil membaui aroma bubur tersebut

" Apa yang kamu lakukan sayang" tanya Kevin yang baru datang, dia heran saat melihat perbuatan Jessica, setelah melirik sekilas pada Bintang yang masih terpaku,  pria itu menghampiri Jessica, tak lama Karin dan Reynaldi juga muncul bersamaan

Duo Inteligent Police (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang