Halo selamat malam Sabtu man teman hehe semoga selalu di beri kebahagiaan yaaaa:) makasih udah mampir ke Cerita aku. Luv u🖤
HAPPY READING DEAR✨
"Zam, agnes noh ya ampun bikin jatuh cinta deh cara dia jalan" ujar Fadil seraya menyenggol bahu Azam yang berada di samping nya.
Sekarang mereka sedang duduk di depan kelas, karena sedang jam kosong daripada pengap di kelas lebih baik mencuci mata diluar kata Fadil tadi.
Fadil hanya merinding melihat Azam yang senyum-senyum sendiri seraya menatap layar ponselnya "Eh Zam bucin banget sih, lo mau sekolah apa mau ngebucin sampe temen sendiri lu kacangin" tegur Fadil sambil mengintip ponsel Azam yang ternyata sedang chatan dengan Amanda.
"Lo jomblo mending diem deh, wajar lah gue nyengir-nyengir sendiri lah gue ada cewek. Kalo jomblo nyengir sendiri nah itu yang perlu di periksa" jawab Azam seraya tersenyum mengejek lalu menyimpan ponselnya di saku seragam sekolahnya.
"Anying lo Zam, giliran berantem aja gue yang jadi tempat lo curhat"
Azam terkekeh "makanya cari cewek Dil, biar lu bisa curhat juga sama gue"
Fadil memutar bola matanya malas "lo pikir cari cewek kaya cari kutu? Mudah gitu?"
Mendengar itu Azam menaikan sebelah alisnya "Lah cari kutu susah bego"
"Nah makanya, cari kutu aja susah apalagi cari cewek" sahut Fadil cepat.
Pletakkkk
Sebuah sendal mendarat di kepala Fadil dengan keras hingga menimbulkan suara "Bego, biasa-bisanya cewek lu samain sama kutu" sahut Al yang dari tadi menyimak.
Fadil yang mendapat perlakuan kasar dari Al hanya mengelus kepalanya "Yaelah De, kasar banget sih. Gue temen lo bukan istri lo, jangan di kdrt napa?" ringisnya.
"Hahahahaha...lagian bego asal ngomong. Di tampol Dede tau rasa lu" ujar Azam dengan tertawa puas.
"Tawa lu nyet" ujar Fadil kesal, ingin rasanya ia membalas perlakuan Al namun ia masih ingin hidup untuk ke depannya karena Al sangat hebat dalam hal bela diri.
"Eh iya De, kemarin lo sehat kan? Kok bisa-bisanya lo ngajak cewek kenalan deluan. Sumpah yah 17 tahun gue kenal lo baru kemarin gue liat fenomena kaya gitu" tanya Azam selidik.
"Apa jangan-jangan bos Dede suka lagi ama tuh anak baru yah?" Ikut Fadil mengompori.
Al melihat wajah penuh selidik kedua teman nya itu lalu mengalihkan pandangannya menatap lurus ke depan "gue udah tiga kali ketemu dia, tapi dia masih ga mau kenalan sama gue" jawab Al datar.
Azam menyatukan kedua alisnya "Tumben lo ngebet kenalan sama cewek"
"Ya artinya Al masih normal kali" jawab Fadil cepat.
"Iya gak kaya lu homo" ledek Azam hingga membuat wajah Fadil masam.
"Karena dia beda" jawab Al singkat.
"Beda gimana De?" Tanya Fadil semakin bingung.
Flasback on*
Sepanjang perjalanan Chika hanya menatap datar sekeliling tanpa berminat tersenyum. Dia terus melangkahkan kakinya sambil menenteng plastik besar yang berisi keripik singkong buatan bunda nya untuk dijual.
Banyak pasang mata melihat ke arahnya tak sungkan juga banyak yang menyapa, namun ia hanya menampakkan wajah lesu tak berminat.
Melihat keadaaan sekolah yang sangat jauh berbeda dari sekolah lamanya dulu.
KAMU SEDANG MEMBACA
CHIKAL [COMPLETED]
Teen Fiction[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA!!] [PLAGIAT DILARANG MENDEKAT] Rachika mencintai Aldebara, namun dalam permainan cinta siapa yang paling mencintai ia yang akan kalah. Menceritakan tentang cinta sepihak, penyesalan dan kehilangan yang menyadarkan bahwa...
![CHIKAL [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/254092412-64-k682912.jpg)