Aku, kamu Kita?

302 22 0
                                    

"Kok gak ke kantin tadi?"

Chika terkejut. Ia meneguk ludahnya pelan. Chika semakin mempercepat langkahnya. Hari ini ia benar-benar menghindari Aldebara di sekolah. Ia masih sangat gugup dengan pernyataan Al kemarin sore.

"Cepet banget jalannya" ujar Aldebara. Ia menyamai langkahnya dengan Chika agar bisa berjalan di samping gadis itu.

"Gue buru-buru" ujar Chika terkesan gugup.

Aldebara menghentikan langkahnya "Gue bakal tungguin lo sampai kapanpun lo siap jawab"

Langkah Chika ikut terhenti. Ia berbalik menatap Aldebara. Menatap dalam kedua bola matanya yang nampak indah. Chika dapat melihat ketulusan yang begitu besar di sana.

"Kenapa sih Al? Kenapa gue? Cewek lain banyak"

"Emang lo bisa komunikasi sama hati?"

Chika menggeleng pelan "ya tapi, apa yang lo liat dari gue. Gue ini cuma cewek miskin bahkan cantik juga enggak" ujarnya melemah.

Aldebara berdehem pelan "Gini ya. Gue bukan cowok romantis yang pinter ngerangkai kata-kata. Dan gue juga gak tau banyak tentang cinta, karena dari kecil gue gak pernah ngerasain apa itu Cinta. Tapi yang gue tau, Cinta itu sederhana. Ketika Aku dan kamu jadi kita, rasanya gue bahagia banget. Gak peduli Chika gimana pun kondisi elo, gue gak peduli. Yang penting bagi gue adalah gue nyaman sama lo Rachika maheswara" ujar Al menatap Chika dengan sangat dalam. Ia memegang kedua bahu Chika dengan erat. Berusaha menyakinkan gadis di depannya ini.

Senyum Chika muncul secara perlahan "Jujur gue belum pernah denger seseorang ngomong sereal ini"

"Maksudnya?"

"Yaa kata-kata lo gak romantis. Bahkan jauh dari kata romantis. Tapi gak tau gimana bisa aku yakin"

Senyum muncul di wajah Aldebara dengan sempurna. Murid-murid yang sedang lewat dan sempat menyaksikan hal tersebut sungguh terpesona. Pasalnya Al sangat jarang sekali untuk sekedar tersenyum.

"Jadi? Gue di terima nih?"

Chika menggeleng "Enggak" jawabnya dengan menyilangkan tangan di depan dadanya.

Wajah Al seketika berubah. Ia menutup senyumnya yang tadi. Walau tak terlalu nampak Chika dapat melihat kekecewaan dari raut wajahnya.

"Enggak salah lagi" lanjut Chika lalu tertawa.

Mata Aldebara membulat "ohhhh gituuuu udah mulai berani yaaa" ujar Al mendekatkan wajahnya ke Chika.

Refleks Chika mendorong mundur tubuh Al "ih Al di liatin banyak orang tau" gerutunya malu. Ia sedikit menunduk saat mendapati pandangan tajam dari murid-murid yang melewati mereka.

Al tidak memperdulikannya. Ia malah menggenggam tangan Chika dengan erat "Bodo amat" jawabnya seenaknya dengan senyum tak berdosa hingga membuat Chika kesal.

"Bisa-bisa gue darah tinggi pacaran sama lo"

****

"DEMI APA LO JADIAN SAMA ALDEBARA!!!" Teriak Manda nyaring di parkiran sekolah. Mereka sedang berjalan menuju gerbang untuk pulang ke rumah.

"Manda!!!" Bentak Chika geram. Ia memutar bola matanya malas. Sifat Amanda tak pernah berubah, dia selalu saja antusias setiap mendengar nama Aldebara.

Amanda hanya terkekeh pelan seraya menutup mulutnya "Maaf hehehe. Tapi gue bahagia banget gila. Lo beneran Chik"

"Jangan teriak-teriak Man. Liat semua orang ngeliatin kita" bisik Chika pada Manda.

"Tapi gapapa. Biar semua murid Sma Trisakti tau kalo Rachika itu pacar Aldebara. GAESS CHIKA JADIAN SAMA ALDEBARA" teriak Amanda semakin keras. Ia tertawa puas kemudian berlari meninggalkan Chika dengan wajah yang memerah dikarenakan bercampur marah dan malu.

CHIKAL [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang