Sakit?

243 14 0
                                    

Setelah setengah jam menunggu di luar kamar rumah sakit. Akhirnya dokter yang menangani Chika keluar juga. Dengan sigap Haikal bangkit dan berdiri di hadapan dokter itu. Entah kenapa dari tadi dirinya tidak tenang.

"Dok bagaimana keadaan temen saya?"

"Saya sudah memeriksa pasien. Dan hasil labnya akan keluar satu jam lagi"

"Lab? Memangnya dia mempunyai penyakit serius dok?"

Dokter itu tersenyum "Sebaiknya kita lihat nanti yah. Lebih baik kamu temani pasien sampai dia siuman" ujar Dokter itu lalu pergi.

Haikal masuk ke dalam ruangan serba putih itu. Ia dapat melihat Chika tergeletak lemah dengan bibir yang sedikit pucat. Tak lama Haikal menunggu akhirnya Chika sadar.

"Gue dimana?" Tanya Chika berusaha bangkit.

"Eh jangan banyak gerak dulu. Lo di rumah sakit"

Chika membulat matanya "Rumah sakit? Ngapain lo bawa gue ke rumah sakit?"

"Ya habisnya lo pingsan. Gue gak tau rumah lo jadi gue bawa ke rumah sakit lah"

Chika berusaha mengerjapkan matanya. Kepalanya masih terasa sedikit pusing. Ia tidak tahu kenapa akhir-akhir ini dia sering merasakan hal ini.

"Gue mau pulang"

"Nanti, hasil Lab lo belum keluar. Tunggu satu jam, baru tau deh lo sakit apa" jelas Haikal.

Setelah satu jam menunggu akhirnya mereka mendapatkan amplop yang berisi kertas tentang kondisi tubuh Chika. Mereka berdua duduk di koridor rumah sakit setelah menyelesaikan pembayaran administrasi.

Dengan penasaran Chika membuka amplop itu dan membacanya. Ekspresinya yang tadi biasa saja kini berubah menjadi shok. Tanpa ia sadari air matanya mengalir begitu saja.

"GAK!!! INI GAK MUNGKIN" teriak Chika menggema di lorong rumah sakit seraya menutup mulutnya dan menggeleng tak percaya. Ia meremas kertas itu lalu melemparnya asal.

"Kenapa Chik?" Tanya Haikal penasaran. Namun Chika tak menjawab. Ia berlari keluar meninggalkan Haikal dengan air mata bercucuran.

"Chikaaa!!!" Panggil Haikal yang bingung. Karena penasaran ia mengambil kertas hasil lab tadi dan membacanya.

"Apa? Dia sakit....." guman Haikal tak kalah terkejut. Ia segera berlari dan mengejar Chika.

*******

Aldebara telah menunggu Chika selama satu jam di depan rumahnya namun gadis itu tak kunjung keluar. Dari tadi Al mengetuk pintu dan menghubungi ponselnya sama sekali tak ada jawaban, bahkan ponselnya tidak aktif. Kemana gadis itu pikir Aldebara. Dari semalam ia benar-benar tak dapat tidur dengan nyenyak memikirkan Chika.

"Arghhhh lo kemana sih Chik" ujar Al gusar. Ia mengacak rambutnya kasar. Dengan tangan yang meremas ponselnya karena tak kunjung mendapat jawaban.

"Gue gak bakal bisa maafin diri gue sendiri kalo sampai lo kenapa-napa Chik"

"Angkatttt Chikaaa!!!!"

"Lo jangan bikin gue khawatir" ujar Al terus menggerutu sendiri.

"Maaf cari siapa yah?" Tanya salah satu Ibu yang lewat.

CHIKAL [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang