DORRR!
PRANG!
"Sial!" Ucap Monica.
Tembakan Monica melesat mengenai kaca rumah besar itu dan kini tersungkur dengan pistol yang jatuh tersampar jauh dari tubuhnya setelah aku berhasil menangkis tangannya yang memegang pistol itu dengan tendanganku. Monica segera bangkit dan mendekat ke arahku yang tak jauh darinya. Aku melihat ke arah mas Dafa yang ingin melindungiku tapi aku mencegahnya.
"Kamu!" Monica mengeluarkan pisau kecil dan hendak menancapkan pisau yang ia keluarkan dari celananya tersebut ke arah perutku.
Aku yang bisa melihat arah gerak tangannya segera mencekal tangannya kebelakang.
"Kamu mau apa? Lepaskan pisau ini atau tangan kamu bisa patah!"
"Aku mau membunuhmu beserta anak dalam kandunganmu Keyra sayang. Setelah kalian maka selanjutnya adalah Rafa, jadi hanya ada aku, Dafa dan anak kami yaitu Gina!" seringai Monica dengan senyum iblisnya.
"Hm kamu sepertinya tidak mengindahkan peringatanku saat itu. aku bilang jika kamu macam-macam dengan Rafa atau mas Dafa terlebih sekarang dengan anak yang ada dikandunganku maka aku tidak akan tinggal diam!" gertakku yang sudah tidak bisa menahan diri.
"Lepas atau aku akan patahkan tangan kamu sekarang?" lanjutku.
Tak
Pisau itu dijatuhkan oleh Monica karena ia merasa kesakitan pada pergelangan tangan yang dicekal oleh Keyra.
"Hei kalian semua dimana? Aku membayar kalian mahal ya!" Monica berteriak memanggil anak buahnya.
"Mbak Monic, Keyra lupa kasih tau kalau mereka semua sudah pergi dari tadi" Jelasku kepadanya
"Sudahlah Monica lebih baik kamu menyerah dan jauh-jauh dari keluargaku!" sambung mas Dafa.
Aku yang telah lama tak melihatnya sangat ingin memeluknya tapi ini bukan waktunya. Aku menahan diri dari rasa rindu yang begitu sesak melihat Dafa yang kini tumbuh janggut tipis disekitar wajahnya. Dia seperti orang yang tidak terawat dan begitu frustasi, aku semakin merasa bersalah. Aku berjanji pada diriku setelah semua selesai aku ingin kembali.
"Kamu ini ternyata wanita licik ya Keyra, lepas tangan saya atau kamu akan menyesal Key?" Ancamnya kepadaku.
"Licik? Aku itu nggak licik mbak Monica tapi aku itu cerdas. Kamu pikir aku wanita yang akan diam saja ketika kamu bilang ingin merebut mas Dafa? Aku tau semuanya tapi aku masih mencoba diam sampai akhirnya kamu membawa Rafa yang membuatku tidak bisa lagi bersabar dan naik pitam seketika."
"Dasar licik kamu Keyra dan kamu kak Dafa, kamu akan menyesal karena telah menyia-nyiakan aku. Kamu akan kehilangan keluargamu yaitu anak dan istri kamu!" Teriak Monica.
"Diam! jangan membuatku makin naik pitam mbak Monica. Aku bisa membunuhmu jika sampai kamu macam-macam dengan keluargaku terlebih anak dan suamiku!"
Monica benar-benar tak bisa berkata apa-apa lagi. Kini dia berusaha sekuat tenaga melepaskan cekalan tangannya padaku. Aku tidak akan melepaskan dia sampai polisi datang dan aku pastikan kali ini dia benar-benar jera.
"Saudara Monica Intan Fernandes. Anda kami tahan atas kejahatan yang telah banyak anda lakukan."
Polisi akhirnya datang dan aku melepaskan cekalanku padanya menyerahkan ia pada pihak yang berwajib.
Kak Raihan, kak Adit dan bang Kevin keluar dari persembunyian mereka. Monica terkejut ketika melihat bang Kevin seorang Mafia besar yang tiba-tiba berhenti dari dunia gelapnya 3 tahun yang lalu.
Duagh
Aku merasa tubuhku terhuyung dan kepalaku membentur dinding. Aku merasa seperti ada orang yang mendorongku dan kini aku merasa kepalaku sangat sakit. Aku mencoba mentralkan padanganku dan melihat sekilas bayangan orang-orang yang tadi bersamaku. Aku dapat melihat Monica tersenyum puas sebelum akhirnya ditarik oleh bang Kevin.
"Keyra bangun sayang, Key bangun."
Suara mas Dafa adalah satu-satunya suara yang dapat aku dengar dengan jelas. Panggilan itu membuatku ingin memeluknya tapi aku tidak mampu bertahan karena kepalaku benar-benar sakit saat ini. Aku merasa seperti ada yang mengalir dibalik jilbabku membasahi pelipisku dan aku tidak bisa melihat apapun lagi.
"Oh Allah aku mohon lindungi mereka orang-orang yang aku sayang dan selamatkanlah anak dalam kandunganku. Aku mohon ya Allah" batinku.
"Mas Dah....fa"
***
Plak
"Shit! Aku pastikan kau membusuk di penjara Monic!"
Kevin menampar Monica karena perlakuannya dan hampir kehilangan kesabarannya jika tidak dicegah oleh pihak kepolisian untuk tidak main hakim sendiri. Monica melepaskan diri dari cengkraman polisi dan mendorong tubuh Keyra hingga kepalanya membentur dinding. Benturan yang dirasa cukup keras itu membuat kepala Keyra mengeluarkan darah.
"Semoga dia segera pergi ke neraka! AHAHAHA" ucap Monica sebelum akhirnya di bawa polisi.
"Key bangun Key, mas mohon sayang." Dafa memeluk tubuh Keyra yang terkapar tak sadarkan diri.
"Daf mending kita bawa Keyra ke Rumah Sakit sekarang, gw nggak mau dia kenapa-kenapa" Ucap Kevin.
"Lo bawa mobil gw Vin, ini kuncinya" Titah Dafa menyerahkan kunci mobilnya dan membopong tubuh Keyra ala bridal style .
"Oke Daf. Raihan sama Adit bawa mobil gw dan sebelumnya antarkan Rafa, Yasmin dan Alina pulang." Ucap Kevin seraya menyerahkan kuci mobilnya ke Raihan.
"Baik bang"
Dafa membopong tubuh Keyra yang sudah tidak sadarkan diri menuju mobilnya bersama Kevin. Dafa yang selalu terlihat dingin kini tak henti menangis mengkhawatirkan keadaan Keyra. Kevin melihat itupun merasa iba sekaligus kesal karena ia tidak berhasil melindungi adiknya yaitu Keyra.
KAMU SEDANG MEMBACA
Your Beautiful Eyes (END)
Chick-LitBaca dulu 3 part ya, kalau seru maka lanjutkan hehe Happy Reading dan jangan lupa Vote sebelum membaca ya 😇 ________________________________________ Sorot mata yang tajam namun juga indah. siapa sangka aku bertemu lagi dengan mata indah itu setelah...
