Part 1

25.9K 2.8K 120
                                        

Pertama :

—Hari berikutnya, Dasha merasa pusing yang amat menyakitkan setelah tidur semalaman. Ya saat ia tidur ingatan seseorang masuk kedalam memorinya. Ia baru sadar ternyata memang benar Nona Dasha yang kemarin mereka panggil itu sama dengannya. Dari wajah, perilaku, gaya bicara, dan juga nama, sayangnya Dasha masuk kedunia ini bukan sebagai Dasha Abella tapi Dasha Odelia. Perbedaan paling menonjol antara Dasha modern dengan Dasha dunia asing ini adalah sihir suci. Dasha Odelia merupakan gadis yang sangat dihormati karena memiliki sihir suci, ia adalah anak dari pasangan Marquis Bryony, namun karena Dasha memiliki sihir suci ia dibawa kekuil suci dan berganti nama menjadi Dasha Odelia.

"Dipikir-pikir lagi kasihan juga. Tapi tunggu deh, aku masuk kesini karena tercebur, Dasha Odelia juga kan tercebur, apa kita tukeran posisi? Atau bagaimana?" Dasha tampak bingung beserta panik seketika, karena Dasha Odelia memiliki sihir suci, sedangkan dirinya tidak punya. Bisa-bisa dihukum gantung dia.

"Nona, mari bersiap-siap, pagi ini anda harus menerjemahkan pesan Dewa Nona." kata pelayan di kuil itu yang baru masuk kedalam kamar. Pelayan itu membantu Dasha mandi, dan juga bersolek. Astaga, jadi begini ya nasib seorang Nona yang dihormati. Tapi bagaimana jika mereka tau Dasha tidak memiliki sihir suci?

Setelah merasa sudah siap, Dasha dan pelayan itu turun kebawah ketempat pesan Dewa yang sering muncul. Dasha dengan memakai gaun putih yang panjang itu agak kesulitan untuk melangkah, apalagi dengan pernah-pernik dirambutnya itu, astaga biasanya Dasha hanya mengurai atau dikuncir kuda saja, ini harus memakai pernak-pernik dan ada mahkota bunga. Sudahlah rambut Dasha sudah menjadi taman sekarang.

"Selamat pagi Nona Dasha." sapa semua pelayan dan juga para pendeta disana,  mereka membungkuk sebagai tanda hormat. Seperti yang sudah dibilang, Dasha Odelia adalah Nona yang sangat dihormati dikekaisaran Niels karena sihir sucinya itu.
"Nona, sudah saatnya membaca pesan dari Dewa." pendeta tua yang waktu itu ia temui menggiring Dasha kearah benda yang tampak seperti mutiara dengan ukuran besar itu.

"Eee.. Kakek, sebenarnya sehabis kejadian kemarin sihir suci ku menghilang." bisiknya. Pendeta itu kaget sejadi-jadinya bagaimana mungkin bisa? Akhirnya untuk mencari tau, pendeta menyuruh salah satu pendeta muda untuk membawakan pendeteksi sihir suci yang sewaktu itu pernah dicoba Dasha Odelia. "Taruh tangan Nona di genangan air itu Nona." Dasha menurut, ia memasukan tangannya kedalam bak kecil yang berisi air. Dan tau apa yang terjadi?

Air itu yang awalnya bening, menjadi bersinar sangat cerah, mengeluarkan cahaya berwarna putih yang sangat menyilaukan. Dasha sampai tak bisa melihat apa-apa saking silaunya, lalu ia langsung mengangkat tangannya. "Kakek, ini air bermasalah." tukasnya sambil menunjuk bak air itu. Pendeta tersenyum manis, ia tidak menyangka ternyata kekuatan sihir suci Dasha menjadi semakin kuat. "Selamat Nona, sihir anda semakin kuat."

Dasha terkesiap,

Maksudnya apa ini? Apa benar ia memiliki sihir suci?

"Nona, ini sudah saatnya membaca pesan dari Dewa." pendeta itu mengingatkan Dasha akan tugasnya sambil tersenyum. Ya mau tidak mau dengan wajah kebingungan Dasha memegang benda bulat itu.  Tak tau berhasil atau tidak yang jelas Mutiara itu mengeluarkan cahaya berwarna kuning yang tak tau artinya apa, "Sepertinya pesan yang Dewa kirimkan belum sampai Nona." ucap pendeta itu. Sesudah mengetahui hasilnya, mereka keluar dari tempat yang serba berwarna putih itu.

---

Siang hari dikuil tampak sangat sejuk, Dasha mencoba mengelilingi kuil suci yang sangat besar itu dan ternyata sangat menguras tenaga sekali. Apalagi Dasha harus terus tersenyum karena sepanjang perjalanan Dasha selalu bertemu para pendeta atau pelayan dikuil itu membungkuk hormat. Merepotkan.

Langkah Dasha terhenti saat melihat ada pasukan yang dipimpin oleh lelaki tampan yang sangat gagah, rambut berwarna kuning keemasan yang sangat mencolok, awalnya Dasha mengira lelaki itu perempuan tapi setelah diperhatikan lagi ternyata lelaki. Pasukan itu lumayan banyak mereka semua kompak memakai jubah berwarna hitam. Agak seram dan begitu berbeda dengan kuil suci ini yang dimana semua orang memakai baju berwarna putih.

Lelaki itu semakin mendekat kearah Dasha, mungkin ia ingin melewati lorong itu, Dasha menepi. Namun saat tepat didepan Dasha,  lelaki itu berhenti lalu menoleh kearah Dasha. "Kau Nona itu?" tanyanya dengan suara deep voice. Dasha menengadahkan kepalanya karena jarak tinggi diantara mereka yang lumayan jauh.
"Kau—siapa?" semua orang terkejut, baru kali ini tidak ada orang yang mengenal Tuan Lucas.

"Kau tidak mengenaliku?" ulangnya lagi, Dasha mengangguk.

"Kau habis bertapa di goa hutan kematian hah? Bagaimana bisa kau tidak mengenaliku." ucap Lucas tak terima. Bagaimanapun ia sangat terkenal dikekaisaran Niels karena wajah tampannya dan juga bakatnya yang luar biasa. Lucas pemilik sihir suci juga.

"Apa sangat penting, aku harus mengenalmu?"

Lucas melotot, benar-benar tak dipercaya ada seorang gadis yang seperti ini tidak mengenal siapa Lucas. Tak mau marah, ia langsung masuk kedalam kuil saja.

"Selamat datang Penyihir Agung." sambut pendeta tua. Wajah Lucas berbeda dari biasanya, karena dari dulu Lucas akan tersenyum tapi kenapa wajahnya tampak kesal begitu.

"Apa yang terjadi Tuan?" tanya pendeta itu.

"Tidak apa-apa, bagaimana hasil pesan dari Dewa?"

"Belum sampai Tuan, mungkin sa—"

"Pendeta, pesan dewa tiba. Mutiaranya berubah warna!" pekik salah satu pendeta yang menjaga tempat pesan Dewa masuk.

Pendeta dan Lucas langsung bergegas kesana untuk mengecek. Berhubung ada Lucas, jadi Lucas yang akan menerjemahkan isi pesan dari Dewa.

deg

Pesan apa ini. Semua orang yang datang kesana berbisik tak menyangka.
"Apa maksud Dewa adalah Nona Dasha Odelia?" tanya pendeta tua.

"Mungkin isi pesannya salah, akan ku ulangi." Lucas kembali menempelkan tangannya dimutiara itu dan hasilnya tetap sama. Jadi memang benar ini takdir yang sudah ditentukan Dewa.  Tapi agak kurang terima dengan isi pesan itu.

"Tuan, ini agak tidak masuk akal bagaimana bisa seorang gadis harus menikahi tiga lelaki?" pendeta tua merasa ini tidak adil bagi Dasha, kasihan karena beban yang dipikul oleh gadis itu sangat berat. Karena tiga lelaki itu adalah orang-orang hebat dikekaisaran Niels.

"Apa maksudmu tiga lelaki?"

"Tuan, satu keturunan terakhir Dewi, dan 3 keturunan terakhir Dewa. Bukankah keturunan Dewa dikekaisaran ini Anda, Yang Mulia Kaisar Leon Istvan, dan juga Duke Kenneth Bartlett." jelas pendeta.

Hening, suasana menjadi hening setelah penjelasan pendeta. "Kaisar dan juga Duke tidak tau masalah ini, jadi jagalah kerahasiaan ini, kau tidak mau kan Dasha menikahi tiga lelaki sekaligus? Jadi biar aku yang akan menikahinya." ujar Lucas, mau bagaimanapun ia tidak sudi untuk berbagi istri dengan dua orang itu. Toh Lucas juga keturunan terakhir Dewa sama seperti mereka berdua jadi tidak masalah bukan?

"Ta—tapi Tuan, kita juga harus meminta pendapat Nona Dasha." sahut pendeta tua, Lucas pun menganggukan kepala tanda setuju, ya pernikahan harus disepakati oleh kedua belah pihak bukan?

Tidak tau bagaimana reaksi Dasha nantinya. Dasha dan Lucas sama-sama baru mengenal, bahkan itupun karena percakapan singkat tadi belum tahap perkenalan diri yang mendalam. Bagaimana bisa mereka menikah tanpa cinta. Terlihat senyuman yang mengembang dibibir Lucas, "Menarik." gumamnya, lalu ia pun menyuruh pasukan sihirnya untuk kembali kemenara sihir.

---

the last descendants

The Last Descendants Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang