07

3K 370 70
                                        

Mata itu mengerjap berlahan. Lentikan bulu matanya terlihat menari-nari kecil kala berusaha membuka mata yang masih ingin menutup.

"ugh.." rintihan kecil keluar. Tangan terangkat memegang kepala. Rasanya sangat sakit.

Kini mata itu terbuka sempurna. Mengedar menatap sekeliling dan menyadari jika dia berada di kamarnya.

"huh? Sejak kapan aku di sin–" ucapan terhenti kala mata tak sengaja melihat ke arah nakas disampingnya. Baskom berisi air dan handuk kecil yang tergantung di pinggirannya terlihat disitu. Mengambil segala atensi dan menimbulkan rasa penasaran.

HEY KALIAN HENTIKAN!

Suara keras Jihyo melunturkan lamunan. Ia bergegas turun dari ranjang. Memaksa tubuh yang masih sedikit lemah untuk dibawa melihat kejadian yang terjadi di lantai dasar.

Wajah terkejut kala melihat Jeongyeon tergeletak terduduk di lantai dengan Dahyun yang terlihat menatapnya tajam. Tangannya terkepal dan Nafasnya tak beraturan.

"Dahyun!" Sana menegur marah. Kehadirannya mengambil segala atensi mereka disitu.

Ia mendekati Jeongyeon yang masih terduduk kesakitan dengan darah yang terlihat disudut bibir kanan.

"Apa yang kau lakukan pada Jeongyeon?" Sana membentak lagi. Dia tak habis pikir dengan sikap Dahyun yang berubah begini. "Kenapa kau menjadi kasar begini?!"

Dahyun berdecak. Emosinya kian bertambah.

"Eonnie.." Chaeyoung yang berada di belakangnya mencoba menenangkan.

Hembusan nafas kasar Dahyun keluarkan. Lalu Ia menatap Jihyo sang leader. "Aku akan pergi. Berikan kabar padaku soal jadwal selanjutnya" Setelah kalimat itu, Dahyun membalikkan tubuh menuju pintu keluar. Tak menggubris para membernya terlebih Sana yang memanggil namanya dan mencoba menghentikannya.

"Sana sudah.." Jeongyeon menahan Sana kala gadis itu mencoba mengejar. "Tubuhmu masih hangat, kau perlu istirahat lagi"

"Tapi Jeong.." Sana seperti tak rela melihat kepergian Dahyun begitu. Tapi tubuhnya sudah lebih dulu di bawa Jeongyeon untuk kembali ke lantai dua. Ke kamarnya.

Jeongyeon membuka pintu kamar. Membawa Sana ke ranjang dan membantu menidurkan gadis itu. "Aku akan ke bawah mengambilkanmu makanan. Kau harus minum obat setelah itu" ucapnya

"Jeong.." Sana menahan. "bibirmu luka.."

"Tidak apa. Nanti akan ku minta tolong leader untuk mengobatinya untukku"

"Biar aku saja.."

Jeongyeon menggeleng. "Kau tak enak badan. Jadi istirahat saja.."

Sana bangun dari baringannya. Ia terduduk menatap lekat Jeongyeon. "Jeong..aku- eh?" Sana berakhir terkejut kala melihat Jeongyeon malah meneteskan air matanya. "Kenapa kau menangis?" Sana reflek menangkup wajah gadis itu. Luka di sudut bibir lebih mengambil atensinya.

"Maafkan aku Sana.." Jeongyeon berujar seraya bergerak memeluk Sana dengan erat. Yang dipeluk jelas terkejut. "Gara-gara aku, kau sakit begini"

"Tidak Jeong" Sana melepas pelukan. Dia menatap gadis itu erat. "Siapa yang bilang, hm?"

"I-itu karena kau menungguku semalaman diluar. Kau jadi demam begini. Tubuhmu panas bahkan bibirmu terlihat pucat" Jeongyeon menjawab di tengah isakannya. Meskipun bukan itu jawaban yang Sana minta. "Maafkan aku tidak mengabarimu juga" lanjutnya.

Sana menghela nafasnya. Di tariknya Jeongyeon untuk dipeluknya. "Aku sudah memaafkanmu. Jadi berhentilah menangis begitu. Kau terlihat jelek, kau tau?"

"Bagaimana mungkin kau masih bisa menggodaku begitu, eoh?"

Sana terkekeh kecil. Lalu melepas pelukan lagi. "Sudah ah. Berhenti menangis. Kau bukan anak kecil"

"Baiklah"
.

Di lain sisi suara panggilan cukup keras menusuk indera pendengaran Dahyun. Langkah Ia hentikan di area parkir dorm mereka. Tubuh Ia balik dan menemukan Tzuyu dan Chaeyoung yang dari tadi mengejarnya.

"Kenapa mengikutiku?" nada suara dengan Intonasi dingin Dahyun keluarkan. Membuat kedua gadis yang lebih muda darinya itu bergidik ngeri.

"I-itu..kita mau menemani Eonnie. Takutnya Eonnie berbuat nekat"

"Aniya. Jadi masuk kembali ke dorm" ucap Dahyun lagi lalu berlalu pergi menuju mobilnya. Masuk dan menghidupkannya. Kedua gadis muda itu jelas mengikuti lagi. Tapi sebelum mereka berhasil masuk mobil, suara Dahyun terdengar lagi. "Datang ke apartementku jam 19.00 kst nanti" setelah itu Dahyun menancap gas mobilnya dan meninggalkan area dorm.

"Bagaimana ini Chae? Kalau Dahyun Eonnie berbuat nekat sebelum jam 19.00 nanti, apa yang harus kita lakukan?" Tzuyu terlihat sangat khawatir.

"Semoga itu tak terjadi. Pasti Dahyun Eonnie hanya ingin menyendiri sebentar. Permasalahan antara dia, Sana Eonnie dan Jeongyeon eonnie terlalu melelahkan untuknya"

_Tbc_

Be Okay! ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang